thumbnail Halo,

Juventus punya cara menarik untuk mengatasi kegagalan mereka mendatangkan striker baru berkelas dunia.

GOAL.com Indonesia   OPINI
MOHAMMAD YANUAR FIRDAUS

Juventus begitu ngotot untuk bisa mendatangkan striker baru di bursa transfer musim panas lalu. Namun hasilnya nol besar.

Mulai dari Edin Dzeko, Robin Van Persie hingga Dimitar Berbatov, tak ada satupun dari mereka yang menandatangani kontrak dengan Juventus. Hanya Nicklas Bendtner yang akhirnya resmi bergabung. Bendtner sendiri saat ini masih berkutat dengan cederanya dan belum melakoni debutnya bersama Juventus.

Itu berarti La Vecchia Signora hanya bisa mengandalkan muka-muka lama, seperti Mirko Vucinic, Fabio Quagliarella dan Alessandro Matri.

Di awal musim, minimnya opsi striker banyak dikhawatirkan akan mempengaruhi produktivitas gol
REKAPITULASI GOL JUVENTUS
Hingga Giornata Keenam
3 Gol: Sebastian Giovinco
2 Gol: Arturo Vidal, Andrea Pirlo, Mirko Vucinic dan Fabio Quagliarella
1 Gol: Kwadwo Asamoah, Stephan Lichtsteiner, Emanuele  Giaccherini dan Alessandro Matri.
Juventus. Namun faktanya malah sebaliknya, Juventus saat ini menjadi tim Serie A Italia dengan jumlah gol terbanyak hingga giornata keenam.

Total 15 gol dilesakkan pemain-pemain Il Zebrette dan hanya kemasukan tiga. Jumlah tersebut terbilang luar biasa mengingat striker-striker Juventus masih belum menunjukkan kelas mereka.

Rahasianya ada pada barisan lini per lini Juventus. Entah Massimo Carrera atau Antonio Conte, yang berada di belakang layar kepelatihan Juventus, yang memilih untuk lebih memaksimalkan kekuatan pemain dari sektor tengah.

Catat saja, dari 15 gol tersebut, sembilan pemain menjadi kontributor gol-gol tersebut. Sebastian Giovinco, gelandang serang Parma di musim lalu, adalah kontributor terbesar dengan tiga gol.

Adapun Arturo Vidal, Andrea Pirlo, Mirko Vucinic dan Fabio Quagliarella mencetak dua gol buat Juventus di enam laga Serie A. Quagliarella juga mencetak dua gol di ajang Liga Champions.
Sementara pemain yang mencetak satu gol adalah Kwadwo Asamoah, Stephan Lichtsteiner, Emanuele  Giaccherini dan Alessandro Matri.

                                                           TOPSKOR JUVENTUS | Sebastian Giovinco

Dari situ bisa disimpulkan bagaimanapun kondisi lini depan Juventus, barisan tengah ataupun belakang siap menggantikan tugas untuk menjebol gawang lawan. Ya, semua pemain Juventus punya kans yang sama besarnya mencetak gol ke gawang lawan.

Kabarnya, staff pelatih di Turin memang sudah merencanakan secara khusus hal ini. Pemain mendapat porsi latihan khusus untuk melepas tendangan terarah dari luar kota penalti.

Para pemain tengah juga diminta tidak malu-malu mencoba peruntungannya di depan gawang lawan. Jikapun luput, pemain depan Juventus nantinya yang akan ditugasi mencocor bola mentah untuk masuk ke gawang.

Situasi ini kurang lebih sama seperti musim lalu, di mana 20 pemain yang berbeda masuk ke dalam jajaran pencetak gol Juventus.

Mungkin karena hal ini sulit bagi pemain lawan untuk memasang kewaspadaan khusus kepada salah satu pemain Juventus yang dianggap berbahaya, karena memang semuanya berbahaya.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Italia di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Serie A Italia lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Italia.

Terkait