thumbnail Halo,

Menurut Aldair, bukan cuma Zemanlandia yang mengakibatkan sisi defensif Roma begitu buruk.

GOAL.com Indonesia   OLEH
DEDE SUGITA

AS Roma di tangan Zdenek Zeman mencatatkan diri sebagai tim tersubur di Serie A hingga giornata 10 bersama Juventus. Kedua tim sama-sama telah 22 kali merobek jala lawan.

Hanya, berbeda dengan sang capolista, I Giallorossi tak mengimbangi itu dengan ketangguhan lini belakang. Menelan 19 gol, Roma bahkan menjadi tim dengan rekor defensif terburuk sejauh ini.

Fakta tersebut sebenarnya tak terlalu mengherankan karena Zemanlandia, gaya ultraofensif usungan sang pelatih, memang kerap meninggalkan lubang menganga di garis pertahanan.

Namun, menurut eks palang pintu I Lupi, Aldair, bukan cuma Zemanlandia yang mengakibatkan sisi defensif Roma begitu buruk. Para bek, yang kebanyakan personel anyar dan baru pertama kali mencicipi atmosfer Serie A, juga patut ditunjuk sebagai biang keladi.

“Ini adalah problem yang berhubungan dengan taktik Zeman dan para bek yang dimilikinya,” ucap pria Brasil yang pernah merasakan arahan Zeman pada periode pertamanya membesut Roma (1997-99) itu kepada Palermo 24.

“Filosofi sepakbola Zeman dikarakterisasi oleh masalah defensif karena dia selalu bermain dengan garis pertahanan yang amat tinggi. Dengan bermain seperti itu, Anda akan selalu kemasukan banyak gol.”

“Tapi para bek yang dimilikinya juga mempunyai kesalahan sendiri, karena mereka adalah para youngster yang baru pertama kalinya menjajal kompetisi sulit seperti Liga Italia,” tuntas Aldair.

 

 

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Italia di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Serie A Italia lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Italia.