thumbnail Halo,

Eks presiden Inaki Badiola membeberkan Real Sociedad pernah memborong obat-obatan berkategori zat doping selama 2001 hingga 2007.


OLEH   AGUNG HARSYA     Ikuti @agungharsya di twitter
Mantan presiden Real Sociedad Inaki Badiola mengklaim klub yang pernah dipimpinnya pernah membeli produk doping untuk meningkatkan penampilan.

Badiola bertugas di San Sebastian selama Januari hingga Desember 2008. Dibeberkannya, pemakaian doping itu dilakukan antara 2001 dan 2007. Hal mengejutkan itu ditemukan berdasarkan laporan keuangan klub yang diterima Badiola saat mulai bertugas.

"Pada 2008, direksi klub melaporkan selama enam musim sebelumnya, setidaknya, ada uang yang digunakan untuk membeli produk obat-obatan, yang pada saat itu termasuk kategori doping," ungkap pria 48 tahun itu kepada As.

"Mereka menggunakan substansi yang tidak diizinkan. Pada kenyataannya, ada sebuah e-mail yang membeberkan nama-nama produk yang ingin dibeli dan kami tak mengabulkannya. Praktek seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi."

Klaim Badiola langsung disangkal presiden LFP Jose Luis Astiazaran, yang pada kurun waktu tersebut memimpin Sociedad.

"Selama masa kepresidenan saya di Sociedad, saya tidak pernah mengetahui atau menduga adanya praktek ilegal tentang penggunaan medis," bunyi pernyataan resminya.

Apapun, laporan Badiola kian menyudutkan posisi dokter Eufemiano Fuentes yang sedang dimejahijaukan karena memiliki 200 kantung darah di kediamannya pada 2006. Sampel itu diyakini milik sejumlah atlet, seperti pebalap sepeda, petinju, dan pesepakbola.

Soceidad sendiri nyaris menjuarai Primera Liga Spanyol musim 2002/03 dengan menempati runner-up setelah Real Madrid.

Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!



Terkait