thumbnail Halo,

Setelah lima bintang muda yang ditampilkan beberapa waktu lalu, Goal Indonesia kembali hadir dengan lima bintang muda EPL edisi kedua!


GOALOLEH   YUDHA DANUJATMIKA     Ikuti di twitter
Setelah lima bintang muda yang ditampilkan beberapa waktu lalu seperti Adnan Januzaj, Jon Flanagan, Luke Shaw, Ross Barkley, dan James Ward-Prowse, kini kembali disajikan rentetan pemain yang siap bersinar di Liga Primer Inggris.

Kebanyakan pemain muda yang tampil di edisi ini memang tidak terdaftar dalam klub lima besar, namun sumbangsih dan potensi mereka di klub masing-masing jelas masif. Belum lagi, beberapa dari mereka sudah diincar oleh klub-klub besar sekelas Liverpool, Arsenal, dan Tottenham.

Satu pemain akademi Southampton juga kembali terdaftar setelah di edisi sebelumnya ada dua nama tercantum. Memang akademi yang melahirkan Gareth Bale itu patut diacungi jempol dalam membina pemain-pemain mudanya. Mereka tak pernah berhenti menghasilkan pemain-pemain bintang.

Mungkin akan timbul pertanyaan, mengapa nama-nama seperti Romelu Lukaku, Eden Hazard, Oscar, dll tidak masuk dalam daftar? Jawabannya sederhana: karena mereka sudah mengorbit, sudah terbilang sukses di tim masing-masing.

Pada kesempatan kali ini, nama-nama yang disajikan adalah mereka yang berusia di bawah 23 tahun, siap mengorbit, dan tentunya berprospek cerah. Berikut bintang-bintang muda siap kinclong di Liga Primer Inggris (Jilid 2) versi Goal Indonesia. Simak!

Ravel Morrison, West Ham, 21 Tahun


RINGKASAN STATISTIK
Jumlah bertanding 16
Starting XI 12
Akurasi umpan (%) 86,4%
Dribel sukses 33
Gol 3
Assist 2
Jebolan akademi Manchester United ini sudah digadang-gadang akan jadi bintang sejak masih remaja. Bahkan menurut rumor, sebelum ia melepas Ravel ke West Ham, Sir Alex Ferguson berpesan, "Ia adalah pemain sepakbola brilian, berkemampuan brilian, kelas atas, harus pergi dari Manchester dan memulai hidup baru."

Pesan itu kiranya ditanamkan betul oleh manajer Sam Allardyce dan dia tak ingin menyia-nyiakan bakat Ravel. Sempat dipinjamkan ke Birmingham untuk menimba pengalaman, Ravel akhirnya kembali ke West Ham. Musim ini saja ia langsung menyedot perhatian walau karirnya sedikit terganggu oleh cedera.

Tiga gol dan dua assist ia catatkan walau cedera kunci paha menghantui sejak bulan Desember. Salah satu torehan yang brilian ia catatkan dalam kemenangan 3-0 atas Tottenham Hotspur di White Hart Lane. Kala itu, Ravel melakukan solo run dari tengah lapangan dan melewati dua pemain Spurs sebelum mempermalukan Hugo Lloris dengan cungkilannya. Sepanjang laga, bintang muda ini juga tak pernah berhenti merepotkan The Lilywhites dengan dribelnya.

Ada gula ada semut, bakat Ravel yang bersinar musim ini mulai terendus klub-klub lainnya. Beberapa klub, mulai dari QPR, Fulham berminat mendatangkannya. Bahkan, United tertarik untuk memboyong kembali gelandang ini beberapa waktu lalu.

Dua-tiga tahun ke depan, Ravel kiranya akan semakin benderang jika apa yang ia miliki terus dikembangkan dan cedera tak menghantuinya lebih lanjut. Jika ada kesempatan untuk hengkang ke klub-klub besar dalam rentang waktu itu, Ravel jelas tak boleh melewatkannya.

Nathan Redmond, Norwich City, 19


RINGKASAN STATISTIK
Jumlah bertanding 22
Starting XI 15
Akurasi umpan (%) 78,4%
Umpan kunci 27
Gol 1
Assist 3
Jangan tertipu oleh sosoknya yang berjanggut dan kematangannya di lapangan, winger ini sebenarnya baru berusia 19 tahun!

Datang dari Birmingham City dan merapat ke Norwich City, Redmond tidak butuh waktu lama untuk menembus skuat utama The Canaries. Di musim pertamanya, ia langsung jadi pilihan utama Chris Hughton. Jelas saja, sang pelatihlah yang pertama kali menemukan bakat Redmond di Birmingham karena pernah bekerja sama.

Di laga ketiga Norwich melawan Southampton, Redmond melakukan satu hal yang memutar roda nasibnya ke puncak. Ya, sang winger ini mencetak gol semata wayang lagi brilian dalam kemenangan 1-0 timnya itu. Khas permainan sayap, ia melakukan tusukan dan mengecoh pertahanan lawan sebelum melepas sepakan jarak jauh yang tak mampu dihalau Artur Boruc.

Tak berselang lama, Redmond mulai rajin masuk ke starting XI. Permainan gemilangnya pun semakin diimbangi dengan kecerdasan dan ke-tidakegois-an di lapangan. Sebagai buktinya, kini winger muda asal Inggris ini telah mencatatkan tiga assist dan sepanjang laga ia juga sering berkontribusi dalam pertahanan.

Dengan sedikit polesan dan pengalaman, pemain muda gemilang ini tak butuh waktu lama untuk jadi pemain matang. Potensinya begitu besar dan jalan masih panjang. Tak heran, Swansea ngotot mendatangkannya walau sang pemain sendiri tak tertarik untuk pindah. Klub-klub besar pun kiranya akan segera 'terganggu' oleh performa bintang muda ini.

Serge Gnabry, Arsenal, 18 Tahun


RINGKASAN STATISTIK
Jumlah bertanding 8
Starting XI 5
Akurasi umpan (%) 87%
 Umpan kunci 4
Gol 1
Assist 0
Terlalu banyaknya gelandang hebat di Arsenal membuat nama Serge Gnabry tidak begitu terdengar di kancah sepakbola Inggris. Namun ingatlah nama ini, karena ia berpotensi menorehkan namanya di daftar pemain top.

Gaya main eksplosif dan elegan kiranya membuat pemain kelahiran Stuttgart ini cocok hidup di Arsenal. Ia lebih suka melepas umpan pendek daripada berspekulasi pada umpan panjang. Belum lagi, semangat pantang menyerah khas anak muda membuatnya tampak enerjik dalam menjelajahi lapangan, bahkan ikut serta dalam pertahanan.

Sayang, minimnya kesempatan bermain di skuat Arsenal membuat rekor personalnya tidaklah gemilang. Ia kalah saing dari pemain sekelas Santi Cazorla, Mesut Ozil, Theo Walcott, dan Alex Oxlade-Chamberlain. Ia mencatatkan satu-satunya gol sejauh ini saat menang 2-1 atas Swansea, berawal dari kombinasi ciamik segenap skuat Arsenal.

Kendati begitu, performa cantik Gnabry malah terjadi di Piala FA, tepatnya saat Arsenal menggilas Tottenham 2-0. Gnabry mencatatkan satu assist saat itu, tapi sumbangsih enam umpan kuncinya membuat ia dinobatkan sebagai pemain terbaik laga. Hal itu sekaligus menunjukkan kecerdasannya membagi bola.

Selepas laga, Mikel Arteta memuji penampilan Gnabry itu, "Ia sangat hebat, punya kecepatan dan teknik untuk melewati baris pertahanan lawan. Ia adalah pejuang kecil dan tak terintimidasi walau ini laga derby." Melihat permainan Gnabry sejauh ini, ia masih perlu mengasah kemampuan finishing dan pengambilan keputusan dalam waktu pendek. Jika itu semua berjalan sejajar dengan kemampuan lainnya, kiranya ia akan jadi pemain yang diperhitungkan baik di Arsenal maupun timnas Jerman.

Calum Chambers, Southampton, 19 Tahun


RINGKASAN STATISTIK
Jumlah bertanding 14
Starting XI 12
Akurasi umpan (%) 77,5%
 Rerata tekel per laga  2,4
Gol 0
Assist 0
Lagi-lagi produk asli akademi Southampton. Setelah Gareth Bale, Theo Walcott, kini ada generasi Luke Shaw, James Ward-Prowse, dan tentunya Calum Chambers. Entah apa yang ada di balik 'pabrik' pemain di Inggris Raya itu.

Mungkin status Chambers hanyalah pelapis dari Nathaniel Clyne. Namun, saat sang bek utama cedera, Chambers menunjukkan performa yang tidak kalah apiknya, walau belum secemerlang Luke Shaw.

Chambers cukup pandai dalam bertransisi, dari belakang ke depan. Ia juga kerap kali menyumbang crossing walau masih belum matang. Namun torehan bek pelapis ini dalam hal bertahan sudah melampaui Clyne yang ada di kursi utama.

Bek kanan ini sudah mencatatkan rerata tekel 2,4 per laga, intersep yang ia lakukan (28) melampaui Clyne (19). Hanya saja, sumbangsihnya dalam menyerang masih kurang efektif. Chambers memang sudah melakukan 56 percobaan umpan silang, tapi hanya 9 yang sukses. Sementara Clyne mencatatkan 12 crossing sukses dari total 43.

Memang masih banyak yang belum yakin dengan potensi Chambers ini, tapi untuk meyakinkannya ada kabar terbaru: Arsenal tertarik gaet Chambers. Ya, klub yang hobi mencari pemain muda ini tertarik dengan jasa Chambers untuk menggantikan Bacary Sagna.

Ben Davies, Swansea, 20 Tahun


RINGKASAN STATISTIK
Jumlah bertanding 22
Starting XI 22
Akurasi umpan (%) 86%
Umpan kunci  23
Gol 2
Assist 0
Baru 20 tahun, tapi sudah jadi langganan skuat utama Swansea. Sejak Michael Laudrup mempromosikannya ke skuat utama, Davies memang mulai bersinar dan sukses menggeser pendahulunya Neil Taylor.

Musim ini pun ia mengawalinya dengan indah. Dalam pertandingan ketiga kontra West Brom misalnya, bek kiri ini melepas sepakan voli keras usai menyambut crossing Pablo Hernandez dan membawa Swansea unggul 1-0. Selanjutnya, Davies menunjukkan performa tangguh di lini belakang dan mengamankan kemenangan menjadi 2-0.

Akurasi umpan (86%) bek kiri ini juga menjadi tinta emas dalam catatan pribadinya. Ia kerap kali membangun serangan dari belakang dan keberaniannya untuk ikut serta dalam menyerang juga amat spesial bagi pemain seusianya.

Tottenham dan Liverpool disinyalir berminat mendatangkan Davies dari Swansea. Tapi usai sang bek menandatangani kontrak hingga 2017, niat itu sepertinya harus ditunda dulu. Tak lupa, di usianya yang muda ini Davies sudah mencatatkan 9 penampilan bagi timnas senior Wales.

Liga Primer Inggris >> Halaman Khusus Sepakbola Inggris
>> Berita Sepakbola Inggris Lainnya
>> Semua Klub EPL & Panduan 2013/14
>> Klasemen Liga Primer Inggris
>> Jadwal & Hasil Liga Primer Inggris
>> Daftar Transfer Liga Primer Inggris
>> Rapor Pemain Liga Primer Inggris


Terkait