thumbnail Halo,

Ada persaingan ketat tak kasat mata antara striker-striker top papan atas dunia.


GOALOLEH   M YANUAR F     Ikuti @mohammadyanuar di twitter

Cristiano Ronaldo striker terbaik di dunia? Bisa jadi. Kontribusinya buat Real Madrid memang fenomenal.

Penyerang asal Portugal itu juga menjadi salah satu kandidat pemain terbaik, alias Ballon d'Or 2013. Saingannya, Franck Ribery dan Lionel Messi.

Tapi, khusus untuk di musim ini, dalam urusan mencetak gol, Ronaldo punya pesaing lain. Dia adalah Luis Suarez dari Liverpool dan Diego Costa asal Atletico Madrid.

Dalam persaingan memerebutkan Sepatu Emas, ketiga pemain itu berada di level yang sama dalam pengumpulan angka.

Dengan dua golnya ke gawang Tottenham Hotspur, Luis SUarez menggenapkan perolehan golnya menjadi 17. Sementara Diego Costa juga mencetak dua gol di akhir pekan, sementara Ronaldo gagal mencetak gol saat Madrid ditahan imbang Osasuna 2-2.

Sejatinya, ada pemain lain yang memiliki produktivitas gol yang lebih baik dibanding ketiga pemain tersebut, yaitu Nerijus Valskis dari Suduva, klub di Lituania.

Sepanjang musim ini, Valskis mencetak 27 gol. Namun karena beban kompetisi yang berbeda kelas dengan yang diikuti Ronaldo, Suarez dan Costa, koleksi golnya pun tak dihargai mahal.


Peringkat

Pemain          

Klub

Liga

Beban

Gol

Poin

1

C. Ronaldo

Real Madrid

2

17 34

=

Diego Costa

Atletico Madrid

2

17 (+2)

34

=

Luis Suarez Liverpool

2

17 (+2)

34

4

Zla Ibrahimovic

PSG

2

14 (+1)

28

5

Nerijus Valskis *

Suduva

1

27

27

6

Giuseppe Rossi

Fiorentina

2

13 (+1)

26

=

Sergio Aguero Manchester City

2

13 (+1)

26

8

Frode Johnson *

Odds

1.5 16 24

=

Edinson Cavani Paris Saint-Germain

1

12 (+1)

24

=

Alf Finnbogason Heerenveen

1.5

16 (+2)

24


* = musim sudah berakhir


SEJARAH & PERHITUNGAN POIN

Pemain seperti Lionel Messi, Ronaldo, Thierry Henry dan Diego Forlan pernah memenangi penghargaan Sepatu Emas Eropa dalam beberapa musim terakhir. Messi menjadi pemenang musim lalu dengan 46 gol.

Ada pun penghitungan didasarkan pada rangking kompetisi di koefisien UEFA, yang juga ditentukan pada hasil yang diraih setiap klub di kompetisi Eropa dalam lima musim terakhir.

Gol yang dicetak di lima kompetisi terbaik, menurut koefisien UEFA, akan dikalikan dua, sementara gol yang dicetak di kompetisi pada rangking enam sampai 21 akan dikalikan 1,5. Gol yang tercipta di kompetisi lainnya hanya akan dikalikan satu.

Perhitungan ini membuat pemain yang berlaga di kompetisi di satu negara Eropa dengan level yang di bawah rata-rata, seperti Armenia, Estonia atau Azerbaijan, memiliki tingkat kesulitan yang lebih besar untuk mendapatkan penghargaan 'Sepatu Emas' dibanding pemain yang berlaga di Serie A, La Liga, Bundesliga atau Liga Primer Inggris.

Gabunglah bersama Goal Indonesia di media sosial:
Facebook goal.indonesia
Facebook goal.indonesia
Google Plus +goalcomindonesia
Google Plus +goalcomindonesia
Twitter @GOAL_ID
Twitter @GOAL_ID

Terkait