thumbnail Halo,

Mengejek fans Chelsea bisa disebut sebagai tindakan keterlaluan, tapi bila levelnya naik dengan menyudutkan Roman Abramovich, Rafa Benitez mungkin sudah keterlaluan.


OPINI   M YANUAR F     Ikuti @mohammadyanuar di twitter

Tak sedikit media Inggris yang mulai memprediksi kapan Rafa Benitez akan didepak dari jabatannya sebagai manajer Chelsea.

Hal itu tak bisa dilepaskan dari pernyataannya usai Chelsea menundukkan Middlesbrough 2-0 dinihari tadi di ajang Piala FA.

Usai laga, Benitez mengungkapkan kekecewaannya atas sikap yang ditunjukkan fans, yang kemudian berujung kepada kritik terhadap manajemen Chelsea dan pemilik klub Roman Abramovich.

Dalam komentarnya, Benitez menilai manajemen Chelsea telah membuat kesalahan dengan menyebutnya sebagai 'manajer sementara'.
"Mereka melabeli saya sebagai 'manajer sementara', dan saya akan pergi di akhir musim, jadi mereka tak perlu membuang-buang waktu dengan saya," ungkap Benitez.

"Sejumlah fans, mereka sama sekali tak memberikan bantuan buat tim, saat mereka bernyanyi dan membuang waktu menyiapkan sebuah banner," kata Mancini.

"Itu karena ada orang yang membuat kesalahan. Mereka melabeli saya sebagai 'manajer sementara', dan saya akan pergi di akhir musim, jadi mereka tak perlu membuang-buang waktu dengan saya."

"Mengapa juga ada label sementara? Mengapa mereka melakukannya? Mungkin karena mereka berpikir saya sempat menangani Liverpool, jadi label 'sementara' harus disematkan," tuding Benitez.

Tudingan itulah yang kemudian diprediksi oleh banyak analis sebagai momentum bakal segera berakhirnya era Benitez di Chelsea.

Seperti diketahui, Abramovich bukanlah orang yang suka dikritik oleh anak buahnya. Ujung-ujungnya kemudian adalah pemecatan. Hal ini juga yang kemudian terjadi pada Jose Mourinho beberapa tahun lalu, karena mengkritik kebijakan Abramovich yang mendatangkan pemain sesuka hati, tanpa memikirkan kepentingan pelatih dan timnya.

Namun, berbicara mengenai kritik Benitez, hal semacam itu bukanlah hal baru. Saat masih di FC Internazionale, ia juga sempat bersitegang dengan Massimo Moratti.

Usai mengantar Inter memenangi Piala Dunia Antarklub pada 2010, Benitez mengkritik Moratti karena tak bersedia menguatkan timnya.

Alhasil, beberapa minggu kemudian, ia dipecat dengan Moratti mengatakan perpisahan antara tim dan Benitez tak terhindarkan. Benitez juga berpendapat demikian.

"Situasinya sudah tak cocok lagi," katanya pada waktu itu.

Nah, dengan situasi yang ada sekarang ini, usai pernyataan kontroversialnya semalam, Benitez mungkin mulai merenung bahwa dirinya sudah membuat blunder.

Keinginan untuk bisa bertahan hingga akhir musim juga mungkin akan terkubur, mengingat Abramovich adalah pemilik klub berkarakter otoritarian, yang siap mengenyahkan siapapun yang memiliki masalah dengannya.

Benitez juga mungkin kembali merenungkan pernyataannya saat masih membela Liverpool beberapa tahun lalu, di mana ia menyatakan tak akan pernah menangani Chelsea, rival Liverpool pada saat itu.

Bisa dipahami pula bila Benitez sudah jenuh dengan kritik dan minimnya dukungan dari fans Chelsea. Malah, sepanjang tiga bulan lebih berada di Stamford Bridge, Benitez sudah kenyang dengan yang namanya ejekan dari fans, terlepas dari hasil yang didapat Frank Lampard dkk.

Manajemen Chelsea juga minim dukungan kepada manajer mereka itu. Bisa jadi, hal ini karena memang status Benitez yang hanya 'manajer sementara' Chelsea, sehingga fasilitas pembelaan dari klub juga mahal harganya.

Mungkin.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Inggris di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Primer Inggris lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Inggris.

Terkait