thumbnail Halo,

Ketimbang mengajukan plea bargain kedua, Conte lebih memilih menjalani sidang demi membuktikan dirinya tak bersalah. Ini berbuntut tuntutan hukuman lebih berat, yaitu 15 bulan.

Meski awalnya diberitakan siap mengajukan plea bargain kedua, Antonio Conte ternyata lebih memilih melakoni persidangan demi membuktikan dirinya tak bersalah dalam skandal perjudian scommessopoli.

Pada hari pertama pemeriksaan, Rabu (1/8) kemarin, "negosiasi atas tuntutan" dari arsitek Juventus itu berupa hukuman tiga bulan dan denda €200 ribu ditolak oleh Komite Disiplin. Hal itu sangat mengejutkan karena plea bargain itu sebenarnya sudah disetujui pihak penuntut.

Pelatih 42 tahun itu sendiri dijerat dengan dakwaan bungkam meski mengetahui adanya upaya pengaturan skor dalam dua laga Serie B ketika membesut Siena pada 2010/11.

Kendati selalu menyangkal tudingan itu, sang allenatore disarankan oleh tim pengacaranya supaya memilih plea bargain untuk menghindari proses sidang serta potensi hukuman berat bila akhirnya tetap divonis bersalah.

Pasalnya, dalam sistem peradilan di Italia, apabila ada tuduhan berdasarkan keterangan tersangka lain yang telah mengakui perbuatannya, maka asas yang berlaku adalah "bersalah sampai terbukti sebaliknya".

Dalam hal ini, tudingan kepada Conte meluncur dari mulut bekas anak asuhnya di Siena, Filippo Carobbio. Ia mengklaim sang pelatih menyebutkan adanya hasil yang telah "disepakati" dalam team meeting versus Novara dan Albinoleffe.

Federasi sepakbola Italia (FIGC) pun memutuskan melayangkan tuntutan kepada Conte meski kesaksian dari para pemain Siena lain yang hadir dalam team meeting kala itu menyatakan Conte tak pernah mengatakan hal tersebut.

Setelah plea bargain awal ditolak, Conte diyakini siap mencoba lagi pada pemeriksaan Kamis (2/8) ini dengan sedikit perubahan berupa kesediaan menerima hukuman lima bulan dalam plea bargain terbaru.

Akan tetapi, eks kapten Juventus itu ternyata malah menyampaikan pembelaan bahwa dirinya tak bersalah, dan ini tentunya harus berusaha dibuktikannya melalui proses persidangan.

Menyikapi keputusan tersebut, ketua tim penuntut, Stefano Palazzi, meminta potensi hukuman lebih berat, yaitu 15 bulan untuk Conte -- bila ia pada akhirnya divonis bersalah.

Sanksi ini sendiri berupa larangan berada di bench, masuk ke ruang ganti tim, atau memberikan wawancara dalam ruangan pers pada match day. Conte masih tetap diperbolehkan memimpin latihan reguler tim setiap hari.



SIAPA TERATAS TAHUN INI?

Terkait