thumbnail Halo,

David Moyes telah resmi angkat kaki dari Man. United akibat kiprah mengecewakan musim ini, tapi ia bukan pelatih pertama yang melewati periode jelek di sebuah klub mayor Eropa.


GOALOLEH   KRIS VOAKES & CARLO GARGANESE     PENYUSUN   DEDE SUGITA    

Sembilan bulan periode buruk David Moyes sebagai manajer Manchester United akhirnya menemui kata akhir. Kekalahan 2-0 di kandang bekas klubnya, Everton, pada Minggu (20/4) lalu membuat Keluarga Glazer kehabisan kesabaran pada pada Selasa ini muncul konfirmasi resmi bahwa Moyes telah dibebastugaskan.

Meski menikmati gelimang sukses selama 26 tahun di bawah kepemimpinan Sir Alex Ferguson dan baru saja memenangi mahkota juara Liga Inggris ke-20 Mei tahun lalu, United kini tersendat di peringkat ketujuh klasemen dan kesulitan untuk sekadar mengamankan tiket Liga Europa.

Tapi Moyes bukan pelatih pertama yang melewati periode jelek di sebuah klub mayor Eropa. Raksasa lain seperti Real Madrid, Bayern Munich, Chelsea, dan Juventus juga pernah mengalami hal serupa dengan berbagai pelatih.

Berikut ini Goal mengulas beberapa era terburuk pelatih dalam beberapa tahun ke belakang.

CIRO FERRARA - JUVENTUS

Juventus sempat dilanda masa sulit untuk kembali menancapkan kuku selepas tersangkut Calciopoli, tapi klub tersungkur ke periode terburuk di bawah asuhan Ciro Ferrara. Mengambil alih tongkat kepelatihan dari Claudio Ranieri dua laga sebelum penutupan musim 2008/09, mantan bek Bianconeri ini diserahi kontrak full-time pada musim panas tahun tersebut.

Tapi Ferrara kemudian harus menerima kenyataan menjadi salah satu dari segelintir allenatore Juve yang didepak pada pertengahan musim menyusul rangkaian hasil negatif yang tidak hanya membuat tim terlempar dari jalur juara, tapi juga kesulitan menggapai enam besar klasemen.

Pada akhir Januari ia digantikan oleh Alberto Zaccheroni - sosok yang vakum melatih selama tiga tahun sebelum dipanggil ke Turin.

JURGEN KLINSMANN - BAYERN

Performa mengejutkan Jerman sebagai tuan rumah di Piala Dunia 2006, ketika mereka menyudahi turnamen dengan medali perunggu, melambungkan Jurgen Klinsmann sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan.

Namun reputasinya hancur akibat kinerja buruk saat memimpin Bayern Munich, klub yang pernah dibelanya sebagai pemain. Mewarisi skuat terbaik di Jerman pada musim panas 2008, Klinsmann gagal total di semua kompetisi dan bahkan sewaktu ia di-PHK pada April tahun berikutnya, Bayern terancam gagal menembus zona Liga Champions.

Tak lama sebelum menerima surat pemecatan, Bayern asuhannya dicukur Barcelona 4-0 dalam salah satu laga perempat-final Liga Champions paling timpang sepanjang sejarah.

CARLOS QUEIROZ - REAL MADRID

Diperhitungkan sebagai salah satu pelatih muda paling jempolan menyusul kiprah suksesnya sebagai asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United, Carlos Queiroz mengawali periode sebagai bos Real Madrid dengan luar biasa.

Berbekal salah satu skuat terbaik sepanjang sejarah sepakbola, pria Portugal ini membawa Los Galactios memegang keunggulan nyaman di puncak La Liga dan menapaki babak perempat-final Liga Champions pada awal Maret.

Namun isu-isu di luar lapangan termasuk pengeboman kereta di Atocha, stasiun yang berbasis di Madrid, dan kabar skandal perselingkuhan David Beckham mengalihkan atensi dari sepakbola dan performa Blancos setelahnya menukik tajam. Hanya finis keempat di liga dan eliminasi oleh Monaco di Liga Champions - setelah sempat memimpin agregat 5-2 - berujung kepada pemecatan Queiroz pada musim panas 2004.

LUIZ FELIPE SCOLARI - CHELSEA

Luiz Felipe Scolari datang  ke Chelsea pada 2008 dengan reputasi besar setelah mengantar Brasil menjuarai Piala Dunia enam tahun sebelumnya, juga, mengarsiteki langkah Portugal mencapai final Euro 2004.

Akan tetapi, terlepas dari start impresif - dengan klub menghantam Portsmouth 4-0  dan memainkan sepakbola indah pada debutnya - pelan tapi pasti raksasa London Barat itu mulai tertatih-tatih.

The Blues pun tercecer dalam persaingan juara dan mencatat rekor buruk kontra tim-tim besar, kalah di kandang maupun tandang dari Liverpool, juga di hadapan Manchester United dan Arsenal.

Ia pada akhirnya dibebastugaskan pada Februari 2009. Penggantinya dalam basis temporer, Guus Hiddink, langsung membalikkan peruntungan klub dengan memenangi Piala FA dan nyaris menyabet tiket final Liga Champions sebelum disingkirkan Barcelona lewat gol tandang dalam partai kontroversial di Stamford Bridge.

GRAEME SOUNESS - LIVERPOOL

Siapa pun yang meneruskan posisi Kenny Dalglish di Liverpool pasti akan mengalami kesulitan mengingat torehan fantastis sang legenda berupa raupan sepuluh trofi dalam lima setengah tahun masa kepemimpinannya yang pertama di Anfield, tapi kesulitan Graeme Souness jauh melebihi bayangan awal, persis Moyes di United musim ini.

Mengumpulkan tujuh trofi selama membesut Rangers, Souness gagal menjawab ekspektasi mahabesar di Liverpool, dan kinerja buruknya menandai awal kemerosotan The Reds yang kemudian melewati 24 tahun tanpa sekali pun mencaplok titel liga.

Satu-satunya kesuksesan kubu Merseyside dalam tiga tahun masa bakti pria Skotlandia itu datang di Piala FA 1992, dengan Ronnie Moran memegang kendali tim untuk laga final setelah Souness diharuskan menjalani perawatan di rumah sakit akibat gangguan jantung.

MARCO TARDELLI - INTER

Di era Massimo Moratti Inter sering sekali mengonta-ganti pelatih, tapi rasanya tak ada yang seburuk Marco Tardelli pada musim 2000/01.

Jawara Piala Dunia 1982 ini ditunjuk membesut tim tak lama setelah musim dimulai ketika Marcello Lippi dipecat, tapi Nerazzurri di tangannya hancur-hancuran meskipun memiliki skuat berkelas dunia dengan nama-nama beken seperti Ronaldo, Christian Vieri, Javier Zanetti, dan Clarence Seedorf.

Tardelli hanya sanggup membawa Inter menuntaskan Serie A di peringkat kelima - pencapaian sangat mengecewakan kalau menilik sumber daya dan personel yang mereka punya. Persentase kemenangan Tardelli hanya 37,5 persen dan ia juga menelan salah satu kekalahan paling memalukan dalam sejarah klub ketika Si Biru-Hitam dipermak Milan 6-0 dalam derby. Tak ayal, Tardelli dipersilakan angkat kaki pada akhir musim.




Liga Primer Inggris >> Halaman Khusus Sepakbola Inggris
>> Berita Sepakbola Inggris Lainnya
>> Semua Klub EPL & Panduan 2013/14
>> Klasemen Liga Primer Inggris
>> Jadwal & Hasil Liga Primer Inggris
>> Daftar Transfer Liga Primer Inggris
>> Rapor Pemain Liga Primer Inggris


Tendangan Bebas

Siapakah yang akan menjadi pelatih Manchester United selanjutnya?

Terkait