thumbnail Halo,

Analis sepakbola Italia Cesare Polenghi mendiskusikan keputusan penuh teka-teki yang dilakukan oleh Rossoneri


GOALCATATAN   CESARE POLENGHI       PENYUSUN  SANDY MARIATNA     Ikuti di twitter


Tak diragukan lagi, AC Milan adalah tim Italia yang paling menarik untuk diikuti di musim ini.

Seluruh negara di dunia saat ini sedang menghadapi masalah finansial. Namun hal tersebut justru bisa berdampak baik bagi sepakbola Serie A. Alasannya, klub-klub Italia cenderung rileks dan underperform ketika keadaan berjalan dengan baik. Tetapi begitu terjadi kesulitan, mereka juga tetap bekerja keras.

Tentu tidak mengejutkan jika melihat fakta bahwa Juventus, Napoli, Internazionale, Fiorentina, dan hampir seluruh tim Serie A punya sikap rasional untuk meningkatkan kualitas pemainnya tanpa membuang banyak uang. Tetapi Silvio Berlusconi – dengan Milan-nya – justru mencoba melakukan hal yang berbeda! Meski mendapatkan pemasukan setelah lolos ke fase grup Liga Champions, perkembangan terakhir di hari penutupan bursa transfer telah meninggalkan keraguan besar akan kompetensi manajemen Milan.

Inter Milan AC MILAN
Musim 2013/14
PERTANDINGAN
SKOR
vs PSV Eindhoven
vs Hellas Verona
vs PSV Eindhoven
vs Cagliari
1-1 (S)
1-2 (K)
3-0 (M)
3-1 (M)
Rossoneri kebobolan empat gol dalam empat pertandingan resmi di musim ini. Tak perlu seorang pakar untuk mengingatkan bahwa mereka sedang membawa masalah di musim lalu, yakni lemahnya lini pertahanan mereka.

Pada suatu waktu, rumput di San Siro diinjak oleh nama-nama seperti Franco Baresi dan Billy Costacurta. Dalam waktu yang lebih dekat, terdapat Alessandro Nesta dan Thiago Silva. Kini, posisi tersebut diisi oleh Cristian Zapata dan Philippe Mexes. Satu-satunya nama senior pada posisi bek tengah adalah Daniele Bonera, yang saat ini lagi-lagi mengalami cedera.

Yang terjadi kemudian masih sangat sulit untuk dipahami. Bukannya memperbaiki lini belakang, Milan justru menginvestasikan €12 juta dalam diri Alessandro Matri untuk memperkuat lini depan yang sudah ditempati oleh Mario Balotelli, Stephan El Shaarawy, dan Robinho. Apa yang akan terjadi kemudian ketika Giampaolo Pazzini pulih dari cedera?

Bahkan yang lebih tak masuk akal adalah pilihan untuk membawa pulang kembali Kaka, pemain yang akan digaji €5 juta per tahun. Sebagai catatan tambahan, sebenarnya Milan total harus membayar €10 juta per tahun setelah ditambahkan pajak.

Gelandang Brasil itu dijual ke Real Madrid pada 2009 untuk memperbaiki anggaran Milan. Sudah menjadi hal yang jelas bahwa performanya telah menurun. Dalam empat musim di Madrid, Kaka hnya bermain dalam 85 pertandingan di La Liga (19 di antaranya ia jalani di musim lalu). Itupun lebih sering dari bangku cadangan.

Performa keseluruhannya di Madrid jauh dari kata mengesankan. Bahkan Carlo Ancelotti - pelatih yang sempat memperlakukan Kaka bak seorang anak ketika keduanya masih di Milan -  memutuskan untuk melepaskannya.

Kaka kembali | Memori indah seperti ini mungkin akan sulit untuk diwujudkan kembali.


Milan baru saja kehilangan tiga gelandang yang punya kemampuan bertahan, yakni Massimo Ambrosini, Mathieu Flamini, dan baru-baru ini Kevin-Prince Boateng. Kini, Massimiliano Allegri harus memutar otak agar lini tengahnya mampu menyokong Kaka yang punya karakter menyerang.

Spekulasi berkembang. Milan sedang di-re-desain atas permintaan Berlusconi yang lebih senang akan sebuah tim dengan seorang playmaker di belakang dua striker.

Paradoks yang berjalan adalah, Kaka akan menempati posisi tersebut yang seharusnya ditempati oleh Keisuke Honda, pemain yang masih diharapkan untuk bergabung dengan Milan pada Januari mendatang dengan status free transfer. Ada pula yang menganggap bahwa Kaka hanya ‘numpang lewat’ dan akan segera dijual secepat mungkin ke klub MLS usai Maret, setelah Honda bergabung.

Media-media Italia tentu bisa tersenyum dengan kedatangan kembali seorang pemain yang telah menjadi bahan berita paling menarik dalam sejarah Milan selama beberapa dekade terakhir. Tentu saja, tetap ada banyak keraguan.

Teori utamanya adalah, sang presiden Milan Silvio Berlusconi memang sengaja memilih nama tenar yang paling murah, dengan mengesampingkan umur dan kondisi si pemain. Hal ini pernah terjadi sebelumnya. Ada Andriy Shevchenko, Ronaldo, dan Christian Vieri, yang semuanya berakhir dengan kegagalan.

Teori lainnya, Milan ingin mengihidupkan semangat suporternya dengan membawa kembali seorang pemain yang identik dengan kejayaan dalam benak fans Rossoneri. Ada sebuah fakta, ketika Kaka pergi pada musim panas 2009, pemegang tiket musiman Milan turun drastis dari 40.000 hingga kini hanya mencapai 25.000.

Kesimpulannya, masa depan Milan akan menyajikan banyak pertanyaan yang belum terjawab dan akan membuat para penggemar Serie A untuk mendiskusikannya selama beberapa bulan ke depan.



Serie A Italia >> Halaman Khusus Sepakbola Italia
>> Berita Sepakbola Italia Lainnya
>> Semua Klub Serie A & Panduan 2013/14
>> Klasemen Serie A Italia
>> Jadwal & Hasil Serie A Italia
>> Daftar Transfer Serie A Italia
>> Rapor Pemain Serie A Italia

Terkait