thumbnail Halo,

Hegemoni Real Madrid dan Barcelona yang sulit diruntuhkan membuat La Liga Spanyol di masa yang akan datang diprediksi akan kehilangan daya tarik.

GOAL.com Indonesia   OLEH
ANUGERAH PAMUJI

Real Madrid dan Barcelona boleh dibilang sedang bermain di liga yang bakal mati. Pasalnya, hegemoni kedua klub raksasa ini sulit ditandingi para pesaingnya di La Liga Spanyol. Demikian diungkapkan oleh seorang pakar keuangan, Jose Maria Gay de Liebana.

Musim lalu skuad Jose Mourinho berhasil mengakhiri dimonasi klub Catalan dalam tiga musim terakhir dengan memenangi gelar La Liga. Hanya Valencia yang berhasil merusak dominasi kedua klub ini, itupun pada musim 2004 silam. Gay de Liebana pun yakin, tipis peluang untuk mengubah kedudukan kedua raksasa Spanyol ini karena adanya "ketidakseimbangan yang ekstrim" dalam hal pendapatan klub.

Berbicara secara eksklusif kepada GOAL.com, sang profesor mengatakan: "Di Spanyol, yang berada di puncak atau menempati posisi kedua klasemen finis 40 poin di atas posisi ketiga. Bagi saya, Real Madrid dan Barcelona sedang bermain di liga yang sudah divonis mati dan itu akan menghilangkan daya tarik."

Adanya ketimpangan distribusi hak siar televisi, di mana Madrid dan Barca memiliki kesepakatan lukratif karena kedudukannya, memaksa kontestan La Liga lainnya mengalami kerugian tersendiri. Hal inilah yang terus mereduksi kekuatan tim-tim Spanyol selain Barca-Madrid.

"Ketidakseimbangan ini sungguh ekstrim. Mereka mengambil 50 persen dari dana yang tersedia. Barcelona dan Madrid adalah tim dengan proyeksi unviersal dan memiliki diservikasi risiko yang cukup besar, yang memungkinkan mereka meraup pendapatan dari seluruh dunia," jelas Gay de Liebana.

Gay de Liebana, yang baru-baru ini merilis sebuah studi baru mengenai keadaan finansial klub-klub La Liga dan sebelumnya bekerja sebagai seorang konsultan ekonomi di Espanyol, melihat pro dan kontra menyangkut aspek keuangan klub akan terus menjadi perdebatan hangat selama dominasi Barca-Madrid tak tergoyahkan.

"Saya berpikir di satu sisi. Mendapati Madrid dan Barcelona meningkatkan La Liga secara signifikan sebab mereka adalah dua tim raksasa di level Eropa dan dunia, namun di saat yang sama mereka membuat kekuasaan di kompetisi yang berpengaruh pada klub-klub lain, yang meninggalkan tim-tim lain tanpa ciri protagonisme," terang Gay de Liebana lagi panjang lebar.

"Kami tahu kalau Barcelona dan Madrid bakal memenangkan liga, dan selanjutnya pun akan dimenangkan oleh Madrid atau Barcelona. Ujung-ujungnya pun pilihan siapa yang akan menang hanya satu dari dua klub ini juga, kan," pungkasnya.

Terkait