thumbnail Halo,

"Tapi, sepakbola yang dimainkan Spanyol dan Barcelona bukan satu-satunya gaya yang bisa dimainkan. Serangan balik, misalnya, memiliki banyak nilai," ujar Iniesta.


GOAL.com Indonesia   OLEH
DEWI AGRENIAWATI

Perdebatan soal gaya bermain sepakbola kian hangat diperbincangkan publik. Barcelona, yang memainkan gaya tiki-taka dengan menguasai pertandingan belakangan ini seringkali dihadapkan pada lawan yang menerapkan permainan defensif dengan sepuluh pemain di lini pertahanan sendiri.

Tim terakhir yang mendapat kritik akibat permainan bertahan mereka adalah Celtic, yang akhirnya sukses menang 2-1 di matchday keempat penyisihan grup Liga Champions.

Tak sedikit yang menganggap gaya bertahan untuk menghadapi The Catalans justru merusak keindahan sepakbola itu sendiri.

Kendati demikian, gelandang Blaugrana Andres Iniesta tak mau dipusingkan dengan perdebatan tersebut.

"Kami tidak mengatakan sepakbola adalah ilmu pasti dan bermain dengan cara ini Anda akan selalu menang," jelas Iniesta dalam wawancara dengan The Guardian.

"Hal lain adalah kami bermain dengan gaya itu karena itu cocok dengan kami. Kami tak memiliki pemain untuk bermain dengan cara berbeda."

"Orang bicara soal sepakbola pragmatis, bagi kami ini pragmatis. Ini cara yang kami suka untuk bermain dan cara yang kami yakini memiliki peluang terbaik untuk menang," imbuh pemain terbaik Euro 2012.

"Tapi, sepakbola yang dimainkan Spanyol dan Barcelona bukan satu-satunya gaya yang bisa dimainkan. Serangan balik, misalnya, memiliki banyak nilai."

"Perbedaan gaya membuat olahraga ini indah. Tapi, apa yang kami lakukan tidak mudah," pungkas pemain 28 tahun.


Ikuti perkembangan terkini sepakbola Spanyol di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita La Liga Spanyol lengkap dengan jadwal, hasil, klasemen semua kompetisi di Spanyol.



Terkait