thumbnail Halo,

Sejak meninggalkan Camp Nou ke Manchester City pada 2010 silam, Yaya Toure menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik dunia. Lalu mengapa Barcelona melepas jasanya?


GOALOLEH MARK DOYLE     PENYUSUN  TEGAR PARAMARTHA                 Ikuti di twitter

Transfer adalah subyek yang sensitif untuk Barcelona saat ini. Namun, bagaimanapun juga, dengan tim raksasa Catalan itu akan menghadapi Manchester City di Liga Champions dini hari nanti (19/2), mustahil untuk tidak berpikir mengenai kesepakatan senilai €30 juta yang membuat Yaya Toure meninggalkan Camp Nou dan bergabung ke Etihad Stadium pada 2010.

Tentu saja, hal itu sepenuhnya karena selama empat tahun pemain asal Pantai Gading itu telah membuktikan bahwa dia adalah salah satu gelandang terbaik di dunia. Yang menimbulkan pertanyaan: Mengapa Barcelona melepasnya?

Toure tidak ragu lagi di mana ia harus menunjuk siapa yang bersalah. Ketika terus ditekan pertanyaan terkait mengapa ia hengkang, pada Oktober 2011, ia dengan tegas mengatakan bahwa pelatih Barcelona Pep Guardiola yang memaksanya keluar.

PANDANGAN DARI BARCELONA

"Pep Guardiola tidak memiliki hubungan yang baik dengan Toure dan itulah alasan utama Yaya meninggalkan Barcelona.

"Tidak ada masalah spesifik antara keduanya tetapi apa yang kami tahu adalah Guardiola ingin memiliki tim berisi pemain yang sepenuhnya di belakang dia - dan karena itulah Pep berusaha menjual secara bertahap dari beberapa komponen kunci dari skuat yang ia warisi. Tentu saja, ada fakta bahwa Pep lebih memilih Busquets daripada Toure di depan empat bek.

"Toure tidak ingin meninggalkan tim dan suporter masih melihat kepergiannya sebagai kerugian besar, karena mereka mengingat bahwa dia adalah salah satu pemain terbaik klub dalam beberapa tahun terakhir."

Pilar Suarez | Koresponden Goal di Barcelona
"Kapanpun saya bertanya sesuatu kepada dia, dia selalu memberi jawaban aneh," ujar Toure kepada ONA FM. "Dia cukup mengabaikan saya hingga tawaran City datang. Karena itulah saya memilih hengkang. Saya tidak berbicara dengan Guardiola selama satu tahun.

"Jika dia berbicara dengan saya, saya mungkin akan bertahan di Barcelona. Saya tidak ingin hengkang dan ingin mengakhiri karir bersama Barcelona. Namun, dia tidak percaya kepada saya."

Meski demikian, Guardiola merespon dengan cepat, dengan mengatakan bahwa dia, bersama presiden saat itu Joan Laporta, telah melakukan semaksimal mungkin untuk membujuk Toure bertahan di Camp Nou.

"Saya berbicara dengan siapa saja dan pintu untuk kantor dan rumah saya selalu terbuka untuk para pemain," ujar Guardiola kepada AS. "Kenyataanya adalah [Toure] meminta kepada Laporta untuk hengkang. Kami bahkan berusaha membujuknya untuk bertahan."

Jelas seseorang bermain dengan kebenaran. Tentu saja, cinta Toure untuk Barcelona selalu tampak jujur. Dalam tahun-tahun pertama ia hengkang, dia berulang kali mengatakan keinginannya untuk kembali ke Blaugrana suatu hari nanti, sementara dia juga membantah kabar yang menyebutkan bahwa dia akan hengkang ke Real Madrid pada tahun 2012, dengan menjelaskan bahwa hal tersebut akan sangat tidak mungkin mengingat dia masih menjadi suporter Barcelona.

Bagaimanapun juga, tidak diragukan lagi bahwa ketertarikan Toure ke Manchester City karena berbagai alasan, salah satunya adalah keberadaan saudaranya, Kolo Toure, di Etihad saat itu. Ada juga penawaran gaji besar [paket dasar sebesar €170 ribu per pekan, tidak termasuk bonus performa], demikian juga dengan garansi tim reguler. Sebagai pemain yang kurang mendapatkan kesempatan di Barcelona, Toure juga sangat tergoda dengan janji eks CEO City Gary Cook, yang mengatakan bahwa dia akan menjadi legenda di Etihad.

Dari perspektif Barcelona, calon presiden Sandro Rosell ingin menyeimbangkan pembukuan di Camp Nou dan ia cukup tertarik untuk menerima €30 juta untuk pemain yang kerap duduk di bangku cadangan. Memang, di musim terakhirnya bersama Barcelona, Toure berperan sebagai cadangan dari Sergio Busquets, sesuatu yang amat sulit ia terima.

"Tanpa Busquets, saya mungkin tidak hengkang," ujarnya pada Oktober 2010. "Dia memiliki kualitas tinggi tetapi apa yang saya inginkan adalah pertandingan, bukan bangku cadangan. Saya memenangkan segalanya di sana dan membutuhkan tantangan lain."

Dia mampu mendapatkan tantangan itu, meski itu membantunya pergi dari perasaan tidak dihargai menjadi dipuja-puja. Eks pelatih City Roberto Mancini membangun tim di sekitar Toure, pelatih asal Italia itu memainkan peran krusial dalam transformasi Toure dari gelandang bertahan menjadi raksasa yang bermain box-to-box. Toure hanya mampu mencetak enam gol di semua ajang selama tiga musim di Barcelona, namun ia berhasil mencetak sepuluh gol di musim pertamanya bersama City. Tentu saja, Toure bermain di posisi yang lebih maju saat bermain untuk Monaco tetapi dia benar-benar dibebaskan oleh Mancini.

"Dia yang memutuskan saya bermain lebih maju," ujar pemenang penghargaan pemain sepakbola Afrika terbaik selama tiga kali itu pada Februari tahun lalu. "Sejak datang ke City, saya menikmati permainan sepakbola saya karena permainan saya adalah tentang menyerang dan apa yang saya lakukan di Barcelona cukup berbeda."


Transformasi Toure | Pemain Pantai Gading ini mencetak enam gol selama tiga musim di Barca; tapi ia mampu mencetak sepuluh gol di musim pertamanya bersama City.

Keputusan Blaugrana untuk menjual Toure dapat dikatakan sebagai salah satu kesalahan termahal mereka, terutama ketika melihat dua pemain yang seharusnya menjadi pemain penggantinya, Javier Mascherano dan Alex Song, menghabiskan dana €42 juta untuk merekrut mereka. Guardiola gagal melihat, atau melepaskan, potensi maksimal dari Toure juga cukup aneh, mengingat ia mampu mengubah kapten Philipp Lahm dari bek sayap menjadi gelandang bertahan.

Tentu saja, itu jika Anda memperhatikan klaim dari pihak Catalan bahwa dia melakukan usaha sia-sia dengan membujuk Toure untuk tetap bertahan di Camp Nou. Sulit untuk melihat siapa yang jujur.

Saat ini, Toure memiliki cerita versi dirinya sendiri, demikian juga Guardiola. Tetapi yang diketahui secara pasti adalah pada musim panas 2010, Barcelona kehilangan satu pemain besar dan Manchester City mendapatkan satu.

Gabunglah bersama Goal Indonesia di media sosial:
Facebook goal.indonesia
Facebook goal.indonesia
Google Plus +goalcomindonesia
Google Plus +goalcomindonesia
Twitter @GOAL_ID
Twitter @GOAL_ID


Terkait