thumbnail Halo,

Perampingan skuat mutlak dilakukan Il Diavoli sebelum kembali merambah bursa transfer.


OLEH   DEDE SUGITA

Adriano Galliani, wakil presiden dan CEO AC Milan, menggarisbawahi bahwa klubnya tak akan berbelanja pemain baru lagi sampai melego sejumlah personel dari skuat terkini.

Musim panas kemarin I Rossoneri menjual duet bintang Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva ke Paris Saint-Germain, juga melepas kepergian pilar-pilar veteran yang telah habis kontrak seperti Alessandro Nesta, Gennaro Gattuso, dan Clarence Seedorf.

Sebagai gantinya, Milan mendatangkan punggawa-punggawa anyar dengan bebas transfer, pinjaman, atau membeli tapi dengan harga terjangkau.

Kebijakan yang dimaksudkan untuk menghemat pengeluaran klub ini sayangnya tetap berdampak negatif karena skuat Milan tetap gemuk dan total gaji yang dibayar terbilang tinggi, bahkan paling tinggi di antara tim Serie A lainnya.

Karena itu, perampingan skuat pun mutlak dilakukan sebelum Il Diavoli kembali merambah bursa transfer.

“Sekarang kami punya 30, 32 pemain. Kami pertama-tama akan menjual dan setelah itu, ketika skuat sudah dirampingkan, kami akan membeli pemain baru,” ungkap Galliani kepada RMC.

“Kami memiliki beberapa pemain yang ingin pergi, tapi hanya sedikit, dan beberapa pemain lainnya yang hendak kami jual tapi tak menerima destinasi baru karena mereka bahagia di Milan.”

Sang wapres juga menjelaskan soal penjualan Ibra ke PSG dan Antonio Cassano, yang dilego lewat paket barter dengan Giampaolo Pazzini, ke FC Internazionale.

“Saya banyak menderita dengan Ibra. Situasi ekonomi di negara ini memang demikian adanya. Ibra adalah sebuah kemewahan yang harus kami lepaskan.”

“Cassano? Dia rutin meminta kami, melalui pesan singkat, untuk menjualnya. Dia ingin pergi dan dia terpukul oleh saya dan Massimiliano Allegri,” beber Galliani.

 

 

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Italia di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Serie A Italia lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Italia.

Terkait