thumbnail Halo,

Inilah lima duel menarik yang mempertemukan dua musuh bebuyutan di Tanah Jerman.


GOALOLEH   DEDE SUGITA


Kalau Spanyol punya el clasico yang selalu diantisipasi setiap tahunnya antara Real Madrid dan Barcelona, maka gaung der klassiker di Jerman antara Bayern Munich dan Borussia Dortmund pun tak kalah nyaring.

Seperti tahun lalu, musim anyar Bundesliga 2013/14 juga bakal didahului oleh pertempuran dua raksasa tersebut di ajang DFL-Supercup, namun kali ini Dortmund yang bertindak sebagai tuan rumah di Signal Iduna Park pada Minggu (28/7) dinihari WIB.

Layaknya laga-laga klasik lainnya, pertemuan Si Merah kontra Si Hitam-Kuning kerap berjalan sengit, intens, dan warna kontroversi telah menjadi bumbu biasa yang mengentalkan aroma rivalitas.

Jelang lakon terbaru der klassiker yang digelar kurang dari dua jam lagi, berikut ini kami sajikan lima pertarungan hebat antara kubu Bavaria dan musuh mereka dari Lembah Ruhr.


FC Bayern München


Bayern 11-1 Dortmund
Grunwalder, Munich
Spieltag 16 Bundesliga 1971/72

Borussia Dortmund


Ini jelas bukan duel paling kompetitif antara kedua klub, tapi patut dicantumkan lantaran menjadi simbol kedahsyatan era keemasan Bayern pada periode 1970-an yang ditulangpunggungi para pemain legendaris seperi Franz Beckenbauer, Gerd Muller, Sepp Maier, hingga Uli Hoeness. Sebaliknya, laga ini juga menegaskan masa terkelam Dortmund di persepakbolaan Jerman.

Der Bomber memamerkan ketajamannya dengan empat kali membombardir gawang Dortmund. Hoeness mengemas dua gol, dan Der Kaiser juga ikut menyumbangkan sebiji gol dalam pembantaian sang rival. Dominasi The Bavarians nyata terlihat di musim tersebut dan mereka pun sukses menggondol titel Deuscher Meister sementara Die Schwarzgelben terdemosi di akhir musim. Bayern melanjutkan kejayaan dengan mempertahankan gelar dalam dua edisi berikutnya, juga meraih trofi Piala Champions tiga kali berturut-turut. Sementara Dortmund sendiri terus berkubang di divisi II hingga empat tahun berikut.

Hingga sekarang, hasil ini tercatat sebagai kemenangan terbesar Bayern sepanjang sejarah, sedangkan rekor Dortmund diperburuk tujuh tahun berselang ketika mereka dicukur 12-0 oleh Borussia Monchengladbach.


Borussia Dortmund


Dortmund 1-0 Bayern (AET)
Westfalen, Dortmund
Leg
II Perempat-Final UCL 1997/98


FC Bayern München


Untuk pertama kalinya dua klub Jerman bertarung dalam sebuah fase knock-out Liga Champions, dan pelakonnya siapa lagi kalau bukan Dortmund dan Bayern. Die Schwarzgelben saat itu menggenggam status juara bertahan Eropa di bawah komando Ottmar Hitzfeld, figur yang nantinya bakal menukangi Bayern.

Usai bermain tanpa gol pada leg pertama di Munich, duel kedua di Westfalen juga berlangsung tak kalah ketatnya. Hingga 90 menit habis, skor kacamata terus bertahan hingga laga mesti disambung dengan perpanjangan waktu. Kebuntuan baru pecah di menit ke-109 oleh Stephane Chapuisat, dan gol striker Swiss itu pada akhirnya menjadi satu-satunya pembeda di antara kedua tim. Dortmund melangkah lagi ke semi-final sebelum dihentikan Real Madrid, yang kemudian menjadi kampiun dengan menumbangkan Juventus.


Borussia Dortmund


Dortmund 1-1 Bayern
Westfalen, Dortmund
Spieltag 28 Bundesliga 2000/01

FC Bayern München


Inilah duel paling keras sepanjang sejarah gelaran Bundesliga. Bagaimana tidak, total 15 kartu keluar dari saku wasit Hartmut Strampe dengan tiga pemain diusir dari lapangan. Adapun saat itu Bayern tengah memimpin klasemen dan Dortmund wajib mengepak tripoin agar sang rival tak melenggang bebas menuju tangga jawara.

Laga baru berumur enam menit, Bayern memimpin cepat lewat gol Roque Santa Cruz. Namun tak lama berselang mereka harus kehilangan Bixente Lizarazu yang mendapat dua kartu kuning. Fredi Bobic mengantar tuan rumah menyamakan kedudukan di babak kedua sebelum Stefan Effenberg menyusul jejak Lizarazu dikeluarkan wasit akibat menyikut Dede. Skor 1-1 bertahan sampai akhir, tapi kartu demi kartu terus ditunjukkan sang pengadil menyusul tensi tinggi dalam permainan yang banyak diwarnai benturan fisik. Bek Dortmund, Evanilson, akhirnya menjadi pemain ketiga yang mesti menyudahi partisipasinya lebih dini.

Dari 15 kartu (10 kuning, 1 kuning-merah, dan 2 merah langsung), selusin di antaranya diberikan buat penggawa Bayern (8, 1, 1). Uli Hoeness mengecam kepemimpinan wasit Strampe  yang dinilainya berat sebelah. Kritikan tersebut mengundang serangan balik dari Matthias Sammer, pelatih Dortmund saat itu. Mungkin kedua persona tak ada yang mengira mereka akhirnya bakal bekerja sama di Allianz Arena.


Borussia Dortmund


Dortmund 5-2 Bayern
Olympiastadion, Berlin
Final DFB-Pokal 2011/12

FC Bayern München


Partai ini seakan menandai sahihnya pergeseran kekuatan di Jerman dari Bayern ke Dortmund. Pasukan Si Hitam-Kuning pimpinan Jurgen Klopp berhasil memaksa sang rekordmeister bermuram durja dengan menjuarai Bundesliga dua tahun beruntun. Di final DFB Pokal ini, Die Roten berkesempatan untuk membalas sakit hati dengan mempecundangi sang rival.

Apa daya, Dortmund dengan barisan bintang mudanya terbukti terlalu kuat dan menyuguhkan penampilan memukau lewat peragaan permainan cepat. Bayern bertekuk lutut dengan skor telak 5-2. Die Borussen berpesta merayakan gelar ganda pertama, Bundesliga dan Piala Jerman, sepanjang sejarah usai mengangkangi sang seteru.

Duka Bayern bertambah setelah mereka juga gagal memenangi final Liga Champions melawan Chelsea di markas sendiri, yang berarti mereka mereka mengakhiri musim sebagai si nomor dua di tiga kompetisi.



Borussia Dortmund


Dortmund 1-2 Bayern
Wembley, London
Final Liga Champions 2012/13

FC Bayern München


Treble runner-up pada 2011/12 toh menjadi berkah terselubung untuk kubu Allianz Arena. Ogah tragedi serupa terulang dan demi menghentikan dominasi Dortmund, perbaikan di berbagai sektor digalakkan. Kisah duka berubah menjadi indah dalam tempo setahun. Die Borussen sukses digulingkan dari tahta Bundesliga dan DFB-Pokal.

Seperti tak terelakkan, kedua musuh ditakdirkan bertarung untuk memperebutkan hadiah pamungkas, trofi Liga Champions, di stadion keramat kebanggaan masyarakat Inggris, Wembley.  Bayern sebagai favorit menghadapi perlawanan sengit dari Dortmund dengan determinasi tingginya. Setelah gol pembuka Mario Mandzukic dibalas penalti Ilkay Gundogan, Tim Bavaria dipastikan berjaya oleh torehan penentu Arjen Robben semenit jelang habisnya waktu normal.


Bundesliga Jerman >> Halaman Khusus Sepakbola Jerman
>> Berita Sepakbola Jerman Lainnya
>> Semua Klub Bundesliga & Panduan 2013/14
>> Klasemen Bundesliga Jerman
>> Jadwal & Hasil Bundesliga Jerman
>> Daftar Transfer Bundesliga Jerman
>> Rapor Pemain Bundesliga Jerman

Terkait