thumbnail Halo,

Salah satu fullback terbaik di Ligue 1 Prancis, Serge Aurier, memiliki segala syarat untuk menggantikan posisi Bacary Sagna.


GOALANALISIS   ANUGERAH PAMUJI     Ikuti Anugerah Pamuji di twitter


Pos bek kanan di Arsenal bersiap lowong lantaran Bacary Sagna tampaknya akan segera berkemas-kemas dari Emirates untuk hengkang.

Namun loyalis The Gunners tak perlu khawatir, karena manajer Arsene Wenger sudah mempersiapkan penggantinya. Dialah Serge Aurier, fullback andalan klub Ligue 1 Prancis Toulouse yang santer disebut-sebut bakal jadi personel anyar Si Gudang Peluru. Negosiasi masih terus berlanjut dan sang pemain sempat mengisyaratkan destinasi selanjutnya dia adalah London Utara.

Bingung dengan sosok yang satu ini? Bagi pecinta Ligue 1, mungkin tidak akan asing dengan pemain internasional Pantai Gading ini. Yah, sebab dia telah dipandang sebagai salah satu bek terbaik di ranah sepakbola Prancis. Di pengujung musim lalu, Goal Indonesia merilis susunan tim terbaik Ligue 1, dan nama Aurier masuk di dalamnya.

PROFIL SINGKAT

Tanggal lahir: 24 Desember 1992
Posisi: Bek kanan
REKOR MUSIM 2013/14 DI LIGA
PENAMPILAN (INTI)
MENIT BERMAIN
GOL
ASSIST
AKURASI UMPAN
AKURASI UMPAN SILANG
PENCIPTAAN PELUANG
TEKEL SUKSES
BLOK
SAPU BERSIH
POTONG BOLA
34 (34)
3015
6
7
76,75%
19,47%
34
90,32%
9
99
75
RIWAYAT KARIER (Laga/Gol)
2012 - sekarang: Toulouse
2009 - 2012: Lens
70/8
47/0
Namun secara global, memang belum banyak yang mengenal pemain 20 tahun ini.

Aurier lahir di Ouragahio, Pantai Gading, 1992 silam. Dia memulai debut profesionalnya bersama Lens sesaat setelah dia merayakan ulang tahunnya yang ke-16 di ajang Coupe de la Ligue pada 2009.

Dalam kurun waktu tiga musim, Aurier mampu bermain di 47 laga. Untuk pemain di generasinya, angka tersebut terbilang hebat.

Bakatnya kemudian terendus oleh kubu Toulouse, dan sejak bergabung dengan Les Pitchouns pada 2012, di usia 20 tahun, Aurier mampu menembus starting line-up kubu Municipal. Musim pertama dilalui sang pemain dengan bermain di 15 laga dan mengepak satu gol.

Dasarnya potensial, Aurier semakin menunjukkan tajinya di kampanye 2013/14. Catatan di atas meningkat drastis, dengan kata lain lebih kontributif. Musim ini sang fullback nyaris tak tergantikan di skuat utama Alain Casanova di mana dia mencatatkan 34 penampilan, enam gol dan tujuh assist.   

Konsistensi di usia muda perlahan-lahan membawa namanya terangkat ke luar daratan Prancis. Arsenal, yang hobi mendatangkan bakat-bakat muda dari Prancis sesuai dengan tradisinya sang manajer Wenger, menyadari betul menggaetnya adalah momentum tepat di tengah besarnya kemungkinan mereka berpisah dengan Sagna.

Gaya permainannya penetratif, tapi tak amnesia dalam hal defensif. Daya tawar ini yang membuat The Proffesor kesengsem dan melihat Aurier bisa jadi padanan yang tepat sepeninggal Sagna nanti.

Aurier diberkahi kapabilitas bermain di semua sektor barisan belakang. Posisi favoritnya di sisi kanan lapangan, namun dia juga cakap bermain di jantung pertahanan. Sepanjang musim lalu, dua posisi ini diperankannya dengan baik. Kalau pun kepepet, Aurier juga bisa diandalkan di sisi pertahanan sebelah kiri.

Menyervis kawan-kawannya dengan bola-bola diagonal adalah hal paling menonjol dari pemain 21 tahun ini. Aurier menempati posisi kedua yang paling rajin di tim dalam aspek mengirim umpan silang. Dari 191 crossing yang dibuat, 37 di antaranya akurat. Artinya, di setiap pertandingan selalu ada bola diagonal yang didistribusikan olehnya yang menghasikan kans, bahkan gol. Tak hanya itu, sang fullback juga tak pernah melewatkan satu pun laga tanpa mengkreasi satu peluang bersih bagi rekannya.

Kemampuannya dalam menyerang diimbangi dengan kualitas bertahan. Menekel lawan dengan bersih adalah atribut lain yang dipunyai pemilik nomor punggung 19 ini. Statistik mencatat Aurier sepanjang musim lalu mampu mencatatkan persentase tekel sukses mencapai 90,32%. Luar biasa!

Aurier berbakat, tapi bukan berarti dia lepas dari kekurangan. Masalah klasik pemain muda tak lain adalah mental dan gagasan dalam bermain. Pengalaman yang masih seumur jagung kadang kala memengaruhi visi si pemain di pertandingan. Aurier tak mampu bermain tegas dan lugas, ini yang membuat bola dalam penguasaannya gampang direbut.

Soal peluangnya di Arsenal, jika transfernya terwujud, pun sejatinya masih belum bisa dibilang menjanjikan. Dengan usianya yang masih muda, dan di tengah perkembangan Carl Jenkinson, bek kanan belia Inggris, membuka kemungkinan terciptanya persaingan sengit untuk berebut tempat di tim utama.

Jika Wenger tak pandai-pandai mengondisikan dua pemain ini, bisa-bisa salah satu di antaranya merasa tidak bahagia.

Namun apa pun itu, Aurier tetaplah bek prospektif. Dia punya segala syarat untuk bermain bagi klub sekelas Arsenal. Usia yang masih 'hijau', berbekal jam terbang memadai selama di Toulouse dan dengan segala kontribusi yang sudah diberikannya, tak keliru rasanya bila dia sudah saatnya menyambut satu lompatan besar dalam kariernya menuju Emirates.



"Dia menunjukkan banyak hal bagus bagaimana dia berkembang. dia pesepakbola dengan bakat yang besar, ada kemajuan pesat. Dia masih muda"


- Alain Casanova


Sekali pun transfer ini dikatakan perjudian, Aurier bisa menawarkan Wenger investasi jangka panjang. Toh, Wenger bukanlah orang asing dalam rekrut-merekrut pemain dari Ligue 1. Kebiasaan ini sudah sering dia lakukan selama rezimnya di Arsenal, dan rata-rata pemain yang dibelinya dari sana terbilang berhasil.

Akan tetapi, bila melihat penampilan Aurier di petualangan musim 2013/14, bukan mustahil dalam waktu dekat dia bisa membuat Gooners lupa dengan kepergian Sagna.

Sekarang tinggal bagaimana manajemen Arsenal, apakah mereka akan mewujudkan perekrutan ini atau malah memilih pemain lain.






Terkait