thumbnail Halo,

Gelandang Milan menegaskan akan melanjutkan perang melawan rasisme.


OLEH DEWI AGRENIAWATI

Gelandang AC Milan Kevin-Prince Boateng mengaku terkejut menerima kekerasan rasis saat timnya menjalani laga persahabatan kontra Po Patria, tengah pekan lalu.

Boateng memutuskan meninggalkan lapangan di pertengahan babak pertama setelah menjadi sasaran rasisme. Pemain asal Ghana ini berharap tidak ada pemain lain mendapat perlakukan serupa di lapangan hijau.

"Saya kaget di waktu kita hidup sekarang --di tahun 2013-- hal seperti ini masih terjadi dan kami masih harus berjuang melawan hal ini dan mendengar rasis," kata Boateng kepada CNN.

"Ini bukan kali pertama dalam hidup saya melihat atau mendengar hal ini. Saya 25 tahun dan tak ingin melihat kejadian seperti ini lagi dan bagi diri saya sendiri, tak ada seorang pun yang bisa meyakinkan saya untuk main lagi. Saya mengatakan: 'saya tak akan main di lapangan ini lagi!"

"Tidak, saya tak bicara dengan pemain berkulit hitam lain sebelum mengambil keputusan itu. Di lapangan, Anda tak punya banyak waktu untuk bicara soal ini, tapi saya bisa mendengar ketika mereka melakukannya kepada [Sulley] Muntari bahkan sebelum mereka melakukan itu kepada saya," lanjut mantan Portsmouth.

Boateng juga menceritakan alasannya menendang bola ke arah penonton, karena dia setidaknya tiga kali mendengar ejekan rasis kepada pemain Milan termasuk Muntari dan M'Baye Niang.

"Saya sangat marah, jadi saya menendang bola ke arah penonton," tandasnya.


Ikuti perkembangan terkini sepakbola Italia di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Serie A Italia lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Italia.

Terkait