thumbnail Halo,

Adalah hak Balotelli mengekspresikan apa yang ada di pikirannya melalui akun Twitter pribadi, demikian pembelaan Marchisio


OLEH DEWI AGRENIAWATI


Andrea Barzagli menegaskan Mario Balotelli tak perlu meminta maaf setelah insiden 'berteriak' di Twitter beberapa waktu lalu.

Super Mario kembali menjadi pusat perhatian media, Jumat pekan lalu, menyusul kartu merah yang diterima dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia kontra Republik Ceko, di mana setelahnya attacante AC Milan menyerang balik pengkritik melalui situs jejaring sosial, meski akhirnya meminta maaf sehari kemudian.

Tak sedikit yang membela Balotelli karena dia dianggap kerap menjadi sasaran provokator, termasuk apa yang diungkapkan bek Juventus.

"Balotelli tak perlu meminta maaf," kata Barzagli, dikutip Football Italia.

"Itu akun Twitter miliknya dan dia mengekspresikan pikirannya saat itu, meski setelahnya dia berubah pikiran."

"Saya ingin memberinya saran untuk tidak menilis apa pun kepada publik di tengah momen panas setelah pertandingan, tapi dia cerdas dengan menyadari kesalahannya," imbuh mantan Wolfsburg.

"Dia harus tumbuh, itu benar, tapi Mario secara konstan diserang setiap orang - lawan, wasit dan fans. Dia harus terbiasa dengan itu, karena dia tahu akan menerima perlakuan 'spesial' di lapangan."

Sementara itu, masih dikutip sumber yang sama Balotelli kembali menunjukkan sisi lain dengan melakukan kunjungan rahasia kepada fan di rumah sakit. Fabrizio Manza, seorang tifosi Brescia, berada dalam bus suporter yang mengalami kecelakaan saat perjalanan pulang setelah pertandingan play-off promosi Serie B dari Livorno dua pekan lalu.

Balotelli, yang tumbuh di Brescia, kemudian mengunjungi Manza di rumah sakit dan tetap bungkam sampai seorang fan mengungkapkannya di Facebook. Suporter usia 22 itu meninggal setelah insiden dan 20 lainnya luka-luka.

Terkait