thumbnail Halo,

Setelah pasar pemain muda Prancis mulai menghilang, manajer Arsenal itu mulai meninjau pasar di luar Eropa.


OLEH   THEO MATHIAS     Ikuti di twitter
Arsene Wenger terkenal hebat dalam meracik pemain muda menjadi pemain kelas dunia, terutama di awal karier bersama Arsenal, saat memboyong sejumlah pemain muda dari negara asalnya seperti Nicolas Anelka, Robert Pires, dan Emmanuel Petit.

Kini pasar pemain muda Prancis dinilai mulai surut, seiring dengan semakin ketatnya persaingan jaringan pemandu di liga-liga top Eropa, selain mulai berkurangnya jumlah pemain muda berbakat dari seberang selat Inggris itu, dan Jepang dinilai sebagai salah satu pasar baru yang sedang berkembang.

"Kompetisi sangat tinggi dalam pemandu bakat. Negara di mana kami sangat kompetitif adalah Prancis. Kini mereka menghasilkan pemain lebih sedikit daripada sepuluh atau 15 tahun lalu pada level top," kata Wenger.

Wenger berpikir, "Negara-negara baru yang menghasilkan pemain sepertinya Jerman dan Spanyol, mereka punya banyak pemain muda bagus. Mereka sudah mengambil alih."

Secara khusus, Wenger menilai, "Saya menemukan satu pasar baru yang sangat menarik dan kompetitif adalah pasar Jepang. Lihat jumlah pemain Jepang yang kini bermain di Jerman, sebagai contoh."

Wenger sendiri sempat gagal dalam menangani bakat pemain Jepang dalam diri Junichi Inamoto pada 2001, dan kini kembali mencoba keberuntungan dengan meminjamkan Ryo Miyaichi ke Wigan.

Tapi, kesuksesan Keisuke Honda, Yuto Nagatomo, dan Shinji Kagawa mungkin menjadi bukti pendapat Wenger tentang keabsahan pasar barunya, di mana ia sempat melatih Nagoya Grampus Eight sebelum hijrah ke London.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Inggris di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Primer Inggris lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Inggris.

Terkait