thumbnail Halo,

Hasil penyelidikan terbaru terkait kematian Morosini menujukkan bahwa staf medis Pescara dan Livorno lalai dalam menangani insiden yang dialami mendiang pemain Italia


OLEH    DEFANIE ARIANTI
Kematian Piermario Morosini di tengah laga Pescara kontra Livorno tahun lalu masih terus diselidiki. Hasil penyelidikan terbaru kini menunjuk staf medis kedua tim serta layanan ambulans sebagai 'kambing hitam'.

Morosini tiba-tiba kolaps saat menjalani pertandingan di babak pertama Serie B antara Livorno dan Pescara digelar musim lalu. Staf medis mencoba melakukan pertolongan kepada pemain yang dimiliki Udinese ini, namun nyawanya tak tertolong sebelum tiba di rumah sakit.

Hasil autopsi Morosini mengungkapkan bahwa dirinya meninggal akibat kondisi jantung yang cukup langka, arrhythmogenic cardiomyopathy. Kondisi inilah yang juga diklaim menjadi penyebab meninggalnya bek Sevilla Antonio Puerta pada Agustus 2007.

Meski demikian, penyelidikan juga dilakukan terhadap kesigapan staf medis serta upaya-upaya yang mereka lakukan untuk menyelamatkan nyawa Morosini. Hasilnya, staf medis Livorno maupun Pescara, begitu juga kru ambulans yang turut membantu Morosini, diketahui tidak menggunakan defibrillator untuk memompa jantung sang pemain. Demikian dilansir Football Italia.

Defibrillator baru digunakan ketika pemain 25 tahun tiba di rumah sakit, di mana peluangnya untuk sembuh kian tipis.

Kritik lebih tajam ditujukan kepada kru ambulans Vito Molfese. Pasalnya, dia tidak memeriksa apakah defibrillator telah digunakan dan memilih tidak menggunakan mesin itu "di saat kemungkinan bertahan hidup masih cukup tinggi (yakni 60-70 persen)."



Ikuti perkembangan terkini sepakbola Italia di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Serie A Italia lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Italia.

Terkait