thumbnail Halo,

Bender dan Subotic kesal dengan taktik Stuttgart yang mengusung permainan agresif, bahkan tak segan bermain fisik


OLEH    DEFANIE ARIANTI
Kemenangan 2-1 Borussia Dortmund atas VfB Stuttgart, Sabtu (30/3) lalu menyisakan kritik dari Sven Bender dan Neven Subotic. Kedua punggawa Die Borussen rupanya mengeluhkan taktik yang diterapkan tim tuan rumah, meski mereka akhirnya menutup laga dengan kemenangan.

Gol telat Robert Lewandowski memastikan Dortmund mencuri tiga angka di Stuttgart, setelah Alexandru Maxim sempat membatalkan keunggulan skuat Jurgen Klopp yang dicetak Lukasz Piszczek.

Namun, bagi Bender dan Subotic, pertandingan itu 'dikotori' oleh sejumlah tekel agresif para pemain Stuttgart. Bek Marcel Schmelzer bahkan dikhawatirkan menderita patah hidung dan harus mengakhiri laga lebih awal.

"Olahraga harus selalu [dilakoni dengan] adil. Saya tidak berupaya menyikut pemaiin lawan, karena itu sangat tidak jantan, semua orang bisa melakukan itu, perempuan pun bisa melakukannya," demikian sindir Subotic melalui laman resmi klub.

Sentimen serupa dicuatkan oleh Bender. "Itu pertandingan yang sangat sulit. VfB mengerahkan segalanya, mereka berkomitmen dan melewati batas dari apa-apa saja yang diperbolehkan. Tapi saya pikir kami bertarung dengan baik, dengan mematuhi peraturan."

Terlepas dari ketidakpuasan Bender dan Subotic, kemenangan atas Stuttgart jelas akan memberikan kepercayaan diri bagi Dortmund untuk melakoni leg pertama babak perempat-final Liga Champions kontra Malaga, tengah pekan nanti.


Ikuti perkembangan terkini sepakbola Jerman di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Bundesliga Jerman lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Jerman.