thumbnail Halo,

Rekrutan terbaru dari Liverpool disebut sebagai tipe pemain asal Inggris yang langka.


GOALOLEH    FARABI FIRDAUSY     Ikuti di twitter

Adam Lallana jadi rekrutan teranyar Liverpool untuk mengarungi musim 2014/15, pemain berusia 26 tahun itu didatangkan oleh Brendan Rodgers tentu untuk alasan menambah kreativitas serangan The Reds, yang kerap buntu jika harus bertemu lawan-lawan yang menumpuk pemain di kotak penalti.

Kapten Southampton sejak 2012 itu memang sudah mencuri perhatian dari pihak Anfield sejak musim 2012/13, atau musim di mana Soton kali pertama pentas di Liga Primer Inggris. Permainannya yang flamboyan dan kemampuan dirinya untuk bisa beroperasi di banyak posisi membuat banyak mata kepincut dengan pemuda asal St Albans itu.

Dia dikenal punya umpan terobosan yang baik, punya kecepatan menyisir di sisi lapangan namun tak seperti winger Inggris lain yang dikenal hanya senang berlari lurus nan kencang. Adam pun beberapa kali menjadi gelandang serang dan memiliki posisi sejati sebagai gelandang tengah. Kemampuan tersebut pun bisa membuat Rodgers lebih leluasa membuatnya nyetel dengan Steven Gerrard dan kawan-kawan.

Legenda Southampton Francis Benali menyebut, Adam merupakan produk langka dari tanah Inggris. Benali sampai menyamakan Adam dengan Matt Le Tissier, punya keunikan dan mampu bermain di level yang lebih dari Southampton.

"Pertama kali saya memantau Adam, saya percaya ia akan menjadi pemain top. Ia sudah mengarungi berbagai divisi bersama Southampton dan sekarang dia mencicipi Liga Primer Inggris.

"Orang akan bilang ia hanya setinggi 173 cm, namun Anda hanya akan melihat Barcelona untuk menyadari bahwa Anda (Adam) cukup bagus, Anda cukup besar.

"Saya merupakan bagian dari tahun di mana Mat Le Tissier di akademi The Saints dan saya melihat sosok Matt di dalam Adam. Itu merupakan pujian terbesar yang bisa saya berikan kepadanya."
 
- Francis Benali

Jantung Bermasalah

Adam memang bagian dari generasi emas akademi milik Southampton yang berhasil menjadi juara Youth FA Cup di tahun 2005. Ia bersama dengan Theo Walcott, Gareth Bale, Leon Best dan Nathan Dyer. Namun tak banyak yang tahu bahwa Adam sempat tersendat kariernya.

Di usia 18 tahun, tahun di mana Adam juga meraih debut senior, suami dari Emily Jubb itu divonis memiliki masalah jantung yang membuatnya diragukan untuk kembali bermain sepakbola. Adam sendiri tak menyangkal bahwa trauma menghantui ketika tragedi Fabrice Muamba yang kolaps kala membela Bolton terjadi.

"Saat Anda kembali menyebut apa yang terjadi kepada pemain Bolton Fabrice Muamba, saya sadar betapa beruntung saya," ucapnya kepada Daily Star.

Beruntung, penyakit Adam terdeteksi saat ia sedang menjalani latihan, jika tidak pernah diketahui (seperti Muamba), bisa saja kisah itu terjadi kepada Adam.

"Itu merupakan periode kelam dalam hidup saya, menyeramkan. Saya menjalani operasi yang menentukan jalan karier saya. Ada unsur risiko. Terima kasih saya di sini sekarang, sehat dan bugar."



Membantu Soton finis di posisi delapan musim lalu membuat Adam mendapat panggilan skuat Three Lions untuk berlaga di Brasil. Namun terselip kisah unik yang mengiringi pemanggilan Adam ke timnas Inggris. Ia pernah disebut wasit Mark Clattenburg kehilangan jati diri dan kerendahan hati saat laga melawan Everton, Desember tahun lalu.

"Anda sangat berbeda sekarang, sejak Anda bermain untuk Inggris - Anda tidak pernah seperti ini sebelumnya," kata Mark kepada Adam, usai sang pemain meminta untuk diberikan penalti setelah dilanggar.

Namun hal itu berlalu dan Adam terus menunjukkan kapasitasnya untuk bisa membuat mata Rodgers tetap terpaku padanya. Rodgers seakan mengisyaratkan bahwa sosok Adam punya kapabilitas untuk menjadi suksesor Steven Gerrard yang tak bisa lagi menipu usia.

"Ia memiliki kemampuan pemimpin dan pribadi yang berkualitas yang membuat ia menjadi hal yang spesial dan saya senang kami bisa bertindak dengan cepat untuk meyakinkan bahwa dia akan menggunakan jersey Liverpool musim depan.

"Adam sadar bahwa akan ada kompetisi ketat untuk tempat di tim ini dan ia lapar untuk berkembang lebih jauh. Kami percaya diri dia akan sempurna dengan kultur Liverpool."

Melihat dari statistik yang ia cetak musim lalu, jika dibandingkan dengan para pencipta serangan Si Merah seperti Raheem Sterling, Philippe Coutinho atau Steven Gerrard, Adam memang tampak unggul dan bisa memberikan harapan yang dinanti Rodgers. Presentasi umpan hingga jumlah operan yang ia lakukan musim lalu memberi garansi bahwa ia bisa jadi kepingan puzzle yang dibutuhkan Rodgers. 




 

Terkait