thumbnail Halo,

Tiki-taka melelahkan pemain tengah, dan memberi kesempatan lawan merapatkan barisan pertahanan.

Zdenek Zeman, pelatih baru AS Roma, mengkritik Luis Enrique -- pendahulunya yang asal Spanyol -- dan gaya bermain tiki-taka Barcelona.

"Dalam permainan yang saya kembangkan, saya mencoba membuang semua yang tidak berguna," ujar Zeman.

"Salah satu umpan horisontal, yang saya lihat hanya permainan saling pinjam bola," lanjutnya.

Semua pemain Roma, masih menurut Zeman, harus melakukan sesuatu yang memiliki makna bagi permainan.

Pernyataan ini merupakan isyarat bahwa Zeman akan membuang semua pengaruh Luis Enrique, dan mengembalikan permainan Giallorossi seperti sebelum kedatangan pelatih asal Spanyol.

"Saya kira tiki-taka hanya bisa dimainkan oleh mereka yang dibesarkan di akademi Barcelona," demikian Zeman.

Di La Masia, sekolah sepakbola Barcelona, pemain dipersiapkan sejak usia dini dengan kemampuan menguasai bola selama mungkin, sampai akhirnya membuat konklusi.

"Saya tidak bisa memainkan sepakbola seperti itu. Saya ingin bermain cepat dan cepat. Menuntut pemain mengambil keputusan secepat mungkin ketika menerima bola," Zeman menuturkan.

Memainkan bola selama mungkin di lapangan tengah, lanjutnya, hanya memberi kersempatan kepada lawan untuk merapatkan pertahanan. Akibatnya, saat hendak membuat konklusi, pemain depan kesulitan menerobos kotak penalti dan mencetak gol.

"Jika kita bermain cepat, mengambil keputusan secepatnya, lawan tidak akan siap mengorganisir pertahanan. Dalam sepakbola yang saya kembangkan, striker harus terus dilayani," katanya.

Zeman memang tidak sekadar bicara. Bersama Pescara, ia memainkan gaya ini dalam laga kandang dan tandang.

Hasilnya Pescara mencetak 45 gol kandang, 45 gol tandang, dan promosi ke Serie A.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Italia di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Serie A Italia lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Italia.

Terkait