thumbnail Halo,

Kiper legenda The Bavarians mencemaskan terjadinya perubahan signifikan ketika Guardiola datang dan pemain harus beradaptasi dengan cepat


OLEH DEWI AGRENIAWATI

Oliver Kahn masih mencemaskan efek kehadiran Pep Guardiola terhadap gaya permainan Bayern Munich, sejak pria asal Spanyol itu menyepakati kontrak dengan rakasasa Bundesliga mulai musim depan.

Terkenal dengan fokusnya mengembangkan pemain muda dan bermain efektif yang mengandalkan penguasaan bola, Guardiola menjadi pelatih yang paling diminati setelah mundur dari Barcelona musim panas lalu.

Die Roten akhirnya memenangkan perburuan Pep, tapi Kahn justru tak mau muluk-muluk dengan perekrutan pelatih 42 tahun ini.  

"Guardiola membawa pemain dari akademi ke level profesional, tapi pemain Bayern tak perlu memiliki level otomatis yang sama seperti Barcelona," ujar Kahn dalam kolomnya di Bild.

"Untuk menginternalisasi sistemnya, tak akan terjadi dalam sehari. Tidak seperti pemikiran Louis van Gaal soal bola untuk meraih hasil akhir, sistem Guardiola lebih fleksibel dengan penguasaan bola menjadi pusat permainan."

"Orang yang tidak bersedia berpartisipasi dalam permainan kolektif akan kesulitan dalam sistemnya. Contohnya, suksesnya menggunakan Messi sebagai 'striker palsu', tapi menarik dilihat apakah Bayern bisa bermain seperti itu ke depannya," lanjut eks penggawa Jerman.

"Guardiola dan direktur olahraga Matthias Sammer harus membangun dan melaksnakan filosofi konsisten. Dengan melakukan itu, akan menjadi faktor menentukan untuk berjuang menjadi tim nomor satu Eropa," pungkasnya.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Jerman di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Bundesliga Jerman lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Jerman.

Terkait