thumbnail Halo,

Paul Pogba memberi pelajaran kepada striker Juventus yang mandul dengan mencetak dua gol cantik ke gawang Udinese akhir pekan kemarin.


ANALISIS   ZAC LEE RIGG     PENYUSUN   TEGAR PARAMARTHA 
Usai kemenangan 4-0 atas Udinese, direktur Giuseppe Marotta mengatakan bahwa negosiasi dengan Fernando Llorente semakin menunjukkan perkembangan yang baik. Sementara itu, Juventus juga mulai mendapatkan dampak positif dari sosok Paul Pogba.

Gelandang asal Prancis berusia 19 tahun tersebut mencetak dua gol cantik melalui tendangan jarak jauh ke gawang Udinese, membuktikan perbedaan kedua tim hingga pertahanan tim tamu semakin rapuh menjelang pertandingan berakhir dan Juve mencetak gol tambahan.

Dua gol itu membuat Pogba hanya kalah dua gol dari top skor Juve di liga musim ini (Fabio Quagliarella dan Sebastian Giovinco, masing-masing enam gol). Kurang konsistensinya pencetak gol adalah mengapa Juve mengejar Llorente dan striker Lyon Lisandro Lopez. Faktanya, setelah terbukti membuat lini tengah tim lebih kuat, suporter Nyonya Tua mungkin akan berharap kemampuan Pogba akan melebihi sapaan candaan untuk dia ketika berlatih di hari pertama: Mario Balotelli.

Keduanya memiliki fisik dan sikap flamboyan yang sama. Rambut keduanya yang dapat dibandingkan. Tetapi Pogba mampu membuat orang-orang berpikir lain tentang dirinya. Lihat saja gol keduanya di pekan ini. Gol pertamanya menunjukkan bahwa itu termasuk salah satu kandidat gol terbaik musim ini. Gol kedua menunjukkan kemampuannya untuk dapat dengan tenang menemukan ruang tembak.

Arturo Vidal memberi bola kepada Pogba, yang berada dalam tekanan. Pemain asal Prancis itu melindungi bola dari tekel Allan dan kemudian meninggalkannya di belakang. Kemudian Pogba melepaskan tembakan yang menembus jala Daniele Padelli. Sang kiper pun mengangkat tangannya untuk bertanya mengapa bek memberi Pogba ruang yang luar, atau mungkin mengapa dewa sepakbola begitu kejam. Di tribun, Pavel Nedved berdiri dan bertepuk tangan.

Conte mengatakan performa itu mengingatkan dirinya pada Frank Rijkaard. Banyak media Italia membandingkannya dengan Patrick Vieira, sosok yang menyarankan Pogba bergabung dengan Juve. "Saya tidak ingin meniru siapapun," ujar Pogba kepada SkySport24, "Saya hanya ingin berkembang dan tetap menjadi Paul Pogba."

Dia, sama seperti kita semua, masih mencari siapa dirinya.

Untuk Halloween, pemain-pemain Juventus berdandan dengan kostum yang rumit, Pogba cocok sebagai Darth Maul. Musim panas ini, getaran antagonis mungkin akan cocok. Setelah membantu Manchester United meraih juara Piala FA Youth 2011 dan tampil sebanyak tujuh kali di tim utama sebagai pemain pengganti, Pogba menolak untuk memperpanjang kontrak. Dengan kompensasi sangat sedikit satu juta Euro, ia pindah ke Juventus untuk gaji sebesar enam ratus ribu Euro, seperti yang dilansir La Gazzetta dello Sport.

Kasus lain terkait uang yang didorong oleh agen nakal, dalam hal ini Mino Raiola. "Saya tidak berpikir dia menunjukkan rasa hormat kepada kami sama sekali, jadi sejujurnya, saya cukup senang. Jika mereka terus melakukannya, mungkin lebih baik mereka melakukannya jauh dari kami," ujar Sir Alex Ferguson kepada MUTV.

Tidak banyak pemain muda yang memilih untuk meninggalkan Old Trafford. Meski sedikit yang karirnya terbantu karena hal tersebut. "Saya tidak sabar," ujar Pogba.



PAUL POGBA
GELANDANG | JUVENTUS

STATISTIK KLUB MUSIM 2012/13
Penampilan 19
Goals 4
Assists 0
STATISTIK INTERNASIONAL
Debut senior N/A
Caps U-19 (gol) 6 (3)
Bisa seperti... Patrick Vieira


Pada September dia mengatakan ingin menjadi pemain terbaik di dunia, diawali dengan masuk ke skuat tim nasional Prancis untuk Piala Dunia 2014 di Brasil.

Angkuh dan sembrono. Sama seperti Balotelli. Kecuali mungkin Pogba lebih banyak dibandingkan dengan pemain lain, para gelandang yang telah mengukir sejarah.

Oktober, Pogba mencetak gol pertamanya untuk Juventus, tendangan volley dari luar kotak penalti, dan memastikan kemenangan atas Napoli, rival terbesar Juve dalam perebutan gelar juara Serie A Italia. Beberapa hari kemudian, ia kembali tampil gemilang.

"Itu badai selama 20 menit menghadapi pertahanan Bologna," ujar Diego Costa kepada La Repubblica. "Sebuah badai Sandy bernama Pogba." Dia mendapati satu golnya dianulir dan kemudian peluangnya berakhir di tiang gawang. Hingga mencetak gol kemenangan dengan tandukannya. "Dia bukan lagi hanya seorang prospek," ujar bos Bologna Stegano Pioli kepada Raisport.

Di banyak klub, hasil binaan Le Havre tersebut telah naik jauh di atas status pemain prospek.
La Gazzetta memprediksi Ferguson akan mengumpat karena membiarkan Pogba hengkang. Tetapi Juventus, terlepas sedikitnya gol, dapat mengklaim memiliki lini tengah terbaik kedua di dunia.

"Pogba fantastis dan bermain dengan luar biasa, tetapi saya memiliki satu kritikan: Dia harus tetap fokus," ujar asisten pelatih Juve Angel Alessio kepada La Gazzetta."Setelah 20 menit dia menjadi sedikit terganggu dan itu tidak bagus. Mengingat sifat Conte sama seperti saya, jika Paul tidak memperbaiki itu dalam permainannya maka dia tidak akan berjalan jauh."

Jika Alessio mencoba untuk menenangkan gejolak, kesempatan bermain telah membantunya. Ranking Pogba semakin naik, ia sekarang berada di belakang Andrea Pirlo, Claudio Marchisio dan Vidal. Dia akan bermain ketika salah satu cedera. Hasilnya, ia telah tampil sebagai starter sebanyak delapan kali dan lima kali sebagai pemain pengganti. "Saya masih harus berkembang dan saya diingatkan hal ini oleh staff pelatih," ujar Pogba.

Cinta yang kuat, setidaknya, telah membawa sisi lebih rendah hati dari Pogba keluar dalam sebuah wawancara. Dia berbicara tentang kebanggaan dan rasa syukur ketika dipertimbangkan masuk ke skuat Prancis (dia masih dapat masuk ke timnas U-21). Bulan lalu, ketika Conte tidak menurunkan dia saat menghadapi Pescara karena terlambat dalam dua sesi latihan, dia banyak meminta maaf, bahkan Raiola merasa berang dengan cara Conte itu.

"Saya tahu kesalahan itu juga dapat digunakan untuk berkembang, dan setiap pengalaman berguna untuk perkembangan setiap dari kami," ujar Pogba kepada TuttoSport. "Saya menyadari dan saya akan melakukan apa saja untuk memastikan hal itu tidak akan terulang di masa depan."

Dia sudah dapat berbicara bahasa Italia. Dia menggunakan nada hormat untuk pelatihnya dan bahkan untuk mantan timnya. Dan untuk seseorang yang keluar dengan paksa dari Manchester United, ia dengan senang menerima perannya sebagai pemain cadangan.

"Tidak ada masalah jika saya harus ke bangku cadangan, saya akan pergi," ujarnya kepada SkySport24. "Jika saya harus bermain, saya akan bermain dan memberikan yang terbaik."

Dengan cederanya Marchisio, dia harus bermain, ia menjadi starter dalam tiga pertandingan Serie A sejak tahun baru.

Masih banyak waktu bagi Pogba untuk menggagalkan karirnya yang menjanjikan. Pada beberapa titik, nafsu Raiola untuk mendapatkan bagian dari biaya transfer akan ikut ambil bagian. Sampai saat itu, Conte mungkin meminta Pogba untuk memberikan petunjuk mencetak gol kepada striker Juve di sesi latihan.


Ikuti perkembangan terkini sepakbola Italia di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Serie A Italia lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Italia.

Terkait