thumbnail Halo,

Stramaccioni mengungkapkan keputusannya mengganti Milito dengan Guarin, demi memberi ruang lebih banyak di kotak penalti Palermo.


OLEH    DONNY AFRONI

Pelatih FC Internazionale Andrea Stramaccioni menilai konsistensi permainan tim besutannya membuat mereka meraih angka penuh ketika menundukkan Palermo 1-0.

Inter mendapatkan tiga angka setelah Santiago Garcia melakukan gol bunuh diri di menit ke-74. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri hasil negatif yang diraih Nerazzurri di Serie A Italia pasca membungkam Juventus awal November lalu.

“Di saat seperti ini, ketika kami tidak berada dalam kondisi terbaik, saya merasa senang dengan sikap tim, dan konsistensi performa pemain,” ujar Stramaccioni kepada wartawan.

“Kami bermain lebih dalam lagi di babak kedua, dan selanjutnya gol membuat semuanya menjadi lebih mudah. Kami memiliki karakteri spesifik, dan struktur yang harus memberikan umpan kepada striker. Diego Milito baru saja lulus tes medis, dan dia sudah memberikan kontribusi.”

“Kami berusaha bermain sebaik mungkin saat ini, memaksa Palermo hanya bisa bermain umpan-umpan panjang. Itu menjadi sinyal penting.”

“Saya menggantikan Milito dengan Fredy Guarin, karena kami terlalu penuh di kotak penalti Palermo, serta ingin membuat ruang bagi pemain di area itu, dan berjalan bagus. Antonio Cassano punya karakteristik berbeda dari Philippe Coutinho, sehingga kami tidak melakukan pendekatan yang sama seperti ketika berhadapan dengan Juventus.”

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Italia di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Serie A Italia lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Italia.

Terkait