thumbnail Halo,

Tetap sukses tanpa Alexis Sanchez dan Gokhan Inler musim lalu, Udinese kini dihadapkan pada tantangan baru menyusul kepergian Mauricio Isla, Kwadwo Asamoah, dan Samir Handanovic.

GOAL.com Indonesia   ANALISIS
Dede Sugita

Ditinggal pilar-pilar penting seperti Alexis Sanchez serta Gokhan Inler pada pasar transfer musim panas tahun lalu terbukti tak membuat Udinese limbung. Bahkan mereka mampu menorehkan prestasi lebih baik.

Ya, setelah finis di urutan keempat pada Serie A 2010/11, di musim lalu I Friulani menuntaskan kompetisi di posisi ketiga. Artinya, laskar Francesco Guidolin tetap menembus zona Liga Champions kendati jatah klub Italia telah berkurang menjadi tiga.

Bagaimanapun juga, walau sanggup menjaga konsistensi di kancah domestik, proses adaptasi awal tanpa Sanchez-Inler sempat menyulitkan Udinese di Eropa. Tahun kemarin mereka gagal lolos ke babak utama UCL setelah dikalahkan Arsenal dengan agregat 3-1 di putaran play-off.

Menatap kampanye 2012/13, Le Zebrette alias Si Zebra Kecil kembali kehilangan figur kunci. Duo Mauricio Isla dan Kwadwo Asamoah telah dilego ke Juventus, sementara kiper Samir Handanovic hengkang ke FC Internazionale. Sanggupkah Udinese melalui ujian anyar ini dengan baik?

Dengan kepiawaian pelatih Guidolin meramu strategi jitu dan mengeluarkan potensi maksimal talenta-talenta muda, ditambah kepemimpinan sang kapten sekaligus striker andalan Antonio Di Natale di atas lapangan, bukan mustahil klub milik Giampaolo Pozzo ini bisa kembali menghentak.

AKTIVITAS TRANSFER SEJAUH INI

Melepas Isla, Asamoah, dan Handanovic, Udinese tak mendatangkan satu pun pemain bernama besar sebagai pengganti pada mercato musim panas ini.

Rekrutan anyar Zebrette yang tergolong familiar di telinga mungkin Marco Cassetti (dari AS Roma), Cristian Pasquato (Juventus), dan Davide Faraoni (Internazionale), tapi dua nama pertama dipastikan tak akan membela tim musim depan karena langsung dilepas lagi dengan status on loan ke Watford dan Bologna.

Meski begitu, Udinese pada dasarnya memang jarang merekrut pemain-pemain top. Dengan pertimbangan dana yang relatif tipis, mereka lebih suka menggaet pemain "antah-berantah" dan membentuknya menjadi bintang.

BURSA TRANSFER UDINESE
Transfer Masuk
(tak termasuk pemain yang kembali dari masa
peminjaman di klub lain)
 
Transfer Keluar
(tak termasuk pemain pinjaman yang dikembalikan ke klub asal)
  • Marco Cassetti (Roma)*
  • Dioni (Cadiz)
  • Davide Faraoni (Internazionale)
  • Maicosuel (Botafogo)
  • Cristian Pasquato (Juventus)*
  • Willians (Flamengo)
  • Allan (Vasco da Gama)
  • Thomas Heurtaux (Caen)
  • Wojciech Pawlowski (Lechia Gdansk)
  • Ricardo Chara (Empoli)

 

  • Marco Cassetti (Watford)*
  • Alex Geijo (Watford)
  • Juan Surraco (Modena)
  • Almen Abdi (Watford)
  • Matej Vidra (Watford)
  • Leo Beleck (Watford)
  • Juan Cuadrado (Fiorentina)
  • Damiano Ferronetti (Torino)
  • Antonio Candreva (Lazio)
  • Samir Handanovic (Internazionale)
  • Cristian Pasquato (Bologna)*
  • Mauricio Isla (Juventus)
  • Kwadwo Asamoah (Juventus)
  • German Denis (Atalanta)
  • Thierry Doubai (Sochaux)
  • Nikola Vujadinovic (Sturm Graz)
  • Abdul Aziz Teteh (Fokikos)
  • Oliveira Jefferson (Perugia)
  • Fabinho (Perugia)
  • Gabriel Torje (Granada)
  • Alin Bucuroiu (Otopeni)
  • Yves Baraye (Lumezzane)
  • Jan Koprivec (Perugia)
  • Zdenek Zlamal (Sigma Olomouc)
  • Antonio Floro Flores (Granada)

Ket.: *) Setelah digaet, Cassetti dan Pasquato langsung dipinjamkan, masing-masing ke Watford dan Bologna.

KEMUNGKINAN FORMASI

Guidolin selaku arsitek tim tampaknya akan tetap setia dengan pakem 3-5-2. Pada sektor pertahanan, hanya ada perubahan di pos penjaga gawang. Zeljko Brkic, yang musim lalu dipinjamkan ke Siena, akan menjadi pilihan utama sebagai pengganti Handanovic. Trio bek tetap diisi Mehdi Benatia, Danilo Larangeira, serta Maurizio Domizzi.

Sementara itu, sepasang wing-back, Dusan Basta dan Pablo Armero, bakal mengapit trio gelandang Roberto Pereyra, Giampiero Pinzi, dan personel baru yang merapat dari Flamengo, Willians Domingos Fernandez, di lini tengah.

Sedangkan di garda depan, penyerang muda Diego Fabbrini tampaknya akan memperoleh lebih banyak kans sebagai partner kapten Di Natale. Pada praktiknya, Fabbrini bakal lebih banyak bertugas sedikit di belakang Toto dan menjadi striker lubang.

 

PENJAGA GAWANG

Zeljko Brkic

 

BEK KANAN
BEK TENGAH
BEK KIRI

Mehdi Benatia  

Danilo Larangeira

 Maurizio Domizzi




GELANDANG BERTAHAN GELANDANG BERTAHAN

Roberto Pereyra

Willians

 

SAYAP KANAN
GELANDANG MENYERANG
SAYAP KIRI

Dusan Basta

Giampiero Pinzi

Pablo Armero




STRIKER
STRIKER

Diego Fabbrini

Antonio Di Natale


BERPOTENSI JADI BINTANG

Diboyong dari Deportivo Cali dua tahun silam, Luis Muriel belum pernah sekali pun tampil untuk Udinese karena langsung dipinjamkan ke Granada (2010/11) kemudian Lecce (2011/12). Kurang memuaskan dengan El Grana, pemuda Kolombia ini baru mencuri perhatian kala berkiprah bersama I Salentini.

Tujuh gol plus delapan assist ia bukukan untuk Lecce dalam 29 laga Serie A (25 starter) musim lalu, tetapi sayangnya catatan tersebut gagal menyelamatkan tim dari jeratan relegasi.

Pulang ke Stadio Friuli musim panas ini, Muriel sempat dianggap kelebihan bobot tubuh. Namun, jika kendala itu bisa diatasi dan ia mau mengerahkan usaha 100 persen, sang youngster diyakini memiliki masa depan cerah di hadapannya.

"Dia menjalani musim yang luar biasa di Lecce dan dia sangat berkualitas, tetapi tentu saja dia harus bekerja keras," komentar Di Natale tentang Muriel beberapa waktu lalu.

"Dalam waktu satu-dua tahun, dia bisa menjadi seperti Alexis Sanchez. Memang dia tampak sedikit berat pada latihan pramusim, tapi dia masih muda dan dia akan terus menjadi lebih baik."

LUIS MURIEL | Udinese, Penyerang, 21

STATISTIK 2011/12 (LECCE)
Penampilan 29
Gol 7
Assist 8
FAKTA PEMAIN
Kontrak hingga Tak diketahui
Market value €8 juta

POTENSI HAMBATAN JUARA

Udinese belum pernah sekali pun menyabet scudetto dan sepertinya itu bukan sasaran utama klub pada musim 2012/13. Namun, kalau memang ingin melaju ke tangga jawara, problema utama yang mesti dipecahkan I Friulani adalah inkonsistensi performa.

Tak jarang mereka bermain luar biasa di satu laga, tapi melempem pada pertandingan selanjutnya. Statistik berbicara. Pada dua musim Serie A terakhir Udinese menelan kekalahan masing-masing 12 dan 10 kali.

Kendala lain adalah kualitas skuat yang kurang merata sehingga menyulitkan allenatore Guidolin menerapkan sistem rotasi, khususnya bila Zebrette mampu menyambar tiket ke babak utama Liga Champions 2012/13.

Peluang tim tampil di fase grup UCL sendiri terbilang cukup besar. Pada leg pertama play-off, Rabu (22/8) lalu, mereka memetik hasil imbang 1-1 di kandang Sporting Braga dan cukup menahan seri tanpa gol wakil Portugal itu dalam jumpa kedua di Friuli, midweek depan, untuk lolos.

PREDIKSI PERINGKAT DI AKHIR MUSIM

Musim lalu Si Zebra Kecil telah membuktikan tetap bisa bersaing di papan atas meski melepas Sanchez dan Inler. Kasus serupa bisa jadi akan terulang pada 2012/13.

Kendati demikian, tak bisa dimungkiri bahwa kans mereka untuk finis di tempat teratas dan menjadi kampiun sangat tipis. Target paling realistis untuk Udinese adalah kembali menembus zona Eropa.

 

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Italia di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Serie A Italia lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Italia.

Terkait