thumbnail Halo,

Goal.com singgah di Ho Chi Minh City, Vietnam, untuk berbincang dengan Edgar Davids mengenai sepakbola jalanan dan juga sedikit tentang Juventus.

GOAL.com Indonesia   EKSKLUSIF
CESARE POLENGHI
ALIH BAHASA
TEGAR PARAMARTHA

Bertemu dengan Edgar Davids terasa seperti bertemu dengan bintang hip-hop. Matanya berada di balik kacamata yang trendi, mantan pemain Ajax dan Juventus tersebut duduk di ruang press area, usai mempromosikan sepakbola jalanan di Asia.

Saya bertanya apakah dia lelah, tetapi dia menyapa saya dengan jabat tangan hangat, dan setelah saling melempar canda dalam bahasa Italia, dia kemudian mengatakan: "Saya di sini untuk berbicara sepakbola jalanan. Tidak masalah. Mari berbincang."

Tentu saja. Jadi, saya meminta kepadanya untuk menjelaskan tentang hal dasar (tentang sepakbola jalanan), Davids langsung mengatakan: "Sepakbola jalanan memiliki semua dasar dari sepakbola (lapangan): Anda akan sering menyentuh bola, bermain cepat, mengajari Anda berpikir cepat dan kreatif. Kebanyakan pemain-pemain besar memulai bermain dari jalanan: Ronaldinho, Zidane, Pele, Diego [Maradona]...Juga, sepakbola jalanan adalah tentang gaya, trik dengan bola. Seorang pemain dapat mengembangkan pergerakannya dan berkembang secara cepat."

"Ketika Anda bermain dengan 11 pemain, Anda mungkin akan bermain dengan sedikit menyentuh bola, tetapi di sepakbola jalanan Anda akan selalu terlibat, jadi ini adalah cara yang luar biasa untuk meningkatkan kemampuan Anda, dan belajar bagaimana menciptakan dan memanfaatkan ruang dalam lapangan yang sempit."

Saya kemudian bertanya kepada Davids tentang hubungan sepakbola jalanan dengan fashion dan musik, dan dia kembali menggarisbawahi pentingnya sebuah gaya: "Sama seperti Anda ingin memiliki gaya yang bagus sebagai pemain, Anda ingin terlihat bergaya dalam pakaian Anda, dan karena itulah saya menciptakan merk sepakbola jalanan pertama, Monta Soccer. Saya berpikir mengenai pakaian yang dapat Anda pakai di sekolah, tetapi juga dapat Anda pakai untuk bermain sepakbola dalam perjalanan pulang. Itulah Monta. Dan tentu saja, kami senang bermain sambil mendengarkan musik."



Saya melanjutkan, dibandingkan dengan banyak pemain-pemain lain di generasinya yang telah pensiun, dia mengambil rute alternatif yang cukup berbeda, mempromosikan sepakbola jalanan ke seluruh dunia. Bagaimana dengan menjadi pelatih atau karir yang lebih umum?

"Saya sangat bahagia dengan keterlibatan saya bersama sepakbola jalanan dan Monta. Pelatih membutuhkan pemain yang bagus, dan apa yang saya dan komunitas sepakbola jalanan coba lakukan adalah menciptakan lebih banyak pemain bagus. Kami kembali ke akar sepakbola, dan mengembangkan permainan yang membuat pemain banyak mengolah bola. Ini terbukti secara ilmiah sekarang bahwa pemain yang lebih banyak latihan dengan bola akan menjadi pemain yang lebih baik daripada yang tidak. Jadi kami memiliki peran yang penting, melalui sepakbola jalanan kami mempersiapkan pemain yang lebih baik."

Bagaimana dengan Asia sejauh ini? "Pemain Asia sangat ingin bekerja keas, tetapi mereka tidak memiliki fisik seperti orang Eropa, jadi mereka mungkin harus bekerja keras dua kali lipat. Dengan sepakbola jalanan, kemampuan mereka akan meningkat pesat, dan begitu juga dengan pemahaman terhadap taktik, karena dengan bermain pada ruang sempit, Anda harus sangat fokus pada permainan Anda. Jadi, kami ingin menginspirasi anak -anak Asia untuk bekerja keras, untuk menjadi pemain yang lebih baik di masa depan, dan mereka pasti akan mendapatkan keuntungan dengan bermain di jalanan."

"Sekarang ada pemain-pemain Asia yang bermain sangat baik, kita memiliki Shinji Kagawa di Manchester United dan Yuto Nagatomo di FC Internazionale, yang sangat penting untuk Jepang dan Asia, mereka pasti menginspirasi anak muda. Terlebih lagi, di tempat seperti Cina yang memiliki cukup uang untuk mendapatkan pemain berpengalaman ke Asia. Ini sangat penting, karena mereka sangat kompeten untuk mengajari pemain muda dan membantu mereka berkembang. Anda juga membutuhkan pelatih yang tepat dan menciptakan peluang."



Apakah Tiger Street Football adalah salah satu kesempatan itu? "Saya senang bekerja dengan Tiger Street Football, dan membantu mengembangkan pertandingan di Asia. Sangat jelas bahwa mereka datang kepada saya sebagai duta, karena saya pemain sepakbola profesional, dan saya masih dapat bermain sepakbola jalanan dalam level yang tinggi."

"Sepakbola jalanan sangat luar biasa dan itu dapat membantu, karena ini terbuka untuk siapa saja dan sangat mudah, yang Anda butuhkan hanyalah sebuah bola. Dengan bermain di jalanan, level sepakbola Asia dapat berkembang, karena Anda akan mendapaktan lebih banyak pemain dengan teknik berkualitas, mereka akan lebih cepat, lebih kreatif, dan setelah sukses di jalanan, akan sangat mudah bagi mereka untuk bermain dengan 11 pemain. Tentu saja ada perbedaan ketika Anda pindah ke sepakbola lapangan, tetapi tidak sulit untuk beradaptasi, banyak pemain yang melakukan transisi dengan sukses."

Saat Davids dengan tegas mengatakan bahwa saat ini dia lebih tertarik dengan perannya sekarang sebagai promotor sepakbola jalanan daripada mengenang masa lalu, ketika kami menyerahkan mic kepada fans di Ho Chi Minh City, tentu saja mereka penasaran dan bertanya tentang karirnya. Ketika ditekan, dia mengatakan bahwa dia masih terikat dengan Juventus. "Mereka bermain dengan sangat baik sekarang, iya kan?" ujarnya dengan gembira.

Bagaimanapun juga, Davids merasa tidak setuju dengan label 'New Edgar Davids' yang diberikan kepada Arturo Vidal. "Dia adalah pemain yang sangat bagus. Saya berharap dia dapat bermain dengan baik di Juventus, dan dia sedang menampilkan performa yang baik. Tetapi, hanya ada satu Edgar Davids, dan tidak akan ada lagi setelah itu."




Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait