thumbnail Halo,

Mantan gelandang Barcelona menjelaskan latar belakang perselisihan yang terjadi dengan Pepe baru-baru ini.


GOALOLEH    DEWI AGRENIAWATI    Ikuti di twitter

Gelandang AS Roma Seydou Keita mengklaim insiden rasialisme yang dilakukan Pepe beberapa tahun lalu melatarbelakangi konfrontasi dengan bek Real Madrid tengah pekan ini.

Sebelum laga International Champions Cup kontra Real Madrid, Keita melempar botol air minum ke arah Pepe setelah menolak berjabat tangan, yang mengawali kisruh di lapangan antara kedua pemain.

Menyusul insiden tersebut, Keita menggunakan akun Twitter untuk menjelaskan latar belakang terjadinya cekcok dengan Pepe.

“1. Dia memanggil saya monyet di laga Madrid-Barca, 2. Saya tidak menjabat tangannya, 3. Dia meludahi saya, dan setelah saya melempar botol, saya meminta maaf.”

Setelahnya, Keita bicara kepada RF1 dan menjelaskan pemain internasional Mali sudah memutuskan tidak menjabat tangan Pepe sebelum pertandingan dan mengaku dia diprovokasi sebelum melempar botol ke arah penggawa internasional Portugal.

“Saat saya bermain dengan Barca, Pepe memanggil saya ‘macaco’, artinya monyet, dan dia meludahi saya. Saya bilang kepada diri sendiri: ‘Orang ini tidak berguna,’” jelasnya.

“Ketika itu, saya tidak membicarakannya kepada publik karena ini tidak berguna. Itu sebabnya saya tidak menjabat tangannya sebelum laga persahabatan. Saya bahkan mengatakan niat ini kepada Mehdi Benatia. Jadi saya menyalami semua orang, kecuali dia.

“Dan tiba-tiba dia datang di belakang saya dan meludahi saya. Ketika itu, saya punya sebotol air dan melemparnya. Rekan setimnya melihat kami dan mereka ingin menyerang saya.

“Benar saya memberikan citra buruk dan saya minta maaf, tapi untungnya kami di lapangan sepakbola karena ini tak dapat diterima ketika seseorang meludahi orang lain. Saya tak melihat mengapa saya harus menjabat tangannya, karena di matanya saya bukan manusia,” Keita menambahkan.

“Saya tidak ingin bicara kepada seseorang yang tidak menganggap saya sebagai manusia. Sikapnya tak dapat diterima. Bukannya bertanya mengapa saya tidak menjabat tangannya, dia malah meludahi saya.

“Saya tidak mengatakan saya orang suci. Sama seperti semua orang saya memiliki kekurangan, tapi saya menghormati orang.”

 

Goal hadir via ponsel dengan alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi Goal secara langsung untuk OS ponsel Anda:
Apple iTunes
Apple iOS
Blackberry App World
Blackberry
Google Play
Android
Nokia OVI Store
Nokia
Windows Phone
Windows Phone

 

 

Terkait