thumbnail Halo,

"Para pelatih seharusnya mendapat bayaran lebih sedikit, jauh lebih sedikit daripada saat ini," demikian Zamparini.

GOAL.com Indonesia   OLEH
DEDE SUGITA

Presiden Palermo, Maurizio Zamparini, menilai para pelatih sepakbola profesional digaji kelewat mahal.

Dengan kegemarannya menggonta-ganti allenatore dalam tempo singkat, wajar saja pengusaha berumur 71 tahun itu berkata demikian.

Pasalnya, anggaran yang mesti dikeluarkan Zamparini untuk pelatih pastilah lebih besar ketimbang kebanyakan pemilik klub lainnya.

Belum lama ini ia baru melengserkan Giuseppe Sannino, yang baru dipekerjakannya musim panas lalu, dari kursi arsitek L'Aquile dan menggantinya dengan Gian Piero Gasperini.

"Berapa banyak yang telah saya habiskan untuk para pelatih? Jangan membuat saya melakukan kalkulasi tersebut, kalau tidak saya akan menembak diri sendiri," ucap Zamparini di Football Italia.

"Saya tak bisa bilang kepada Anda, tapi saya telah menghabiskan banyuak. Mungkin lebih banyak lagi. Tapi hal paling melukai saya adalah kenyataan bahwa seorang pekerja biasa bahkan tak mendapatkan €1 juta seumur hidup mereka."

"Para pelatih seharusnya mendapat bayaran lebih sedikit, jauh lebih sedikit daripada saat ini."

Mengetahui ancaman PHK oleh Zamparini pasti selalu membayanginya, Gasperini, eks bos FC Internazionale, pun sejak awal sudah menegosiasikan soal kompensasi pemecatan dengan sang presiden.

"Saya membayar Gasperini separuh dari yang dimintanya tahun lalu dan dia akan mendapat bonus €300 ribu kalau kami bisa bertahan di kasta teratas," tutur Zamparini.

"Dia bilang dia tak mempercayai saya dan menanyakan apa yang akan terjadi jika dia dipecat sebelum kami aman secara matematis. Saya kemudian bilang kepadanya untuk mempertimbangkan bonus €300 ribu itu sebagai biaya pemecatan."



Ikuti perkembangan terkini sepakbola Italia di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Serie A Italia lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Italia.



Terkait