thumbnail Halo,
Kenny Dalglish termasuk pemain paling sukses di Liverpool

SPESIAL: Lima Transfer Terbaik Liverpool Sepanjang Masa

Kenny Dalglish termasuk pemain paling sukses di Liverpool

Getty Images

Dalam rangka menyambut kedatangan Liverpool ke Indonesia bulan ini, Goal merangkum lima transfer terbaik The Reds sepanjang sejarah.


GOALOLEH DEWI AGRENIAWATI


Sebagai tim yang mengoleksi 18 titel Liga Inggris dan liga Piala Champions, Liverpool pernah memboyong sejumlah pemain yang kemudian sukses di Anfield dalam 121 berdirinya The Reds. Rentetan gelar bergengsi berhasil masuk lemari berkat kepiawaian pemain yang kemudian disebut sebagai legenda ini tim.

Ada Kenny Dalglish yang sukses besar saat merangkap jabatan sebagai pemain di era 1980-an. Atau Ian Rush yang mengukuhkan diri sebagai pemain tersubur The Reds berkat torehan 346 golnya selama dua periode berseragam Merah-Merah.

Dan, dalam menyambut kedatangan Liverpool ke Indonesia bulan ini, Goal merangkum lima transfer terbaik The Reds sepanjang sejarah.


Alan Hansen (1977-1991)


Bicara soal bek terbaik yang pernah dibeli Liverpoo, jangan pernah melupakan sosok Alan Hansen. Alan muda memulai karier dengan kakanya, John, di kompetisi Liga Skotlandia Junior bersama Sauchie Juniors.

Posisi:
Usia saat diboyong:
Klub asal:

Nilai transfer:
Penampilan/Gol:
Penampilan: keseluruhan/Gol
Gelar tim:









Gelar individu: 
Klub berikutnya:
 
Bek tengah
21
Patrick Thistle, Mei 1977
£110,000,
434/8
620/14

Juara liga (8): 1979, 1980, 1982, 1983, 1984, 1986, 1988, 1990; Piala FA (2): 1986, 1989; Piala Liga (4): 1981, 1982, 1983, 1984; Piala Champions (3): 1978, 1981, 1984
-
-

Alan kemudian dengan berani menolak kesempatan belajar di University of Aberdeen, demi bergabung dengan kakaknya, John, di Patrick Thistle. Selama musim panas sementara aplikasinya diproses, dia bekerja enam pekan di kantor asuransi General Accident, padahal dia membenci pekerjaan tersebut.

Namun, penantian Hansen dibayar lunas. Sebagai siswa latihan, Hansen diundang ke final Piala Liga Skotlandia pada 1971, ketika Patrick Thistle yang juga dibela John membuat kejutan dengan mengalahkan favorit juara Celtic 4-1 di Hampden Park.


Setelah menembus tim utama Thistle, Hansen mencuri perhatian banyak tim dunia, termasuk Liverpool yang ketika itu dilatih Bob Paisley. Musim 1975/76, Hansen tampil 21 kali saat Thistle menjuarai Divisi Utama Skotlandia dan promosi ke Divisi Primer SKotlandia. Di musim berikutnya, Hansen 35 kali membela tim utama, sebelum akhirnya gabung dengan The Reds pada 5 Mei 1977. Setelah tiba di Anfield, julukan "Strecth" yang terkenal selama bertahun-tahun terlupakan dan dia mendapatkan julukan baru, "Jockey".

Tanpa diragukan lagi, Alan Hansen adalah bek tengah sekaligus kapten terbaik Liverpool, dan menjadi satu diantara tiga pemain outfield dalam sejarah sepakbola Inggris yang sukses menyabet gelar di tiga dekade berbeda.

Pemain asal Skotlandia merupakan bek "selembut sutera" yang lebih suka mulai melakukan serangan dengan membawa bola keluar dari pertahanan melalui kakinya, dan untuk saat ini hanya sedikit defender yang lebih baik darinya dalam hal ini.

Hansen menyabet sejumlah gelar bergengsi selama 14 tahun berkarier di Anfield, lima tahun terakhir dilakoninya sebagai kapten. Selama mengapteni The Reds, Hansen sempat membawa timnya menyabet treble winners pada 1986, ketika menyandingkan titel Liga, Piala FA dan Piala Super Inggris.

Sampai Ryan Giggs di Manchester mengikuti prestasi manisnya, sang bek tengah merupakan pemain domestik paling dihormati dalam sejarah permainan Inggris.

Kenny Dalglish (1977-90)

Liverpool memecahkan rekor transfer saat itu, senilai £440,000 untuk mendatangkan Kenny Dalglish dari Celtic. Kehadiran Dalglish diproyeksikan untuk menggantikan Kevin Keegan yang dibidik klub Jerman, Hamburg.

Di awal kedatangannya, The Kop ragu Dalglish mampu menjalani tugas berat yang dibebankan di pundaknya. Namun, dia mampu beradaptasi dengan cepat di klub baru. Dalglish melakoni debut, memakai nomor punggung warisan Keegan, tujuh, pada 13 Agustus 1977 di musim pembuka di Wembley pada laga Charity SHield kontra Manchester United. 
Posisi:
Usia saat diboyong:
Klub asal:

Nilai transfer:
Penampilan/Gol:
Penampilan: keseluruhan/Gol
Gelar tim:









Gelar individu: 
Klub berikutnya:
 
Penyerang
26
Celtic, Agustus 1977
£440,000,
355/118
501/169

Juara liga (6): 1979, 1980, 1982, 1983, 1984, 1986; Piala FA (2): 1986, 1989; Piala Liga (4): 1981, 1982, 1983, 1984; Piala Champions (3): 1978, 1981, 1984
3
-


Dalglish kemudian mencetak gol perdana untuk Liverpool di debut liga sepekan kemudian pada 20 Agustus, melawan Middlesborough. Tiga hari kemudian, Dalglish juga membuka keran golnya pada laga perdana di Anfield dalam kemenangan 2-0 versus Newcastle United. Nama Dalglish makin dicintai Liverpudlian saat dia mencetak gol keenam dari pesta gol The Reds yang menghancurkan Hamburg bersama Keegan-nya, 6-0 di leg kedua final Piala SUper Eropa 1977.

Hingga akhir musim, Dalglish tampil 62 kali dan mencetak 31 gol, termasuk penentu kemenangan final Piala Champions 1978 versus Bruges di Wembley.

Di musim kedua, Dalglish mengukir catatan personal dengan torehan 21 gol di liga dan menyabet pemain terbaik versi asosiasi wartawan sepakbola. Dia tak pernah melewatkan pertandingan Liverpool sampai musim 1980/81, ketika dia tampil 34 kali dari 42 laga loga dan mencetak hanya delapan gol saat The Reds finis peringkat lima, tapi mereka masih mampu menyabet Piala Champions dan Piala Liga.

Dia memulihkan catatan golnya di musim berikutnya dan menjadi pahlawan tim di liga, membukukan 13 sekaligus membawa The Reds menjadi juara untuk ke-13 kalinya dan ketiga kali sejak kedatangan Dalglish.

Di tahun-tahun ini pula yang menjadi awal duet Dalglish dengan Ian Rush. Dalglish terpilih sebagai pemain terbaik PFA di musim 1982/83, ketika dia memberikan 18 gol yang berperan besar membuat The Reds mempertahankan titel. Sejak 1983, kesuburan Dalglish justru menurun, meski dia tetap menjadi pemain reguler. 

Dalglish akhirnya merangkap jabatan sebagai pemain dan pelatih setelah Joe Fagan pensiun di akhir musim 1985. Dalglish "memainkan" diri sendiri hanya 21 kali di musim 1985/86 di mana The Reds menyabet gelar ganda, tapi dia tampil sebagai starter di final Piala FA dan menumbangkan Everton. 

Di akhir musim liga, gol tunggalnya di laga tandang kontra Chelsea memberikan gelar ke-16 bagi Liverpool. Secara personal, karier Dalglish kembali naik di musim berikut, membukukan enam gol dari 18 laga, tapi dia berkomitmen memberikan pemain muda prioritas tampil di tim utama.

Setelah Ian Rush dijual ke Juventus pada 1987, Dalglish membentuk duet striker dengan pemain anyar John Aldrige dan Peter Beardsley untuk musim 1987/88 dan hanya dua kali tampil di liga di mana Liverpool mengoleksi gelar ke-17. Dalglish tidak tampil di musim 1988/89 dan melakoni laga penutup pada 5 Mei 1990 sebagai subtitusi kontra Derby. Di usia 39, dia menjadi salah satu pemain tertua yang pernah membela Liverpoo. Gol terakhirnya dicetak tiga tahun sebelumnya, saat menang kandang 3-0 versus Nottingham Forest pada 18 April 1987.

Ian Rush (1980-87 & 1988-96)

Tak perlu banyak kata untuk mengungkapkan kehebatan Ian Rush, yang menjadi pemain tersubur sepanjang sejarah Liverpool. Selama dua periode berkarier di Anfield, catatan gol Rush sangat mengagumkan, dia mengoleksi 346 gol dari hanya 660 penampilan.
Posisi:
Usia saat diboyong:
Klub asal:

Nilai transfer:
Penampilan/Gol:
Penampilan: keseluruhan/Gol
Gelar tim:









Gelar individu: 
Klub berikutnya:
 



Penyerang
18
Chester, April 1980
£300,000,
469/229
660/346

Titel liga (5): 1982, 1983, 1984, 1986, 1990; Piala FA (3):1986, 1989, 1992; Piala Liga (5): 1981, 1982, 1983, 1984, 1995; Piala Champions (2): 1981, 1984
3
Leeds United, Newcastle United, Wrexham dan Sydney Olympic FC

Duetnya di lini depan bersama Kenny Dalglish menjadi yang paling menakutkan ketika itu. Bagaimana tidak, kombinasi pemain "kecil dan besar", dengan Dalglish berperan sebagai penyerang lubang, dia mengirim umpan-umpan matang kepada Rush yang dikonversi secara sempurna untuk menjebol gawang lawan.

Kendati demikian, pemain internasional Wales jauh dari sekadar operator di kotak penalti. Rush memiliki kemampuan mencetak gol dengan bebagai gaya, termasuk tap-in, sundulan dan sepakan jarak jauh.

Rush juga memainkan peran krusial dalam sukses Liverpool dengan menjadi striker pertama dalam permainan modern untuk memulai pertahanan tim dari depan, karena dia terbiasa memanfaatkan kecepatan ekstrem untuk membuat barisan belakang lawan kebat-kebit ketika mencoba memulai serangan dari belakang.

Namun, kisah Rush bersama Liverpool tidak semudah yang dibayangkan. Di awal kehadirannya dari Chester, Rush muda jarang diturunkan sebagai starter sehubungan dengan kebijakan Liverpool yang "melempar" pemain muda mereka ke tim reserve untuk mempelajari "cara Liverpool".

Ini menjadi periode sulit bagi Rush karena dia tidak kelihatan sebagai calon pemain subur dan nyaris meninggalkan Anfield. Tapi, setelah bicara dengan Paisley yang memintanya lebih egois di depan gawang, Rush memilih tinggal. 

Gol perdana Rush untuk klub butuh waktu, tapi itu akhirnya tiba pada 30 September 1981 di putaran pertama leg kedua Piala Champions di Anfield kontra Oulun Palloseura.

Koleksi gol Rush terus mengalir sampai akhirnya dinobatkan sebagai pemain muda terbaik 1983 saat membawa The Reds dua musim beruntun menyabet gelar ganda di Piala Liga dan Liga Inggris.

Musim 1984/85 menjadi musim pertama Liverpool tanpa gelar dalam 10 tahun terakhir, meski mereka mencapai final Piala Champions kontra Juventus di Heysel Stadium, Brussels, Belgia. Ironisnya, final tersebut berakhir bencana, di mana sebelum kick-off kerusuhan suporter menyebabkan tembok stadion runtuh dan menyebabkan 39 pendukung Juventus tewas. Di laga tersebut The Reds harus mengakui keunggulan Juventus 1-0.  

Sejak Dalglish ditunjuk sebagai pemain sekaligus manajer pada 1985, Rush sering dipasangkan dengan Paul Walsh di tim utama Liverpool. Penampilan memukaunya membuat Juventus kepincut dan memboyongnya pada 1987, tapi dia balik ke Anfield setahun kemudian sebelum akhirnya pergi lagi pada 1996.

John Barnes (1987-97)

Barnes meninggalkan Watford pada 9 Juni 1987 untuk gabung ke klub Kenny Dalglish seharga £900,000, setelah melakoni 233 dan mencetak 65 gol untuk The Hornets. 

Posisi:
Usia saat diboyong:
Klub asal:

Nilai transfer:
Penampilan/Gol:
Penampilan: keseluruhan/Gol
Gelar tim:
  



Gelar individu:
Klub berikutnya:


Winger
23
Watford, Agustus 1987
£900,000 
314/84
403/106

League title (2): 1988 and 1990; FA Cup (2): 1989 and 1992; League Cup (1): 19953
3
Newcastle United, Charlton Athletic dan Celti

Dia datang ke Anfield bersama rekannya di Inggris, Peter Beardsley dan dipasangkan dengan John Aldrige, Ray Houghton setelah Ian Rush pergi untuk membentuk salah satu lini depan paling menakutkan dalam sejarah Liverpool.

Barnes melakoni debut untuk The Reds, bersama dengan Beardsley pada 15 Agustus 1987, di laga kemenangan 2-1 atas Arsenal di HUghbury. Di menit kesembilan, kombinasi Barnes dan Beardsley menghasilkan umpan yang disempurnakan menjadi gol Aldrige. Gol perdana Barnes untuk klub tiba sebulan kemudian pada 12 September ketika The Reds mengalahkan Oxford 2-0 di Anfield. 

Di musim perdana di Anfiels, Liverpool menyabet gelar liga, tak terkalahkan di 29 pertandingan awal dan mengakhiri musim dengan hanya dua kekalahan.

Di musim ini juga Barnes menerima perlakuan rasisme dari sejumlah suporter Everton dalam Derby Merseyside di Anfield, yang memaksa presiden The Toffees Philip Carter tidak mengakui kelompok suporter yang melakukan tindakan tersebut. 

Barnes mencetak 15 gol di musim pertamanya di Anfield, hanya kalah dari torehan John Aldridge. Tapi, dia berhasil menyabet penghargaan pemain terbaik.

Saat Rush kembali ke Anfield setelah petualangannya di Juventus tidak berjalan lancar, kombinasi Barnes-Rush cukup memuaskan.

Barnes berperan besar saat Liverpool merebut titel di tahun 1990 dan mencetak 22 gol dari sayap kiri, ini merupakan pencapaian terbaik pribadi Barnes untuk klub. Koleksi gol Ian Rush sendiri empat gol lebih sedikit dibandingkan miliknya dan Barnes menyabet penghargaan pemain terbaik versi pers.


Fernando Torres (2007-2011)

Masuknya nama Fernando Torres dalam daftar ini mungkin terdengar sedikit kontrovesial. Tapi, jika kita melihat kontribusi yang diberikan striker asal Spanyol selama empat tahun di Anfield juga mempertimbangkan harga beli dan jual di tahun berikutnya, maka bisa diakui nilai seorang El Nino. 

Posisi:
Usia saat diboyong:
Klub asal:

Nilai transfer:
Penampilan/Gol:
Penampilan: keseluruhan/Gol
Gelar tim:
   Gelar individu:
Klub berikutnya:






Penyerang tengah
23
Atletico Madrid, Juli 2007
£20 juta
102/65
142/81

-
-
Chelsea






Torres diboyong Rafael Benitez dari Atletico Madrid dengan banderol £20 juta pada 2007. El Nino melakoni debut kompetitif untuk The Reds melawan Aston Villa dengan kemenangan 2-1 pada 11 Agustus 2007. Torres kemudian tampil perdana di Liga Champions empat hari kemudian dalam kemenangan 1-0 atas Toulouse setelah masuk sebagai subtitusi.

Sementara gol perdana di Liga Primer ditorehkan di Anfield pada 19 Agustus 2007, di menit ke-16 kala diimbang Chelsea 1-1. Torres kemudian mencetak hat-trick perdana kala menang 4-2 atas Reading di Piala Liga, 25 September, seluruhnya dilakukan di babak kedua. Gol perdana di Liga Champions dicetak pada penampilan ketiga saat The Reds membekuk Porto 4-1, 28 November 2007 dan dia menyumbang dua gol.

Selama tiga dari empat musimnya di Liverpool, Torres tanpa diragukan lagi menjadi striker terbaik Liga Primer Inggris setelah dia mencetak rekor demi rekor, termasuk eksploitasi 24 golnya oleh seorang pemain asing di debutnya di Liga Primer, pemain tercepat Liverpool yang mampu mencetak 50 gol dan selalu menorehkan gol di delapan laga beruntun di Anfield.

Meski penampilannya kerap diganggu serangkaian cedera, kehilangan kepercataan diri serta majal di depan gawang dapat membuat kebintangannya menyusut, toh pemain asli Spanyol ini masih mampu memecahkan rekor transfer Inggris dengan nilai £50 juta saat meninggakan The Reds untuk gabung dengan Chelsea pada Januari 2011.





Web Resmi Liverpool FC Berbahasa Indonesia
Untuk informasi lebih lanjut mengenai tiket Liverpool FC melawan Indonesia XI, dan juga berita-berita terkini The Reds dalam bahasa Indonesia, kunjungi laman resminya di http://indonesia.liverpoolfc.com

Terkait