thumbnail Halo,

Pelatih Real Madrid kembali membungkam kritik dengan menggapai final Copa del Rey usai mempermalukan Barcelona di Camp Nou.


LAPORAN BEN HAYWARD     PENYUSUN TEGAR PARAMARTHA                           Ikuti di twitter

Meremehkan Jose Mourinho jelas bukan hal bijaksana. Pelatih asal Portugal tersebut telah bertahan dari segala kontroversi di tahun ketiganya bersama Real Madrid, dan dengan La Liga tampak mustahil, ditambah dengan sulitnya leg kedua di Copa del Rey dan Liga Champions, bertandang ke markas Barcelona dan Manchester United, banyak pihak yang menilai pelatih berusia 50 tahun tersebut sudah kehilangan harapan.

Pernyataan yang terlalu dini.

Banyak kritikan dapat ditujukan kepada Mourinho. Sikapnya di luar lapangan terkadang buruk dan jelek kepada orang lain sejak mendarat di Santiago Bernabeu pada 2010. Tetapi ketika berhadapan dengan tuntutan untuk menang, dia tahu apa yang dia lakukan.

STATISTIK EL CLASICO MOURINHO
LAGA:
MENANG:
IMBANG:
KALAH:
16
4
6
6
Butuh waktu cukup lama. Setelah kemenangan sensasionalnya atas Barca bersama FC Internazionale di 2010 yang membawa Mou mendapatkan trofi Liga Champions dan kursi panas Madrid, dia mengawali El Clasico pertama dengan kekalahan telak 5-0 di Camp Nou. Itu adalah kekalahan terburuk dalam karirnya. Kekalahan, ujarnya, "mudah dicerna". Tetapi tampaknya itu akan sangat sulit untuk ditelan bagi sosok pemenang seperti dirinya.

Kemenangan pertama Mourinho di Clasico, dan menjadi sat-satunya laga yang didapat dengan clean sheet menghadapi Barca, terjadi pada final Copa del Rey pada 20 April 2011, ketika Cristiano Ronaldo mencetak gol di babak tambahan untuk mengamankan trofi juara pertama bersama pelatih barunya. Cukup sulit dipercaya jika Ronaldo mencetak gol pertamanya ke gawang Barcelona, hanya empat hari sebelumnya, ketika Madrid ditahan imbang 1-1 oleh Blaugrana di Bernabeu dalam laga lanjutan La Liga.

Ronaldo, sebelumnya diklaim, bahwa bukan pemain yang mampu tampil di pertandingan besar. Sekarang dia sudah berubah. Jika Mourinho adalah pemimpin di bangku cadangan, maka Ronaldo adalah pemimpin di atas lapangan. Pemain berusia 28 tahun itu merepotkan Pique untuk mendapatkan penalti, mencetak gol dengan baik dan kemudian menambah gol kedua menyusul serangan balik cepat.

Dia sekarang telah mengoleksi 12 gol di El Clasico dan hanya lima gol di belakang Lionel Messi, yang hanya mendapatkan peluang emas melalui tendangan bebas di akhir babak pertama pada laga dini hari tadi (27/2).

Ini akan membuat cemas suporter Barcelona. Tim kesayangan mereka tampil buruk di AC Milan pekan lalu. Di kandang, reaksi telah tampak, tetapi selalu digagalkan, sebagian karena solidnya pertahanan yang digalang oleh tim tamu.

Mourinho tidak pernah tidak mendapatkan trofi juara sejak musim pertamanya di Porto pada 2002/03, dan Madrid kini menjadi favorit untuk dapat mengalahkan Atletico Madrid atau Sevilla di laga final Copa del Rey.

Dan juga, Liga Champions masih berada dalam jangkauan mereka. Sir Alex Ferguson berada di tribun untuk menyaksikan langsung calon lawannya di Old Trafford tersebut. Dan dia tidak akan senang dengan apa yang dia lihat. United, seperti Barcelona, mendapat hasil imbang 1-1 pada leg pertama di Madrid. Tetapi setelah performa impresif skuat Mourinho, hasil tersebut tentu tampak tidak aman.

Bagi Barcelona, kekhawatiran semakin berkembang. Messi secara mengejutkan kembali terisolasi, sementara Carles Puyol seharusnya dapat melakukan lebih baik untuk mencegah gol kedua, dan keseluruhan pertahanan tampak lebih lemah. Tidak adanya pelatih kepala resmi juga berpengaruh.

Bagi Madrid, ini adalah malam yang tak terlupakan. Mourinho kembali berhasil membungkam kritik. Dan apapun yang terjadi di belakang layar di Bernabeu, tidak layak untuk menganggap enteng Jose Mourinho laga-laga ke depan.


Ikuti perkembangan terkini sepakbola Spanyol di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita La Liga Spanyol lengkap dengan jadwal, hasil, klasemen semua kompetisi di Spanyol.

Terkait