thumbnail Halo,

Napoli terancam sejumlah hukuman dari asosiasi domestik dan Eropa, mulai dari pengaturan skor, hingga masalah stadion dan fans.

GOAL.com Indonesia   OLEH
THEO MATHIAS

Federasi Sepakbola Italia (FIGC) menuduh Napoli terlibat kasus pengaturan skor pada akhir musim 2009/10, dan beban Napoli semakin berat setelah UEFA memberikan sanksi akibat masalah stadion dan fans.

Pihak klub, mantan kiper ketiga Matteo Gianello, dan mantan pemain Silvio Giusti akan memberikan kesaksian di hadapan komite disiplin FIGC setelah pihak investigasi kriminal memberikan informasi tentang dugaan pengaturan skor saat Sampdoria mengalahkan Napoli 1-0 pada partai terakhir musim 2009/10 yang membuat Sampdoria lolos ke kualifikasi Liga Champions.

Selain itu, duet bek Napoli Paolo Cannavaro dan Gianluca Grava juga terancam hukuman karena dianggap gagal melaporkan dugaan pengaturan skor itu.

Selain hukuman domestik, UEFA juga tak puas dengan cara Napoli menjamu tim Swedia AIK pada September lalu karena tingkah fans yang tak pantas, kurangnya penataan stadion, serta tak mengikuti peraturan UEFA tentang keamanan stadion.

Badan kontrol dan disiplin UEFA melarang klub menjual tiket di beberapa bagian stadion untuk laga kandang Liga Europa selanjutnya lawan Dnipro Dnipropetrovsk pada 8 November.

Selain itu, Napoli juga dituntut memberikan bukti foto perbaikan stadion sebelum 6 November, atau terancam dilarang tampil di kandang pada kompetisi Eropa.

Denda senilai €150.000 dan ancaman tampil tanpa penonton dalam masa percobaan lima tahun juga diberikan kepada Napoli, setelah sejumlah fans Swedia diserang dengan pukulan dan pisau satu hari sebelum pertandingan.

Napoli diberikan waktu tiga hari untuk mengajukan banding atas keputusan UEFA itu.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Italia di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Serie A Italia lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Italia.

Terkait