CATATAN Serie A Italia: AS Roma Besutan Zdenek Zeman Hanya Hibur Fans Lawan

Cesare Polenghi dari GOAL.com Italia menganalisis bagaimana pelatih asal Republik Ceko ini belum mampu membawa Roma menjadi penantang serius scudetto.
GOAL.com Indonesia   ANALISIS
CESARE POLENGHI
ALIH BAHASA
SANDY MARIATNA

Dalam dua giornata terakhir, Napoli secara berani mampu menantang hegemoni Juventus, Milan dan Inter memberikan tanda-tanda kebangkitan, Lazio dan Fiorentina menunjukkan mereka adalah tim yang kompetitif, maka kekecewaan terbesar datang dari AS Roma. Klub ibukota Italia itu bermain imbang dengan 10 pemain Sampdoria, sebelum hancur lebur dalam kekalahan memalukan 4-1 dari Juventus di Turin.

Faktanya, skor tersebut bisa lebih memalukan lagi, karena Juventus mengendurkan permainan di babak kedua dan menyimpan energinya untuk pertandingan Liga Champions. Di babak pertama saja, Bianconeri mencatatkan 13 kali shot on goal, mencetak tiga gol, dan dua kali bola mengenai tiang gawang Tim Serigala. Roma kewalahan di setiap inchi lapangan, dan hanya butuh kurang dari 30 menit bagi empat pemain bertahannya untuk membukukan kartu kuning.

Meski tidak boleh mengesampingkan superioritas Juventus (sudah 45 kali tak terkalahkan di Serie A), bencana seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi. Sebuah tim yang dipimpin oleh Francesco Totti sedang dalam kebingungan. Akan sangat normal ketika banyak yang mengarahkan jari kepada pucuk pimpinan tentara Roma: Zdenek Zeman.

Pelatih asal Republik Ceko ini sebelumnya dipuji sebagai seorang penyelamat ketika kembali ke Roma musim panas lalu, setelah musim sebelumnya menjuarai Serie B bersama Pescara. Meski selama beberapa tahun berada di pinggiran panggung utama sepak bola dan kerap melakukan kesalahan, Zeman telah dijuluki sebagai “Mago” (penyihir). Pers Italia di musim panas lalu terus menceritakan tentang peluang Giallorossi di bawah kepelatihannya untuk  menjadi penantang serius scudetto.

Dalam mengevaluasi bursa transfer, La Gazzetta dello Sport memberi poin 7 dari 10 untuk Roma dan Zeman (poin yang cukup tinggi untuk standar Italia). Bahkan Corriere dello Sport, Tuttosport dan Mediaset memberi poin 7,5/10. Sementara, Sky memberinya 4/5. Semuanya bersepakat, Zeman telah mendapatkan pemain yang diinginkannya dan Roma akan mengalami zaman new renaissance setelah bayang-bayang rezim Luis Enrique musim lalu.

Lalu, klub telah menginvestasikan €37 juta untuk mendatangkan pemain baru, menahan Danielle De Rossi agar tidak pergi (setelah dikaitkan dengan Real Madrid dan Manchester City), dan menggelontorkan nyaris €200 juta untuk gaji para pemain musim ini.

ROMA 2012/2013 DI BAWAH ZEMAN
Giornata vs Juventus  
Giornata vs Sampdoria
Giornata vs Cagliari (WO)
Giornata vs Bologna
Giornata vs Inter
Giornata vs Catania
1-4
1-1
3-0
2-3
3-1
2-2

Sayangnya, setelah enam pertandingan dimainkan, Roma hanya dua kali menang, termasuk kemenangan spektakular 3-1 atas tuan rumah Inter. Saat itu, media masih memuji permainan menyerang Zeman, dan juga menggarisbawahi bahwa ia pernah melatih Stramaccioni muda.

Namun, semuanya berubah drastis setelah kekalahan melawan Juventus. Keraguan yang muncul dari wartawan juga dirasakan oleh manajemen Roma. Direktur teknik Roma Sabatini mengatakan, klub terlalu melebih-lebihkan apa yang dimilikinya. De Rossi juga mengatakan, Roma bukan penantang serius untuk gelar scudetto.

Zeman sendiri tampak tegang setelah pertandingan tersebut dan mengatakan, “Juve adalah tim yang superior.” Pertanyaannya adalah, bagaimana hal semacam ini bisa terjadi kepada seorang “Mago”?

Dalam line-up Roma sendiri, sebenarnya sudah membuat banyak pengamat mengangkat alis mata mereka. Taddei yang merupakan natural right-sider ternyata ditempatkan di kiri. Begitu halnya dengan Federico Balzaretti yang tetap dimainkan meski sedang mengalami demam tinggi. Ia kemudian diturunkan di babak pertama dan posisinya di bek kanan digantikan oleh Marquinhos yang notabene merupakan seorang bek tengah.

Di lapangan tengah, De Rossi tidak mendapat peran sentral karena harus berbagi dengan Panagiotis Tachtsidis yang belum berpengalaman, sehingga sang otak Juventus Andrea Pirlo dapat bergerak bebas sesukanya. Pemain Roma tampak kehilangan konsentrasi, sementara pertandingan sudah pasti mengarah kepada kekalahan Roma. Tak ada koreksi dari bench, dan Juventus tanpa ampun mencetak tiga gol dalam 19 menit sekaligus mendominasi wilayah pertahanan Roma.

Pertanyaannya sekarang adalah: apakah ada pembenaran dari antusiasme yang terjadi pasca kembalinya Zeman ke Roma? Menilik kariernya ke belakang, Zeman memang tidak mendapatkan hasil yang memuaskan di Serie A bersama Lazio dan di Roma, beberapa musim lalu. Ia hanya memberikan tiga gelar minor: satu gelar bersama Licata di Serie C2, dan dua gelar di Serie B bersama Foggia dan Pescara.

Memang benar, Zeman membantu para pemain muda untuk berkembang. Total football-nya juga sangat menghibur. Tetapi dalam level Serie A, permainan hiburan itu justru bisa menjadi musuh Roma. Seperti yang terlihat pada Sabtu (29/9) melawan Juventus.

Ironisnya, musim panas lalu Zeman-lah yang dipilih dan bukan Vincenzo Montella. Banyak pengamat mengatakan pemilihan ini untuk memuaskan fans Roma. Zeman mendeklarasikan bahwa dirinya antipati kepada Juventus (dengan menandatangani kaos bertuliskan “Saya benci Juventus” milik suporter) sehingga menjadi magnet bagi fans. Alhasil, tiket di Olimpico meroket naik 50 persen.

Beberapa bulan kemudian, Roma sepertinya kehilangan keyakinan dan antusiasmenya. Klub mungkin bisa saja memecat Zeman. Jika ini terjadi, ini akan menjadi pemecatan yang ke-13 bagi Zeman. Adakah orang di Roma yang peduli akan statistik mengerikan ini?

 

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Italia di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Serie A Italia lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Italia.