thumbnail Halo,

Playmaker Arsenal memasuki episode kelam di bawah Arsene Wenger, tetapi tipis kemungkinan diabaikan Joachim Low.


GOALANALISIS   ENIS KOYLU     PENYUSUN   GUNAWAN WIDYANTARA    

Genderang perang Piala Dunia 2014 tidak lama lagi ditabuh, penurunan performa jelang kompetisi berakhir adalah mimpi buruk setiap pemain karena bisa mengandaskan mimpi beraksi di pesta sepakbola paling akbar di dunia, tetapi tidak bagi Mesut Ozil. Melempem bersama the Gunners, pemain berdarah Turki tetap jadi kunci penting rencana besar Joachim Low musim panas nanti.

Seiring performa brilian dua bintang Der Panzer Mario Gotze dan Toni Kroos bersama Bayern Munich yang ditambah secara taktik lebih serba guna dari Ozil, kebanyakan pelatih pastinya akan menjajaki beragam opsi, namun melupakan Ozil bertentangan dengan modus operasi Low.

Mantan bos Stuttgart dikenal sering mengabaikan performa pemain di level klub. Low punya favorit tersendiri dan bersikeras mempertahankan pemain kesukaan tidak peduli performanya sedang menurun atau menanjak.

Performa Ozil dinilai menurun bersama Arsenal

Ketika Lukas Podolski kesulitan meraup menit bermain di Allianz Arena pada 2008, tidak tampak sedikitpun keraguan pada Low untuk memanggilnya untuk Euro. Hasilnya? Striker yang sekarang memperkuat Arsenal, mengemas tiga gol dan Jerman menembus partai puncak. Tidak ada penyesalan di Austria dan Swiss.

Bagaimana dengan Ozil? Tidak ada alasan yang bisa menghentikannya terbang ke Amerika Selatan apalagi performanya di level internasional masuk kategori jempolan. Ketika masih memperkuat Real Madrid, Ozil juga sempat kesulitan mempertahankan performa top, namun gemilang berkostum Jerman.

Sejalan evolusi skuat Jerman dari sederet pemain menjanjikan ke sekumpulan pemain-pemain terbaik di dunia, Ozil tetap jadi pilar utama - bahkan setelah adanya pergeseran strategi dari serangan balik yang diperlihatkan di Piala Dunia 2010 ke skema berdasar possession yang sekarang dianut.
KISAH 'DUA' OZIL

 LIGA PRIMER
Penampilan
Gol Assist
22 4 9
 KUALIFIKASI PIALA DUNIA
10 8 5


Ozil adalah pemain terbaik Jerman sepanjang kualifikasi menuju Brasil 2014, delapan gol dicatatkannya - lebih banyak dari siapapun di Grup C - padahal Ozil kesulitan beraksi di hadapan gawang bersama the Gunners.

Mengapa hal seperti ini bisa terjadi? Mudah saja, Low tahu persis bagaimana mengeluarkan kemampuan terbaik Ozil, sebuah kemampuan yang tidak dimiliki Arsene Wenger. Di timnas Jerman Ozil punya rekan satu tim yang tidak pernah berhenti bergerak pada diri Thomas Muller dan Marco Reus. Saat Jerman ingin melancarkan serangan baik, visi istimewa Ozil jadi kunci atau ketika ingin memanfaatkan possession Ozil dikenal cerdik jadi pembeda meski di bawah tekanan hebat lawan.

Di Arsenal, ada kesan Santi Cazorla ingin mendikte permainan di area kekuasaan Ozil, sementara Theo Walcott yang lebih direct terlalu sering dihajar cedera. Kemampuan Ozil yang dipaparkan di atas sangat berguna untuk dimanfaatkan sang penyerang kilat Inggris namun sejauh ini mereka baru bermain bersama di empat pertandingan.

Fakta lainnya berbicara Gunners sering kehabisan akal saat bertemu dengan sebuah tim yang fokus ke pertahanan, lain dengan timnas Jerman, ketika Die Adler bertemu tembok kokoh, opsi lain langsung dihadirkan dengan menurunkan si lincah Gotze sebagai striker yang tidak lazim.

Di luar catatan performa yang sedang menanjak dan kinerja luar biasa di atas lapangan, faktor kecepatan dan kelincahan tidak dimiliki Olivier Giroud hingga tidak jarang sang penyerang gagal memanfaatkan sodoran Ozil di area berbahaya.

Performa hebat mantan pemain Werder Bremen untuk negaranya tidak luput dari perhatian legenda Brasil Zico yang menyebut terbuka kemungkinan Selecao bakal bentrok dengan Jerman musim panas nanti, dan dia mengeluarkan sanjungan terhadap bintang berusia 25.


Aksi Ozil dipuji selangit salah satu legenda sepakbola dunia.

"Ozil pemain hebat. Dia otak tim nasional Jerman," ungkapnya. "Saya kagum melihat aksinya. Ozil punya kemampuan membaca permainan dan menyuguhkan umpan mematikan. Jerman tidak punya playmaker seperti ini sejak Wolfgang Overath di tahun 1970an." Sebuah pujian selangit dari salah satu legenda sepakbola dunia.

Hal lainnya adalah, di tim muda Ozil dianggap pemimpin dan contoh yang harus diikuti rekan satu tim. Pemain seperti Podolski, Philipp Lahm dan Bastian Schweinsteiger telah mengemas 100 caps dan Ozil berada di barisan terdepan generasi muda namun terintegrasi sempurna dalam tim.

Ozil merupakan andalan Low untuk penalti. Meski belakangan muncul kehebohan karena dia gagal mengeksekusi dari titik putih ke gawang Bayern Munich, 'der Rabe' punya pengalaman di dua turnamen penting, sebuah hal yang tidak dimiliki Gotze yang menghabiskan Euro 2012 di bench. Sementara Kroos gagal memenuhi harapan di Polandia dan Ukraina.


Masih andalan Joachim Low

Beraksi di Spanyol dan Inggris membuat pengalaman Ozil bertambah, ini penting karena dia sering bermain bersama dan melawan bintang-bintang dari Spanyol. Siapa yang lebih tahu bagaimana cara mengalahkan Alvaro Arbeloa atau Sergio Ramos kecuali pemain yang pernah berlatih bersama mereka setiap hari selama tiga tahun?

Ozil tetaplah tangan kanan utama Low. Tidak peduli bagaimana Wenger menggunakannya di Arsenal, kans Ozil ditendang dari timnas Jerman di Piala Dunia nyaris mendekati nol. Satu catatan penutup, siapa yang menyumbang assist terhadap gol Gotze yang menghadirkan kemenangan Jerman atas Cili?

Ikuti Enis Koylu di


Goal kini hadir dengan aplikasi unggulan live score!
Segera unduh untuk mengetahui skor pertandingan lebih cepat daripada siaran televisi:

Apple iOS

Android

Windows Phone


Terkait