thumbnail Halo,

Menghadapi persaingan musim 2012/13, di bawah asuhan Vladimir Petković Lazio kini diliputi sejumlah keraguan.

GOAL.com Indonesia   ANALISIS
MT Rizky

Musim ini dipastikan menjadi pertaruhan besar bagi manajemen Lazio. Hengkangnya Edy Reja dari kursi pelatih Biancocelesti telah menyelimutkan keraguan bagi kekuatan tim asal ibukota ini.

Keraguan itu kian menebal tat kala manajemen Lazio memilih sosok Vladimir Petković sebagai pengganti Reja. Pelatih berusia 49 tahun kelahiran Sarajevo ini masih sangat awam dengan persaingan yang ada di kompetisi Serie A Italia.

Dari 15 tahun meniti karir sebagai pelatih, nyaris tak pernah sekalipun Petkovic menangani klub besar. Jika kita melongok rekam jejaknya selama melatih, akan terlihat kalau Petkovic lebih banyak mematangkan pengalamannya di luar negara yang bukan menjadi kiblat sepakbola Eropa.

Tentu, manajemen Lazio memiliki beragam pertimbangan. Jika kita melihat secara positif, minimnya pengalaman Petkovic dengan sepakbola Italia bisa menjadi senjata tersendiri. Setidaknya lawan yang akan berhadapan dengan Lazio masih harus meraba-raba bentuk permainan macam apa yang akan diterapkan.

Sementara itu untuk menghadapi debutnya dengan Serie A, Petkovic masih mendapat sokongan dari sejumlah pemain yang musim lalu membawa Lazio bertengger di urutan empat pada klasemen akhir Serie A. Inilah modal berharga, selain kemampuan taktik yang dimiliki oleh Petkovic itu sendiri.

Tapi akankah Lazio mampu menjadi kuda hitam di kompetisi Serie A musim ini? Rasanya hanya waktu yang akan bisa menjawabnya. Meski sempat mengalami dua kekalahan dari klub Serie A -- Siena dan Torino -- pada laga pramusim, namun hal itu belum menjadi jaminan untuk lekas meremehkan Lazio.

AKTIVITAS TRANSFER SEJAUH INI

Pada bursa transfer musim panas ini, Lazio terbilang cukup giat melakukan aktifitas belanja. Tetapi pemain yang didatangkan bukanlah sosok pemain top. Dari delapan pemain baru yang didatangkan secara permanen, Lazio tercatat telah menggelontorkan dana hingga £29.964.000.

Jika dibandingkan dengan dana yang diperoleh dari hasil melepas pemain, dana belanja Lazio masih cukup besar. Dari tujuh pemain yang keluar, total dana yang diterima hanya ada £2.750.000. Dengan besarnya dana yang sudah dibelanjakan, setidaknya hal ini menjadi sebuah tanda kalau Lazio ingin serius menghadapi persaingan yang sudah ada di depan mata.

BURSA TRANSFER LAZIO
Transfer Masuk
Transfer Keluar
 
  • Antonio Candreva (Udinese - ?)
  • Ederson (Olympique Lyon - gratis)
  • Alessio Luciani (Lumezzane - ?)
  • Riccardo Perpetuini (Foggia)
  • Antonio Cinelli (Sassuolo)
  • Lorenzo Cinque (Mantova)
  • Ogenyi Onazi (Lazio Primavera)
  • Antonio Rozzi (Lazio Primavera)
  • Enrico Zampa (Salernitana)
  • Javier Garrido (Norwich City)
  • Riccardo Perpetuini (Salernitana)
  • Guglielmo Stendardo (Atalanta Bergamo)
  • Giuseppe Capua (Salernitana)
  • Seyi Adeleke (Salernitana)
  • Lorenzo Cinque (Salernitana)
  • Alessandro Tuia (Salernitana)
  • Simone Del Nero (tak ada klub)
  • Stephen Makinwa (tak ada klub)
  • Federico Chirico (tak ada klub)

KEMUNGKINAN FORMASI

Di bawah pelatih baru, Lazio sepertinya akan melakukan sejumlah perubahan di dalam formasi permainannya. Jika melihat dari aktifitas belanja yang dilakukannya pada musim panas ini, terlihat begitu jelas kalau Petrovic ingin memperkuat lapangan tengah.

Nama-nama seperti Antonio Candreva, Hernanes, Stefano Mauri, maupun Ederson bisa menjadi pilihan jika ingin tampil lebih ofensif. Sebaliknya pemain semacam Ogenyi Onazi, Lorik Cana, Matuzalem menjadi alternatif gelandang yang siap membantu pertahanan tim.

Sedangkan di di lini belakang, Petrovic tampaknya akan memilih Giuseppe Biava, Andre Dias,  Lulic Senad, dan Abdoulay Konko. Para punggawa pertahanan ini nantinya sangat berperan membantu tugas kiper Federico Marchetti.

Sementara untuk barisan depan, pilihan itu tertuju pada Mauro Zarate, Sergio Floccari dan Miroslav Klose. Di luar tiga nama tadi, Petrovic masih menyimpan lagi Tommaso Rocchi, Libor Kozak, serta Emiliano Alfaro.



PENJAGA GAWANG

Federico Marchetti

 

BEK KANAN
BEK TENGAH
BEK TENGAH
BEK KIRI
 
Abdoulay Konko

Giuseppe Biava

Andre Dias

Lulic Senad



GELANDANG KANAN GELANDANG TENGAH GELANDANG KIRI

Antonio Candreva

Lorik Cana

Hernanes

 

STRIKER
STRIKER

Mauro Zarate

Tommaso Rocchi

 

STRIKER

Miroslav Klose


BERPOTENSI JADI BINTANG

Antonio Rozzi menjadi sosok yang patut diperhatikan penampilannya pada musim ini. Di usianya yang baru menanjak 18 tahun, namanya telah bercokol ke dalam daftar pemain utama Lazio. Debutnya ditandai ketika tampil sebagai pemain pengganti saat Lazio mengalahkan AC Milan 2-0 pada musim lalu.

Pemain yang terikat kontrak sampai musim panas tahun depan ini memang masih minim mendapatkan kesempatan. Tetapi jika kepercayaan lebih besar diberikan kepadanya, rasanya waktu yang akan bisa membuktikan talenta yang dimilikinya.

ANTONIO ROZZI | Lazio, Penyerang, 18

STATISTIK KARIER
Penampilan 4
Gol -
Assist -
FAKTA PEMAIN
Kontrak hingga 30 Juni 2013
Nilai jual £625.000
   

Sejauh ini Rozzi baru mengantungi empat caps di Serie A. Sementara bersama tim nasional Italia U-18, sudah sembilan kali ia tampil di laga internasional.

POTENSI HAMBATAN JUARA

Salah satu hambatan besar Lazio musim ini adalah minimnya pengalaman Vladimir Petković untuk beradu taktik dengan para allenatore di kompetisi Serie A. 

Sinyal itu telah terlihat ketika melakoni tiga laga ujicoba selama musim panas ini. Melawan siena dan Torino yang menjadi dua tim promosi Serie A musim ini, Lazio harus menelan kekalahan beruntun. Setelah menyerah 1-0 melawan siena, selang beberapa pekan kemudian Lazio dipaksa kalah tiga gol tanpa balas melawan Torino.

Lalu pada ujicoba berikutnya, racikan Petkovic juga masih belum memperlihatkan hasil yang cukup menggembirakan. Menghadapi klub asal Swedia, Malmo, Lazio baru bisa memastikan kemenangan 2-1 ketika laga telah memasuki penghujung waktu.

PREDIKSI PERINGKAT DI AKHIR MUSIM

Bisa jadi perjalanan Lazio pada musim ini akan berlangsung terjal. Tanpa mengurangi rasa hormat, berkaca dari hasil laga pramusim yang kurang meyakinkan, Lazio memang masih harus membenahi diri secara serius.

Pencapaian musim lalu yang berhasil bertengger di peringkat empat klasemen akhir Serie A, tentunya menjadi target minimal yang telah dipatok. Tentunya Lazio harus berharap semoga masalah cedera pemain yang sempat mendera pada musim lalu jangan kembali lagi terulang pada musim ini.

Jika masalah cedera pemain itu bisa terhindar, bukan hal yang mustahil kalau Biancocelesti akan bisa menjadi kuda hitam di bawah allenatore yang masih minim pengalaman di Serie A.


Ikuti perkembangan terkini sepakbola Italia di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Serie A Italia lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Italia.

Terkait