thumbnail Halo,

Orang Portugal ini mengaku tak perlu membela diri sendiri karena dia telah memenangkan banyak hal


OLEH DEWI AGRENIAWATI


Entrenador Real Madrid Jose Mourinho mengatakan seharusnya penilaian terhadap dirinya dapat dinilai dari pencapaiannya dan bukan hanya kegagalan di Liga Champions bersama Los Blancos.

Pria asal Portugal memenangkan titel domestik di empat negara berbeda dan termasuk salah satu dari tiga pelatih yang menjuarai Liga Champions bersama dua klub berbeda. Dia juga memegang rekor poin dan gol terbanyak di satu musim La Liga.

Namun, Mou masih belum mampu mengangkat trofi Liga Champions di Santiago Berbnabeu dan mengkritik balik opini yang mempertanyakan prestasinya bersama Los Blancos.

"Saya selalu berharap akan ada beberapa "orang cerdas" yang akan mengajukan pertanyaan yang membutuhkan selembar kertas," kata pria 50 tahun memulai konferensi pers.

"Rekor titel liga milik saya; saya main di tiga semi-final Liga Champions yang secara personal membuat saya puas. Tapi, itu tidak mudah karena 18 pelatih dalam 21 tahun [hanya mencapai] lima semi-final Liga Champions di Real Madrid. Orang yang buruk adalah Mourinho, yang berada di sana dalam tiga musim," sindir The Special One.

"Pekerjaan saya tidak pernah dihargai secara mutlak tapi apa yang telah saya raih dan itu kesalahan saya karena saya mendapat ekspektasi yang selalu lebih tinggi dari apa yang bisa saya raih kemudian."

"Kalian para jurnalis ingin menyingkirkan saya dari daftar tapi kalian tak akan bisa - hanya ketika ada tim yang mendapat 101 poin di La Liga. Selama 20 tahun tanpa memenangi Copa - dan kami akhirnya memenangkannya. Rekor [100 poin, 121 gol] juga milik saya, itu tak bisa dihapus dan saya tak menyuapkan ego," tandasnya.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Spanyol di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita La Liga Spanyol lengkap dengan jadwal, hasil, klasemen semua kompetisi di Spanyol.

Terkait