thumbnail Halo,

"Saya berteriak namun tidak ada yang mendengarkan," tutur Cannavaro.


OLEH MUHAMMAD RUFFY
Kapten Napoli Paolo Cannavaro mendesak sepakbola Italia untuk mempertimbangkan mengubah aturan yang membuatnya sempat mendapatkan hukuman tak boleh bermain enam bulan gara-gara tudingan mengetahui skandal pengaturan pertandingan.

Hukuman tersebut telah dibatalkan setelah Napoli melakukan banding, sebulan setelah hukuman tersebut diberlakukan. Hukuman pengurangan dua poin Napoli dibatalkan dan adik kandung Fabio Cannavaro itu dan pemain Napoli lainnya Gianluca Grava juga boleh kembali bermain.

"Kami adalah pemain yang sama yang berlatih dengan senyuman di wajah-wajah kami. Akan tetapi sebelum pertandingan hal itu [hukuman] telah membuat kami semua sedih," katanya.

"Saya telah bertindak di luar batas dalam beberapa bulan ini. Namun kini yang penting segalanya telah diselesaikan. Sejujurnya saya tidak percaya hal seperti ini terjadi pada saya. Saya berteriak namun tidak ada yang mendengarkan. Otoritas [sepakbola Italia] harus mengubah aturan," katanya.

"Gianluca [Grava} dan saya tidak bersalah dalam peristiwa tersebut, begitu juga klub. [Jika kami benar-benar dihukum] itu akan menjadi penyesalan besar dalam karier kami dan juga sebuah ketidakadilan yang luar biasa," tambah pemain berusia 31 tahun itu.

"Saya sedang di rumah saat hasil banding tersebut keluar. Saat saya mengangkat telepon itu saya menangis bahagia. Saya tidak pernah berniat untuk melakukan banding karena saya tidak bersalah dan tidak mungkin mengakui hal yang tidak saya lakukan," katanya.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Italia di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Serie A Italia lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Italia.

Terkait