thumbnail Halo,

Wapres Rossoneri ini menilai fair play finansial yang akan diterapkan UEFA dua musim mendatang hanya akan merugikan klub-klub Negeri Spageti.

Fair play finansial yang rencananya akan diterapkan UEFA sejak musim kompetisi 2012/13 dimaksudkan agar semua tim punya keuangan yang sehat sekaligus memeratakan persaingan di antara klub-klub Eropa. Nantinya, tiap klub hanya boleh berbelanja pemain tanpa melebihi dana yang masuk ke kas mereka.

Namun, menurut Adriano Galliani, hal ini justru hanya akan menguntungkan klub-klub kaya. Wakil presiden AC Milan ini juga menilai financial fair play akan merugikan klub-klub Italia, yang bakal kesulitan bersaing di bursa transfer lantaran presiden klub tak boleh turun tangan dengan dana pribadinya.

“Fair play finansial melukai Italia. Tak ada lagi presiden klub yang bisa ikut campur,” katanya kepada Sky Sport Italia.

Galliani kemudian merujuk pada tiga dari kontestan semi-final Liga Champions musim ini, yang ketiganya tercatat sebagai klub dengan pemasukan tertinggi pada 2010 lalu.

“Di semi-final Liga Champions ada Real Madrid, yang memperoleh uang paling banyak, Barcelona di tempat kedua, dan Manchester United ketiga. Hingga saat ini orang-orang seperti [Silvio] Berlusconi dan [Massimo] Moratti akan bisa mendukung klub mereka, tapi dengan adanya fair play finansial itu tak mungkin lagi.”

“Real Madrid menghasilkan €450 juta dan mereka dapat membelanjakannya, Milan menghasilkan setengah dari angka tersebut, dan kami hanya bisa menghabiskan dana sejumlah itu juga,” tandasnya.

>> Halaman Khusus Sepakbola Italia
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Serie A Italia

Terkait