thumbnail Halo,

Permainan Bale makin kuat musim ini dan membuat fans Spurs atau bahkan pendukung netral sekali pun asyik duduk di kursi kesayangan mereka untuk menyaksikan permainan memukau.


CATATAN JAF JAFFA   PENYUSUN   DEWI AGRENIAWATI  

Jika harus mengingat kembali pada Juli 2012 - musim panas transisi untuk Tottenham – sulit percaya bahwa Gareth Bale sekarang masih bertahan. Maklum, prediksi dirinya akan dijual lebih marak terdengar, dibandingkan pemain yang ketika itu ingin angkat kaki, Luka Modric, yang pada akhirnya dilego ke klub impiannya, Real Madrid

Di awal musim, klaim mengenai ketidakbethan Bale mulai nampak. Di bawah asuhan pelatih anyar Andre Villas-Boas, Tottenham mulai tertekan setelah hanya mengepak dua poin dari angka maksimal sembilan dan dua kali beruntun menelan hasil imbang di rumah sendiri membuat suporter masih meratapi kepergian Harry Redknapp.

Sepekan kemudian, era Villas-Boas mulai injak gas di mana Spurs mengepak kemenangan pertama musim ini melawan Reading, Bale mencatatkan nama di scoresheet saat dia mampu menyesuaikan diri dengan posisi baru yang diberikan kepadanya.

GARETH BALE
MUSIM BALE
PENAMPILAN
GOL
ASSISTS
36
21
12
RATA-RATA RAPOR PEMAIN

3.58
APA KATA MEREKA?
"Gareth brilian. Dia memiliki banyak hal untuk penampilannya dan selama musim lalu atau sebelumnya dia banyak berkembang. Dia tipe pemain luar biasa, tapi lebih dari itu, dia memiliki sikap yang baik juga.

"Dia bisa melangkah jauh di pertandingan. Sebagai sesama orang Wales saya berharap dia menuju level tinggi."
- Ryan Giggs
Sejak saat itulah, Bale mulai mendapat peran sebagai pemimpin tim. Jauh dari definisi tradisional, dia memimpin hampir sepanjang penampilan di lapangan. Dia memang bukan pemain paling vokal, tapi dia menjadi pemain penting di Tottenham – membuka gol setelah kepergian Modric dan Rafael van der Vaart.

Melihat penampilan Bale musim ini sungguh mengagumkan.

Ini tidak lepas dari peran sang pelatih Villas-Boas yang membantu membentu Bale menjadi sosok  “perusak”; memberinya kebebasan untuk berkeliaran di lapangan dan membawa bola di mana pun dia merasa paling nyaman, sementara sang pemain sendiri menangkap kesempatan bermain lebih melebar dengan sangat baik. Kredit layak diberikan kepada keduanya.

Ketika torehan-torehan gol terus mengalir, termasuk sepuluh lesakkan dari delapan pertandingan klub, membuat perbandingan dengan Cristiano Ronaldo tak bisa terelakkan. Dan benar-benar dibenarkan. Sama halnya seperti musim pertama CR7 bersama Manchester United pada 2006/07 di mana dia mencetak 17 gol dari 34 pertandingan, tahun ini Bale berkembang menjadi penentu kemenangan.

Malabeli Spurs sebagai one-man team kini sudah menjadi rahasia umum dan meski mudah mengklaim klub London Utara tak akan mampu mendekati posisi enam besar tanpa dirinya, total 16 golnya sejauh ini layak digarisbawahi.

Dari sepuluh gol terakhirnya, Bale mendapat sembilan poin dengan gol yang dicetak ke gawang Norwich, West Bromwich Albion, sepasang gol kontra Newcastle United, serta penentu kemenangan di menit-menit akhir melawan West Ham. Jangan lupa, mantan Southampton ini juga mencetak gol pembuka dalam laga kemenangan 2-1 versus Arsenal.

Melihat statistik golnya, orang masih berpikir posisi terbaiknya adalah sebagai bek kiri sama seperti musim lalu, karena kualitas dan kemampuannya mencetak gol menjamin hal tersebut.

Tapi, dia kini lebih siap memberikan pengaruh pada pertandingan dibandingkan sebelumnya, sebagian karena dia mengembangkan peran dan sebagian lagi tentu saja karena perkembangan natural yang dimilikinya. Meski sekarang tidak sekreatif sebelumnya –lebih ke pemain tim—Bale merupakan pengubah pertandingan dan statistik cukup membuktikan kapasitasnya. Bale mengoleksi 16 gol di Liga Primer dan lima di tiga ajang lain [Piala Liga, Piala FA dan Liga Europa], empat gol lain dicetak untuk Wales sepanjang musim ini. Bandingkan dengan sepuluh gol liga dan dua di ajang lain selama 47 pertandingan musim lalu.

Perkembangannya sungguh fenomenal dan penonton kini berjuang melihat penampilan terbaik sama seperti para bek yang berjuang menghentikan laju sang pemain.

Situasi ini membuatnya belakangan makin sering dibandingkan dengan pemain terbaik. Pergeseran posisi dari winger menjadi penyerang tertutup oleh pencapaiannya ketika Anda membandingkan dia dengan gelandang tersubur dalam beberapa tahun rerakhir. Dia telah menyamai catatan terbaik Steven Gerrard dalam semusim liga dan mengalahkan kembalinya Franck Lampard, kecuali di dua musim [16 gol pada 2005/06 dan 22 gol pada 2009/10].

Masih ada waktu untuk mendapat catatan lebih baik dari Cristiano Ronaldo yang mengepak 31 gol di musim 2007/08, tapi dia kini hanya tertinggal satu gol dari prestasi CR7 di musim 2006/07 dan dua dari gol kapten Portugal di musim terakhirnya bersama Setan Merah [18 gol]. Sederhananya, dia telah mengangkat level permainan menjadi salah satu dari tiga gelandang paling produktif di Liga Primer.

Para peragu akan mengarah pada terjemahan harfiah dari penghargaan Player of the Year dan berharap gelar diberikan kepada orang lain. Tapi, melihat pencapaian Bale musim ini harapan mereka terbilang aneh dan karena April serta Mei masih akan datang, Bale punya waktu untuk melanjutkan pamer kapasitasnya. Andai Spurs finis di empat besar dengan skuat lebih lemah dibandingkan musim lalu, hanya akan ada kelompok minoritas yang ‘nyinyir’ jika Bale memenangi penghargaan ini.


GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:


Terkait