thumbnail Halo,

Mourinho sering muncul sebagai headline karena sejumlah pernyataan kontroversial, tapi dia menegaskan tak pernah melempar serangan verbal tanpa alasan tepat.

Entrenador Real Madrid Jose Mourinho diklaim sebagai salah satu pelatih terbaik dunia karena prestasinya dengan sejumlah klub besar. Sayang, pria yang menyebut dirinya sebagai The Special One itu sering menimbulkan kontroversi karena kebiasaannya yang terlalu blak-blakan kepada media, terutama jika tim yang diasuhnya menelan kekalahan.

Namun, Mourinho membantah dirinya termasuk orang-orang yang tak bisa menerima kekalahan. Bagi pelatih asal Portugal itu, dia selalu punya alasan kuat untuk melempar serangan verbal kepada lawan.

"Saya bisa menerima kekalahan," kata pemegang dua gelar Liga Champions kepada NTV.

"Kami sedih ketika kalah di Liga Champions, tapi setelah itu tidak ada yang terjadi. Saya datang ke ruang ganti Bayern Munich untuk melihat kegembiraan mereka."

"Apa yang berbeda jika kami kalah oleh sesuatu yang tidak biasa. Saya tak bisa menerima itu," lanjut Mourinho.

Mourinho sendiri sadar ucapannya sering kali menimbulkan kontroversi, tapi dia menolak disebut sebagai orang munafik.

"Mungkin [saya punya dua kepribadian], tapi itu tergantung dituasinya," bilang mantan arsitek Porto, Chelsea dan Inter Milan.

"Tapi saya tidak munafik, saya suka menjadi orang jujur. Saya orangnya pemalu, jadi saya merasa nyaman di sepakbola. Sebakbola memberikan saya banyak hal, tapi kadang tidak juga. Sukses dalam sepakbola adalah impian saya sejak kecil dan ini memberikan saya kemapanan dalam hal ekonomi."

"Tapi, sepakbola juga mengambil privasi dan beberapa hal ketika saya melakukan hal simpel," Mourinho menyudahi.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Spanyol di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita La Liga Spanyol lengkap dengan jadwal, hasil, klasemen semua kompetisi di Spanyol.

Terkait