thumbnail Halo,

Armada Bianconeri kehilangan poin secara beruntun dan 'membiarkan' Lazio serta Napoli mengejar perolehan nilai mereka di papan klasemen


EKSKLUSIF   KRIS VOAKES     PENYUSUN   DEFANIE ARIANTI    
Jika gelaran Serie A Italia dimulai pada 1 Januari, Juventus bisa jadi menduduki peringkat 15 dan terpaut lima angka dari pemuncak klasemen Napoli. Beruntung bagi klub asal Turin, mereka mengawali 2013 dengan keuntungan berkat performa impresif di awal musim. Namun, kekalahan dari Sampdoria dua pekan lalu serta hasil imbang melawan Parma, Minggu (13/1) malam, memaksa Juve kehilangan keunggulan delapan angka yang telah diraihnya.

Untuk kedua kalinya secara berturut-turut, armada Nyonya Tua berpeluang mengemas kemenangan. Tendangan bebas Andrea Pirlo, seperti halnya penalti Sebastian Giovinco minggu sebelumnya, sepertinya bakal memberikan mereka tiga angka penuh. Namun, mereka gagal melakukannya akibat blunder di lini pertahanan. Ketidakhadiran Kwadwo Asamoah, Giorgio Chiellini dan Claudio Marchisio membuat sisi kiri formasi mereka pincang.

Tidak heran, gol balasan Nicola Sansone di menit 77 datang melalui serangan di sisi kiri Juventus. Sejujurnya, tim besutan Roberto Donadoni memang layak meraih poin mereka dan mungkin terbilang sial karena tidak mampu menjebol pertahanan jawara Italia lebih awal, mengingat performa kuat mereka sejak menit pertama.

Ketidakmampuan Andrea Barzagli, Federico Peluso dan Martin Caceres mengisi lubang yang ditinggalkan Chiellini dalam beberapa kesempatan musim ini, mungkin kini saatnya bagi pelatih Antonio Conte untuk melirik cara-cara baru guna mengatasi absennya bek terbaik Italia akibat cedera. Ditambah kurangnya daya gedor mereka di lini depan, banyak alasan untuk meyakini bahwa Juventus mungkin saja bisa menguasai laga dengan mengubah formasi mereka menjadi 4-3-3.

FORMASI YANG BISA DIPERTIMBANGKAN

KIPER

Gianluigi Buffon

BEK KANAN
BEK TENGAH
BEK TENGAH
BEK KIRI
Stephan Lichtsteiner
Andrea Barzagli

Leonardo Bonucci

Paolo De Ceglie

GELANDANG TENGAH
GELANDANG TENGAH
GELANDANG TENGAH

Arturo Vidal


Andrea Pirlo


Paul Pogba
(Marchisio, jika fit)

PENYERANG KANAN
PENYERANG TENGAH
PENYERANG KIRI

Fabio Quagliarella

Mirko Vucinic

Sebastian Giovinco

Conte sering menggunakan formasi itu di awal kepemimpinannya di Turin, akhir 2011 lalu. Formasi tiga penyerang juga berbuah manis lewat kemenangan atas AC Milan di ajang Coppa Italia, tengah pekan lalu. Memiliki tambahan pemain sebagai penyerang memungkinkan Giovinco bermain di sisi kiri, posisi yang terbukti sukses dia jalani bersama Parma musim lalu. Dia kini terancam tidak bisa menyamai torehan 15 golnya di musim 2011-12 kendati bermain di tim yang lebih dominan dan memiliki keunggulan dalam hal penguasaan bola. Di sisi kiri, Giovinco terlihat jauh lebih nyaman menghadapi full-back dan menemukan lubang dalam pertahanan lawan.

Pergantian menjadi empat pemain bertahan akan membantu mengatasi absennya Asamoah maupun Chiellini. Meskipun bintang internasional Ghana sejatinya bukanlah seorang bek, pengaruhnya di sektor kiri dalam kapasitas bertahan tidak bisa diremehkan. Tanpa kehadiran dirinya, Juve akan kesulitan memberi bantuan kepada pelapis Chiellini untuk membendung penyerang-penyerang lawan. Jika Conte menempatkan full-back ortodoks seperti Paolo De Ceglie, atau bahkan memindahkan Stephan Lichtsteiner ke sisi kiri bersama Caceres atau menempatkan
Mauricio Isla di sektor kanan, bek tengah seperti Leonardo Bonucci dan Andrea Barzagli bisa memberikan dukungan yang saat ini tidak dimiliki Juve.

Bonucci belum pernah menampilkan performa luar biasa dalam susunan empat pemain bertahan seperti yang biasa dia tunjukkan sejak Juve pertama kali mengubah formasi menjadi 3-5-2. Namun, semakin banyak laga yang dilakoni tanpa kehadiran Chiellini, semakin banyak tim lawan yang bisa mengeksploitasi lubang di belakang wing back dan mencari kelemahan mereka di sana. Untuk saat ini, perubahan itu merupakan opsi yang lebih baik di mana Bianconeri tengah kesulitan menampilkan performa yang telah menjadi trademark mereka selama 16 bulan terakhir.

Juventus akan menjamu Udinese yang tengah berada dalam kondisi optimal, pekan depan. Conte harus mempertimbangkan perubahan formasi. Jika hasil buruk ini terus berlanjut, mereka bisa jadi terancam kehilangan gelar Scudetto, situasi yang tampaknya tidak akan terjadi, sepuluh hari lalu.

SEMENTARA ITU...

  • Udinese bertandang ke Turin setelah balik mengungguli Fiorentina, akhir pekan lalu. Performa kubu Friuli tengah menurun setelah gagal lolos ke babak penyisihan grup Liga Champions musim ini. Namun, meski kehilangan pemain-pemain bintangnya di bursa transfer musim panas, tim besutan Francesco Guidolin terus menyulitkan lawan-lawan mereka. Udinese tercatat hanya menelan empat kekalahan sepanjang musim ini, rekor positif yang hanya bisa dikalahkan oleh Juventus. Selain itu, performa Antonio Di Natale yang kembali maksimal dan fakta bahwa tim-tim di atas mereka tengah kesulitan, siapa yang bisa menentang perjuangan mereka menembus Eropa di musim 2013-14?
  • Lazio diam-diam merangsek ke peringkat dua dan kini hanya terpaut tiga angka dari pemuncak klasemen usai membungkam Atalanta 2-0 di Stadio Olimpico. Banyak pengamat terus menilai Juve sebagai favorit juara musim ini, di mana Napoli menjadi pesaing terdekat mereka dalam memperebutkan Scudetto. Namun, anak-anak asuh Vladimir Petkovic terus mendeka. Meskipun Hernanes dan Miroslav Klose memberikan pengaruh besar atas kesuksesan itu, Lazio juga harus dipertimbangkan secara serius berkat lini pertahanan kuat mereka yang bisa membantu kekurangan di sektor serangan. Lazio mungkin menempati peringkat delapan dalam hal finishing, namun mereka menempati peringkat tiga dalam hal pertahanan di Serie A. Itu menjadikan mereka skuat yang layak diperhitungkan.
  • Palermo yang diperkirakan bakal membaik setelah bursa transfer Januari masih mengalami kesulitan, menyusul hasil buruk melawan Napoli yang berujung pada kekalahan kedua mereka di 2013. Kekalahan 3-0 di San Paolo diakibatkan lemahnya pertahanan mereka, di mana pemain anyar seperti Salvatore Aronica dan Andrea Dossena tidak mampu membantu Rosanero membendung kekuatan klub lama mereka. Pertanyaan yang tidak bisa dihindari di kubu Palermo terkait masa depan pelatih Gian Piero Gasperini, yang terancam kehilangan posisinya jika tidak mampu membuat skuatnya bekerja dengan optimal. Menempati posisi 19, salah satu klub yang dihormati di Serie A bisa jadi akan tergusur ke Serie B, Mei mendatang.



Ikuti perkembangan terkini sepakbola Italia di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Serie A Italia lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Italia.

Terkait