thumbnail Halo,

Kaka memiliki adik yang juga pernah berseragam Milan. Siapa dia?


GOALOLEH DEWI AGRENIAWATI


Nama Ricardo Kaka tentu sudah tidak asing lagi di telinga pecinta sepakbola, apalagi para tifosi Milan. Tapi, siapa yang tahu Kaka memiliki adik yang juga pernah berseragam I Rossoneri? Siapa dia?

Memiliki nama lengkap Rodrigo Izecson dos Santos Leite adik Kaka ini lebih dikenal dengan Digao. Pemain yang berposisi sebagai bek tengah ini memang tidak setenar Kaka yang menjadi legenda Il Diavolo Rosso. Maklum, setelah direkrut Milan di usia 19, dia menghabiskan kariernya sebagai pinjaman di beberapa tim berbeda, kebanyakan di Italia.

Digao lahir di Brasilia 14 Oktober 1985 dan bergabung dengan Milan dari Sao Paolo di musim panas 2004. Untuk mendapatkan jam terbang, dia dipinjamkan ke Sampdoria hingga musim panas 2005, kemudian menghabiskan dua musim lainnya di Rimini Calcio.

Kembali ke Milan di musim panas 2007, Digao melakoni debut untuk klub pada pertandingan persahabatan melawan Dynamo Kiev pada 6 September, namun dia mendapat kartu kuning di laga tersebut. Pertandingan kompetitif pertama tiba pada Desember 2007 di Milan, kalah 2-1 dari Catania di babak 16 besar Piala Italia. Digao akhirnya melakoni debut Serie A 1 Maret 2008 kontra Lazio yang berakhir imbang 1-1, di mana tampil sebagai pengganti Marek Jankulovski. Itu menjadi satu-satunya penampilan Digao di musim tersebut.

Digao kembali tidak bisa lama-lama bertahan di San Siro karena di musim panas 2008, klub Belgia Standard Liege mengamankan servisnya sebagai pinjaman selama semusim. Tapi lagi-lagi dia tak mendapat banyak kesempatan dengan hanya sekali tampil untuk klub, itu pun sebagai subtitusi di pengujung laga saat timnya menang 3-1 kontra Germinal Beerschot dan dikembalikan ke Milan.

Setan Merah tampaknya tidak butuh servis Digao, dan sempat menjalani trial selama sepekan dengan Freiburg setahun kemudian bahkan ikut bergabung di kamp latihan pramusim di Austria serta tampil 30 menit di laga persahabatan kontra Slavia Praha. Namun, klub Jerma memutuskan tidak merekrut pemain karena minimnya menit bermain di laga kompetitif selama dua musim terakhir.

Agustus 2009, dia dipinjamkan ke tim Serie B Lecce tapi karena kesempatan tampil yang diberikan minim, dia dilepas ke klub lainnya, FC Crotone untuk sisa kompetisi. Status pinjaman kembali didapat Digao dengan hijrah ke klub divisi dua Portugal Penafiel. Usia pinjamannya tidak bertahan lama karena hanya main tiga laga dan benar-benar dilepas oleh Milan.

September 2012, beredar kabar Digao mengikuti latihan dengan New York Red Bulls. Setelah sepekan trial, pelatih Hans Backe terkesan dengan kekuatan fisik dan kemampuannya di lini belakang dan mendapatkan kontrak, tapi Juli tahun lalu dia membatalkannya dengan kesepakatan bersama.

Meski karier sepakbolanya tidak secemerlang sang kaka, dua bersaudara ini ternyata cukup dekat. Buktinya, panggilan Kaka berawal dari Digao yang tidak bisa mengucapkan 'Ricardo' dengan sempurna saat masih kecil.

Gabunglah bersama Goal Indonesia di media sosial:
Facebook goal.indonesia
Facebook goal.indonesia
Google Plus +goalcomindonesia
Google Plus +goalcomindonesia
Twitter @GOAL_ID
Twitter @GOAL_ID


Terkait