thumbnail Halo,

"Hingga hari ini, setiap menendang bola saya masih merasakan sakit di area lutut."


OLEH   GUNAWAN WIDYANTARA     Ikuti di twitter
Arsitek FC Internazionale Andrea Stramaccioni berbagi perasaan saat dia terpaksa mengakhiri karir sebagai pemain lebih cepat.

Stramaccioni yang baru usia 36 ini mengulang kisah Jose Mourinho dan Arrigo Sacchi sebagai sosok yang tidak pernah bermain di level top dan menjadi pelatih di usia yang masih muda.

"Mengakhiri karir karena cedera adalah momen paling sedih dalam kehidupan muda saya," ungkappnya di Sette.

"Semua yang telah direncanakan berubah hancur. Impian saya bermain di Serie A dan menjadi pemain profesional musnah."

"Hingga hari ini, setiap menendang bola saya masih merasakan sakit di area lutut."

"Saat itu berat badan saya naik 15kg, saya depresi. Keluarga dan mengalihkan perhatian pada pendidikan menjadi jalan keluar."

"Pesan kecil yang bisa saya sampaikan adalah bahkan di Italia, seorang pelatih bisa meraih sukses meski dulunya bukan pemain terkenal."

"Saya berhasil dari titik nol dan ini menjadi pencapaian terbesar yang bisa saya terima," tandasnya.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Italia di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Serie A Italia lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Italia.

Terkait