thumbnail Halo,

Jika Pirlo mendapat pengawalan ketat, Italia harus memiliki pemain lain yang bisa menjaga ritme permainan.


GOAL.com Indonesia   OLEH
DEWI AGRENIAWATI

Gelandang Juventus Andrea Pirlo kerap menjadi pengatur tempo permainan baik di klub maupun timnas Italia. Kehadiran Pirlo terbukti mampu mengangkat permainan tim, seperti yang terlihat pada Juventus musim lalu dan Gli Azzurri di Euro 2012.

Sayang, Pirlo tak mendapat banyak ruang gerak di dua laga kualifikasi Piala Dunia 2014 versus Bulgaia dan Malta. Hasilnya, La Nazionale hanya mampu meraih satu angka kontra Bulgaria, dan kesulitan menembus lini belakang Malta meski akhirnya mengemas poin sempurna.

Cesare Prandelli menegaskan, timnya tidak bisa terus-terusan bergantung pada sosok Pirlo.

"Malta berhasil menekan Pirlo. Mereka bertahan dengan sembilan pemain dan menaruh satu orang untuk menjaga Pirlo sepanjang laga," ulas Prandello usai laga.

"Kami harus melakukan apa yang dilakukan di Euro. Jika Pirlo tidak diberi kebebesan, kami perlu menggunakan pemain lain seperti Thiago Motta atau Riccardo Montolivo."

Selain problem Pirlo, Prandelli juga mencermati formasi penggunaan trequartista. Di babak pertama, Gli Azzurri memakai seorang gelandang serang yang ditaruh di belakang dua striker yang seharusnya memberikan banyak peluang. Sayang, Alessandro Diamanti gagal memaksimalkan tugasnya.

"Kami bermain lebih baik di babak kedua dengan dua penyerang yang melebar, dan kesulitan di babak pertama dengan trequartista."

"Kami harus mengasalisa situasi ini jadi tidak membuat kesalahan yang sama jika melawan tim yanga hanya mengandalkan permainan bertahan," Prandelli mengakhiri.


Ikuti perkembangan terkini sepakbola Italia di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Serie A Italia lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Italia.

Terkait