thumbnail Halo,

Bagi Andrea Stramaccioni, filosofi tim merupakan hal terpenting dalam permainan dan filosofi Internazionale adalah menyerang!

Semangat perubahan langsung terasa ketika pelatih muda bernama Andrea Stramaccioni diserahkan Massimo Moratti kepercayaan menangani Internazionale.

Keberhasilan Stramaccioni di ajang NextGen Series seperti menjawab kebingungan Moratti mencari figur pelatih yang tepat untuk Inter. Awalnya, penunjukan Stramaccioni dianggap skeptis menilai faktor usia dan pengalaman. Namun, Stramaccioni akhirnya menjawab dirinya pantas menangani tim sebesar Inter setelah mengalahkan AC Milan 4-2 pada Derby della Madonnina, 7 Mei lalu. Pertandingan itu dianggap mewakili semangat filosofi baru yang diusung pelatih kelahiran Roma, 36 tahun lalu itu.

Menurut Michael Cox dari Zonal Marking, Inter menerapkan formasi 4-4-1-1, yang secara leluasa dapat menjadi 4-3-2-1. Wesley Sneijder menjadi penyerang lubang di belakang Diego Milito serta ditunjang pergerakan Ricky Alvarez dari sayap kiri. Tiga gelandang di tengah diperankan Fredy Guarin, Javier Zanetti, dan Esteban Cambiasso. Serangan Inter lebih bertumpu di sektor kiri karena Sneijder lebih condong membantu Alvarez. Guarin dimainkan untuk menutupi celah yang ditinggalkan mereka. Sementara, Zanetti merambah sektor kanan berkat kemampuan fisiknya yang luar biasa. Tak jarang pula Maicon melakukan overlapping dari sektor ini.

Formasi tersebut dapat dianggap mencerminkan filosofi bermain yang ingin diterapkan Stramaccioni bersama Inter. Berbeda dari era kepelatihan terdahulu, Inter tak lagi mengandalkan pertahanan kemudian balik menyerang dengan cepat. Bersama Stramaccioni, Inter membuktikan bisa tampil nyaman dengan berlama-lama menguasai bola.

"Saya selalu bilang, ketika menyerang kami ingin memiliki seorang penyerang tengah dan setidaknya didukung oleh dua pemain berkualitas. Bisa saja mereka dua pemain yang bergerak melebar, seorang pemain sayap dan seorang pemain lubang, atau dua pemain lubang sekaligus," jelas sang pelatih.

"Tergantung pada pertandingan, kondisi tim, dan karakter lawan, para pemain dan posisi bermain dapat berubah, tapi kekuatan tim terletak pada filosofi bermain. Itu titik awalnya dan lalu, seperti yang saya bilang, selalu ada banyak variasi."

"Dengan memiliki Sneijder, jelas kita harus memiliki lebih banyak pemain berkualitas di tengah. Dengan pemain berbeda, kita bisa bermain melebar. Dan bukannya harus terpaku langsung memberikan bola kepada para penyerang, semua pemain dapat terlibat dalam manuver, jadi ini membicarakan keseluruhan tim."

"Saya menginginkan punya tiga pemain dengan naluri menyerang, tapi tentu saja tim harus memiliki keseimbangan yang pas. Saya tidak mau membahas soal jumlah karena hal terpenting bagi saya adalah gagasan yang dibawa tim ke dalam lapangan. Sebuah tim harus memiliki identitas yang jelas."

Pendeknya, Stramaccioni menginginkan agar Inter bermain agresif. Mengacu pada sukses Derby della Madonnina, formasi 4-4-1-1 dapat dijadikan taktik dasar yang akan diterapkan Inter musim mendatang.

KIPER

Samir Handanovic

BEK KANAN
BEK TENGAH
BEK TENGAH
BEK KIRI

Maicon

Matias Silvestre

Walter Samuel

Yuto Nagatomo

GELANDANG KANAN
GELANDANG BERTAHAN
GELANDANG
GELANDANG KIRI
 
Javier Zanetti

Esteban Cambiasso

Fredy Guarin

Ricky Alvarez

PENYERANG LUBANG

Wesley Sneijder

STRIKER

Diego Milito

Di lini belakang, kuartet bek Maicon, Matias Silvestre, Walter Samuel, dan Yuto Nagatomo menjadi pilihan terbaik yang dimiliki Inter. Masih ada Cristian Chivu dan Andrea Ranocchia sebagai pelapis. Stramaccioni tampaknya membutuhkan tambahan kekuatan di sektor ini karena memiliki enam pemain senior saja terasa belum cukup menjalani satu musim kompetisi penuh. Sementara, Samir Handanovic akan bersaing dengan Julio Cesar dalam memperebutkan posisi penjaga gawang.

Dua posisi gelandang hampir pasti dimiliki Zanetti dan Cambiasso. Satu posisi lagi dapat ditempati Guarin, seperti pertandingan melawan Milan, atau Dejan Stankovic. Sementara, posisi gelandang gantung dapat kembali dimainkan Alvarez, Philippe Coutinho, yang belakangan dipuji Stramaccioni, atau pemain baru Rodrigo Palacio. Keduanya pun dapat menjadi pelapis bagi Sneijder yang menempati posisi penyerang lubang.

Inter tak punya banyak pilihan di sektor depan. Giampaolo Pazzini diumumkan akan meninggalkan Appiano Gentile, sehingga praktis hanya Milito yang menjadi andalan. Memang masih ada Luc Castaignos, tapi penyerang muda ini butuh waktu lebih lama beradaptasi dengan gaya sepakbola Italia.

Ada dua kemungkinan variasi dari taktik dasar yang digunakan Stramaccioni:

  • 4-2-3-1. Formasi ini sudah banyak dimainkan tim di seluruh penjuru dunia. Dua gelandang di tengah menjadi poros, baik saat bertahan maupun menyerang. Formasi ini sesuai dengan filosofi yang diinginkan Stramaccioni, yaitu keseimbangan di tengah, Sneijder sebagai penyerang lubang, dan seorang penyerang tengah. Jika diterapkan, hampir pasti pula Zanetti dan Cambiasso menjadi gelandang poros ditambah Sneijder sebagai penyerang lubang. Dua pendamping Sneijder dapat disesuaikan dengan karakter lawan, seperti yang disebutkan Stramaccioni. Jika bermain melebar, Guarin dan Palacio cocok menempatinya; sedangkan Alvarez dan Coutinho dapat menjadi alternatif jika tim ingin bermain lebih rapat.
  • 4-3-3. Variasi lain sesuai filosofi Stramaccioni adalah taktik ini. Masalahnya, Sneijder tidak terlalu menyukainya. Bisa saja formasi ini menjadi alternatif ketika Inter tidak dapat memainkan Sneijder sehingga menempatkan Alvarez atau Coutinho di posisinya. Posisi dua penyerang sayap yang mengapit Milito dapat dimainkan oleh Guarin dan Palacio.

Tentu saja, taktik Stramaccioni dapat berjalan lebih lancar jika didukung materi pemain yang mumpuni. Skuat Inter saat ini harus diakui belum memiliki kedalaman yang ideal untuk bersaing di papan atas Serie A musim depan. Namun, bursa transfer masih berlangsung hingga akhir Agustus sehingga terbuka kemungkinan pembenahan skuat Nerazzurri di semua sektor. Di sisi lain, pindahnya pemain kunci akan menjadi hal terakhir yang diinginkan para pendukung Inter.


Bagaimana menurut Anda, formasi mana yang dirasa paling tepat digunakan Stramaccioni musim depan?


Twitter Ikuti Agung Harsya di twitter.


Ikuti perkembangan terkini sepakbola Italia di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Serie A Italia lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Italia.

Tendangan Bebas

Formasi mana yang paling tepat untuk Internazionale?

Terkait