thumbnail Halo,

Juanlu mencurigai adanya unsur kesengajaan dari otoritas untuk melanggengkan jalan Madrid merebut kemenangan agar persaingan juara La Liga tetap terbuka.

GOAL.com Indonesia   OLEH
DEDE SUGITA

Sayap kiri Levante, Juanlu, mengkritik keras kepemimpinan wasit Cesar Muniz Fernandez ketika timnya dibekuk tim tamu Real Madrid 2-1 di Ciudad de Valencia, Senin (12/11) dinihari WIB.

Di mata pemain 32 tahun itu, sang pengadil kerap membuat keputusan yang merugikan tuan rumah pada partai jornada 11 La Liga Spanyol itu sehingga Los Granotes seakan bermain melawan 14 orang.

Ia pun menilai mungkin ada unsur kesengajaan dari otoritas liga untuk melapangkan jalan pasukan Jose Mourinho merengkuh kemenangan supaya persaingan juara tetap terbuka.

Juanlu lantas mengemukakan penalti atas pelanggaran terhadap Jose Callejon yang sejatinya terjadi di luar kotak serta tendangan bebas yang mengawali gol kedua Madrid sebagai contoh keputusan keliru yang diambil wasit Fernandez.

“Kinerja wasit memalukan, kami sering menerima pelanggaran tapi para pemain Madrid hanya memberi tepukan di punggung dan mengedipkan mata mereka,” ucap Juanlu pascapertandingan.

“Performanya sangat disayangkan karena itu bukanlah penalti dan tendangan bebas untuk gol kedua pun semestinya tak diberikan.”

“Tak ada gunanya kalau saya bilang ini disengaja. Gelar liga mungkin sudah ditentukan jika Madrid kalah dan tentu saja itu tak boleh terjadi.”

“Kepemimpinan seperti itu membuat Anda kehilangan kesabaran. Tampaknya Madrid telah memenangi liga di ruang ganti, tapi kami senang karena itu berarti Levante tim penting.”

“Kami sudah tahu kami akan bermain menghadapi 14 orang. Liga mungkin ditentukan di sini dan mereka tak akan membiarkan jarak [dengan Barcelona di puncak] melebar menjadi 10 atau 11 angka,” pungkas Juanlu.

 

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Spanyol di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita La Liga Spanyol lengkap dengan jadwal, hasil, klasemen semua kompetisi di Spanyol.

Terkait