thumbnail Halo,

Manchester City punya syarat bagus untuk menutup musim ini dengan raihan gelar juara Liga Primer Inggris.


GOALANALISIS   JAMIE DUNN     PENYUSUN   AGUNG HARSYA   

Manchester City kini tengah mengintai kesempatan merengkuh gelar Liga Primer Inggris kedua mereka dalam dua tahun terakhir setelah sukses menggapai posisi puncak klasemen.

Sempat muncul keraguan terhadap kemampuan mereka bersaing di papan atas liga, terutama ketika kekalahan dari Liverpool mendera. Hasil itu seakan memberikan sinyal City sudah kalah bersaing. Namun, sekarang pasukan Manuel Pellegrini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi atas West Ham United di markas sendiri guna memastikan trofi liga dalam dekapan. Bahkan satu poin saja sudah cukup mengingat mereka unggul selisih gol atas Liverpool. Tapi tentu risiko bermain imbang tidak perlu ditempuh, bukan?

Sebelum menyaksikan pertandingan, mari membahas keunggulan City sehingga layak ditempatkan sebagai favorit juara liga musim ini.


KEKUATAN LINI SERANG

Sebanyak £85 juta telah dihabiskan oleh City untuk mendapatkan Sergio Aguero, Edin Dzeko, dan Alvaro Negredo sebagai penggawa lini depan dalam beberapa tahun terakhir. Investasi itu mulai menampakkan hasil di Etihad Stadium.

Meski menderita gangguan cedera paha, hamstring, dan betis, Aguero telah mengumpulkan 17 gol dalam 19 pertandingan liga. Rata-rata dia mencetak gol setiap 85,24 menit pertandingan (dari total 1.449 menit bertanding). Penyerang internasional Argentina ini juga hanya tampil empat kali sebagai pemain inti sejak 29 Januari.

Ketika Aguero absen, Dzeko muncul menggantikannya sebagai andalan tim. Padahal posisi sang penyerang Bosnia-Herzegovina itu terancam menyusul kedatangan Negredo. Dzeko menjawab keraguan dengan tampil menakjubkan. Sebanyak 16 gol dilesakkannya dalam 30 pertandingan liga musim ini. Hanya 22 kali dari jumlah tersebut dia tampil sebagai pemain inti. Rekor golnya setiap 120,1 menit, tapi sangat bernilai seperti dua gol ke gawang Everton, yang bermain gigih, di Goodison Park dan kemudian dua gol lagi melawan Aston Villa untuk membuka kemenangan 4-0.

Kecemerlangan Dzeko membatasi kontribusi Negredo yang datang dari Sevilla di awal musim. Tapi, penyerang asal Spanyol itu juga punya kontribusi yang tidak kecil. Tiga dari sembilan golnya membuka kemenangan tim. Salah satunya ketika menjamu Liverpool di Etihad, Desember lalu. Satu lagi dicetak Negredo ketika City menumpas Arsenal 6-3.

KONTRIBUSI LINI TENGAH

Ketika Aguero dan Dzeko tampil mengesankan di depan gawang, ada lagi satu nama yang harus disinggung jika membahas soal kecemerlangan City. Yaya Toure. Gelandang Pantai Gading itu selalu tampil berkelas ketika berhadapan dengan situasi sulit.

Toure mencetak 20 gol musim ini meski berposisi sebagai pemain tengah. Rekor itu menyamai pencapaian Frank Lampard musim 2009/10. Toure banyak mencetak gol dari jarak jauh dan sudut sempit, eksekutor handal tendangan bebas, dan ketika dia memimpin serangan tim, sulit sekali menghentikannya.

Toure melengkapinya dengan kemampuan menjadikan rekan setim lebih baik. Umpannya kepada Aguero sukses menundukkan Aguero. Itu salah satu dari delapan assist yang dibuatnya sepanjang musim. Operan pemain 30 tahun itu terkenal tajam, presisi, dan sulit diterka lawan.

Di jajaran gelandang Liga Primer lain, hanya pemain Liverpool Steven Gerrard, spesialis bola mati, yang mencetak assist lebih banyak (11 kali) daripada David Silva (sembilan). Nama terakhir menyumbangkan tujuh gol untuk City. Di bangku cadangan, Jesus Navas sukses membukukan empat gol dan tujuh assist dalam 30 penampilan (18 di antaranya sebagai pemain inti).

Bek kiri Aleksandar Kolarov mengumpulkan tujuh assist berkat kebebasan bermain yang diberikan Manuel Pellegrini musim ini. Jumlah itu mengalahkan bek mana pun. Kontribusi lain yang pantas dihitung adalah kehadiran Fernandinho sebagai penghambat serangan lawan nomor satu City di lini tengah.

Liverpool memang memiliki Gerrard, Philippe Coutinho, Jordan Henerson, dan Raheem Sterling, tapi dalam banyak kesempatan mereka terlalu tergantung pada Luis Suarez dan Daniel Sturridge.

PERBAIKAN LINI BELAKANG

Pada pembukaan musim, City salah satu tim kandidat juara. Seiring dengan kesalahan demi kesalahan yang diperbuat lini belakang menyebabkan mereka kalah dari Cardiff City, Aston Villa, dan Chelsea, pembenahan dilakukan Pellegrini menjelang November.

Saat kompetisi sudah seperempat jalan, City berada di peringkat ketujuh. Joe Hart, Vincent Kompany, Matija Nastasic, dan Martin Demichelis dituding bertanggung jawab atas bobroknya lini pertahanan tim. Begitu juga dengan tuduhan terhadap Yaya Toure yang dianggap bermain malas-malasan dan cepat letih.

Tapi hingga saat ini, ketika liga menyisakan satu pertandingan lagi, hanya Chelsea yang kebobolan lebih sedikit gol dibandingkan City. Pertahanan City justru bertambah baik setelah tersingkir dari Liga Champions di kaki Barcelona, Maret lalu. Total City kebobolan 37 gol.

Kemenangan 2-0 atas Hull City 15 Maret lalu menandai pertandingan kelima tanpa kebobolan dari sepuluh pertandingan terakhir. Mereka kebobolan sepuluh kali dalam rangkaian pertandingan itu dan setengahnya muncul dari dua pertandingan tandang melawan Liverpool dan Everton.

Perbedaan selisih gol dapat menjadi faktor penentuan juara Liga Primer musim ini. Sementara, mencapai tiga digit produktivitas gol di dalam klasemen dapat menjadi pencapaian positif lain. Di lini belakang, rata-rata kebobolan satu gol setiap pertandingan juga bukan merupakan hasil yang buruk.






Terkait