thumbnail Halo,

Hanya beberapa bulan setelah memastikan hijrah ke Italia, striker Milan dan Azzurri itu menunjukkan kembali bakat yang dimilikinya di lapangan.


OLEH   CESARE POLENGHI    Ikuti @cesarepolenghi di twitter  PENYUSUN   M YANUAR F    
Mario Balotelli. Tahun lalu, nama tersebut identik dengan kekonyolan di dalam dan luar lapangan. Sementara bakatnya di lapangan tak beitu disorot.

Tentu Anda masih ingat apa yang sudah dia lakukan dengan kamar apartemennya beberapa waktu lalu. Dia membakar apartemennya sendiri.

Banyak juga kabar kontroversi yang bermunculan setelahnya, termasuk ketegangan dengan mantan manajernya Roberto Mancini di sesi latihan Manchester City.
STATISTIK BALOTELLI
Penampilan di Serie A 6 Caps
Menit bertanding 515 menit
Gol di Serie A 7 gol (Rata-rata 73,6 menit per gol)
Jumlah tendangan 26 tendangan (65,4% ke arah gawang, 26,9% berujung gol)
Jumlah sundulan 3 Sundulan, 2 berujung gol
Jumlah penalti 3 penalti, 3 gol
Pelanggaran 23 kali melanggar, 24 kali dilanggar

Kesannya pada waktu itu, Balotelli adalah sumber masalah, kontroversi dan hal negatif lainnya.

Tapi, semenjak hijrah ke Milan di awal tahun, kesan tersebut sepertinya hilang dengan sendirinya. Gantinya adalah kabar mengenai kontribusi, kecemerlangan dan gol demi gol yang dibuatnya untuk membawa Rossoneri meraih kemenangan.

Tak hanya itu saja, Azzurri juga mendapatkan imbas dari performa positifnya itu. Dinihari tadi, timnas Italia terhindar dari kekalahan saat berhadapan dengan Brasil di Jenewa. Gol cantiknya di menit 50-an mengubah hasil laga menjadi 2-2.

Balotelli bisa saja mengantar Italia meraih kemenangan jika saja Julio Cesar tak tampil fantastis di bawah mistar gawang Brasil.

Jadi, apakah ini sosok Balotelli sebenarnya, yang andal dan berbakat di atas lapangan? Atau hanya menjadi badut, seperti yang digambarkan media Inggris?

Apapun itu jawabannya, Balotelli sudah mencatat performa yang mengkilap. Diboyong dari Manchester City dengan paket transfer yang nilainya mencapai 70 juta euro, pemain 22 tahun itu membayarnya dengan kontribusi mentereng.

Di enam laga bersama Milan, Balotelli sudah mencetak tujuh gol. Bahkan sejak meninggalkan Manchester City, sudah delapan gol dilesakkannya di tujuh penampilan di semua kompetisi.

Balotelli, bersama Daniele De Rossi, juga menjadi pemain Italia yang bisa mencetak gol ke gawang Brasil dalam 16 tahun terakhir sejak Alessandro Del Piero melakukannya pada 1997.

Keistimewaan Balotelli juga tak berhenti sampai disitu. Penyerang 22 tahun itu juga selalu bisa diandalkan di saat kritis. FC Internazionale dan Manchester City juga harus mengakuinya.

Saat masih di Inter, Balotelli mencetak sejumlah gol saat menghadapi Juventus. Di Manchester City, dia membuat assists kepada Sergio Aguero, yang berujung pada gelar juara Liga Primer Inggris musim lalu. Di Italia, dua golnya ke gawang Jerman membawa Azzurri melenggang ke babak final.

Dan musim ini, Milan bisa memaksimalkan potensinya. Urusan lain di luar sepakbola disegel dan karena bukan merupakan kepentingan publik membahas urusan personal pemain. Percayalah, manajemen Milan tahu bagaimana membungkam media untuk urusan ini.

Keberadaan Balotelli di Milan juga memiliki arti tersendiri. Bersama Stephan El Shaarawy, Milan seakan ingin menegaskan bahwa mereka adalah simbol perlawanan klub terhadap rasisme, juga menjadi bukti bahwa pihak klub siap untuk regenerasi. Balotelli, juga El Shaarawy, bisa diandalkan menjalankan peran tersebut.

Jika sudah begini, fans Milan sepertinya boleh kembali berbangga karena ada kebanggaan baru di skuat kesayangan mereka. Milanisti juga seharusnya berbagi kegembiraan tersebut bersama dengan pendukung Azzurri. Pasalnya, Milan dan Italia kini memiliki simbol baru, dan simbol tersebut adalah Balotelli.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Italia di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Serie A Italia lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Italia.

Terkait