thumbnail Halo,

Granit Xhaka mengeluh diserang media Albania karena memilih membela Swiss di pentas internasional.

GOAL.com Indonesia   OLEH
AGUNG HARSYA

Pemain muda Borussia Monchengladbach, Granit Xhaka, menyayangkan sikap petinggi federasi sepakbola Albania dan media yang menyerang dirinya karena lebih memilih membela timnas Swiss di pentas internasional.

Keluarga Xhaka berasal dari Kosovo dan orangtuanya hijrah ke Swiss sebelum Xhaka dilahirkan di Basel. Selain pemain 19 tahun itu, Xherdan Shaqiri dan Valon Behrami juga memiliki darah Albania tetapi memilih membela timnas Swiss. Mereka bertiga belakangan menjadi sasaran empuk media atas keputusan tampil untuk negara adopsi.

"Ada semacam perang yang dilancarkan terhadap saya dan beberapa rekan di timnas oleh sejumlah media serta kolomnis olahraga. Seharusnya tuan Armando Duka (presiden federasi Albania) yang harus disalahkan karena kehilangan banyak pemain berbakat," keluh Xhaka kepada Die Welt.

"Albania punya banyak pemain berbakat dan saya harap mereka tidak mengalami apa yang kami rasakan. Saat saya memilih membela timnas Swiss, tidak seharusnya federasi Albania gusar."

Pelatih timnas Swiss, Ottmar Hitzfeld, juga tidak habis pikir dengan gusarnya media Albania terhadap keputusan Xhaka, Shaqiri, dan Behrami menyeberang ke negara pegunungan Alpen itu.

"Media setempat memotret mereka selayaknya para pengkhianat dan itu menyakitkan. Sangat sulit memahami apa yang dirasakan orang-orang yang memiliki latar belakang pengungsi seperti mereka," pungkas mantan pelatih Bayern Munich dan Borussia Dortmund itu.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Jerman di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Bundesliga Jerman lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Jerman.

Terkait