thumbnail Halo,

Menurut Gullit, Abramovich tak dapat disalahkan atas keputusannya mendepak Di Matteo karena itu memang haknya selaku pemilik klub.


OLEH   DEDE SUGITA

Sebagian besar True Blue-ers alias pendukung Chelsea kecewa berat dengan keputusan Roman Abramovich mendepak Roberto Di Matteo dari posisi manajer dan menggantinya dengan Rafa Benitez.

Maklum, orang Italia itu berjasa besar mempersembahkan trofi Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub musim lalu, dan catatan The Blues musim ini tak bisa dibilang jelek walau belakangan dilanda paceklik kemenangan di Liga Primer Inggris, juga tumbang 3-0 dari Juventus di Liga Champions, torehan yang dijadikan Abramovich sebagai alasan untuk memecat RDM.

Kekecewaan suporter terlihat jelas pada partai pertama Benitez membesut tim, kontra Manchester City di Stamford Bridge weekend kemarin (skor 0-0), di mana fans menyuarakan dukungan pada RDM dan menolak kehadiran Benitez sebagai pelatih.

Namun demikian, menurut Ruud Gullit, legenda The Pensioners, Abramovich tak patut disalahkan atas kegemarannya menggonta-ganti arsitek tim dengan begitu mudah karena dia memang punya hak untuk itu selaku pemilik klub. Terlebih gelontoran dana dari sang konglomerat asal Rusia itu juga memegang peranan penting dalam sukses Chelsea.

"Abramovich telah melakukan kinerja bagus di Chesea. Perkembangan tim, pusat latihan yang baru, trofi. Ya, dia juga menghadirkan trofi," ucap Gullit.

"Jadi karena alasan itu Anda tak dapat menyalahkannya. Tapi terkadang memang terasa pahit melihat situasi yang terjadi. Namun ini adalah klubnya, dia berhak melakukan apa yang dia mau."

"Hanya, saya khawatir konsekuensinya bisa meluas secara publik. Karena saya mencintai Chelsea, saya suka bagaiman klub telah berevolusi, tapi sekarang Anda harus bekerja keras untuk mendapatkan kembali simpati fans."



Ikuti perkembangan terkini sepakbola Inggris di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Primer Inggris lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Inggris.

Terkait